SENIORITAS, KOMPETENSI, DAN PROFESIONALISME


Tiga kata yang sering kita kaitan dengan urusan kepegawaian adalah senioritas, kompetensi, dan profesionalisme.  Senioritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia salah satunya diartikan sebagai prioritas status atau tingkatan yang diperoleh dari umur atau lamanya bekerja.  Sementara itu, kompetensi mempunyai arti kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan) sesuatu.  Kemudian profesional adalah sesuatu yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankan.

Menilik dari arti ketiga kata tersebut, maka seseorang yang secara umur dan mempunyai pengalaman kerja yang cukup lama, maka yang bersangkutan dapat dikatakan senior.  Berdasarkan kesenioran (senioritas) tersebut maka yang bersangkutan dianggap telah mempunyai kemampuan, kewenangan, atau kekuasaan untuk menentukan dan memutuskan sesuatu.  Bermodalkan semioritas dan kompetensi yang dimiliki maka seseorang dianggap layak untuk menerima tanggung jawab atas suatu jabatan.  Terkadang untuk mencapai hasil kerja yang profesional seseorang pun harus mendapatkan bekal pendidikan tambahan sebelum menjalankan tugasnya.

Kenyataan yang terjadi justru bertolak belakang dengan kondisi ideal tersebut.  Tidak semua jabatan diisi oleh orang yang mempunyai kompetensi atas jabatan yang disandang, walau secara umur sudah pasti yang bersangkutan sangat senior.  Jika kondisi yang terjadi adalah seperti ini, bagaimana mungkin pemegang jabatan dapat bekerja secara profesional.

Sebuah contoh kecil.  Seseorang yang telah mempunyai masa kerja lebih dari 15 tahun tentu sudah layak dikatakan senior.  Terlebih dengan latar belakang pendidikan sebagai seorang sarjana S1, tentu yang bersangkutan mempunyai pangkat yang tidak rendah lagi.  Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka yang bersangkutan dianggap mempunyai kompetensi dan layak untuk menerima tanggung jawab sebagai seorang pejabat eselon III.  Selanjutnya, untuk mencapai profesionalisme dalam bekerja para pejabat eselon III tersebut mendapatkan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (Diklatpim III).  Selama diklat, mereka mendapat ilmu dalam mengelola suatu organisasi serta membuat perencanaan untuk memecahkan suatu masalah dengan memanfaatkan setiap sumber daya yang dimiliki.

Usaha-usaha tersebut ternyata tidak selalu membuahkan hasil seperti yang diharapkan.  Dalam praktek, masih ada saja pejabat eselon III yang tidak dapat menjalankan tugasnya secara profesional.  Mereka tidak dapat membuat perencanaan untuk memecahkan suatu permasalahan dengan benar.  Mereka tidak dapat mengelola sumber daya manusia yang menjadi bawahannya.  Tugas-tugas tidak terbagi ke bawahan secara proposional.  Di antara mereka bahkan masih ada yang sibuk mengerjakan tugas yang seharusnya menjadi tugas pejabat eselon IV bawahannya.  Jika hal ini yang terjadi, lantas apa yang harus dikerjakan oleh seorang staf?

Seorang pejabat eselon III seharusnya mulai memikirkan hal-hal yang bersifat mon teknis.  Mereka harus mulai belajar melakukan lobby-lobby untuk mencapai target-target yang lebih besat.  Hal-hal yang bersifat teknis seharusnya diserahkan dan dibagi habis kepada pejabat eselon IV serta staf di bawahnya.  Tugas mereka adalah memantau dan mengevaluasi kemajuan tugas-tugas yang telah dibagi.  Jika hal-hal tersebut dapat dilakukan, maka profesionalisme dalam bekerja dapat dilakukan dan target-target besar dapat dicapai.

Profesionalisme tidak selalu dapat dicapai dengan senioritas, tingkat pendidikan yang tinggi, atau diklat yang dilakukan berulang kali sehingga dicapai suatu kompetensi yang layak dan mumpuni.  Masih ada pejabat yang secara akademik pintar dengan tingkat pendidikan tinggi, tetapi bertindak seperti lulusan SLTA.  Tak sedikit pula lulusan SLTA yang dapat bertindak selayaknya sarjana.  Profesionalisme dan kompetensi kadang mengharuskan kita untuk selalu belajar dan kerelaan untuk berubah serta menerima kritik dan saran.


Tanjung Redeb, 16 Agustus 2015
Penulis : Nanang Ardhiansyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: