POHON DAN PEMIMPIN


oleh : Nanang Ardhiansyah
.

Semakin tinggi pohon, maka semakin kuat terpaan angin yang akan menerpa. Itu adalah sebuah sunnatullah yang seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua. Hal serupa juga terjadi pada seorang pemimpin berkaitan dengan jabatan yang dimilikinya. Seorang pemimpin yang semakin tinggi jabatannya maka akan semakin besar pula tanggung jawab yang dipikulnya. Semakin tinggi jabatan, semakin besar pula wewenang yang dimiliki. Semakin tinggi jabatan, tentunya semakin besar pula godaan yang akan menghampiri.

Seorang pemimpin dengan jabatan yang tinggi tentulah memperoleh beberapa keuntungan. Dia akan menjadi seorang yang terpandang, layaknya pohon yang tinggi. Pucuk pohon itu akan dapat dilihat dari kejauhan. Sebagaimana pohon yang tinggi, seorang pemimpin akan mempunyai lingkungan pergaulan yang luas. Dahan dan ranting-rantingnya yang banyak mungkin akan melingkupi daerah yang cukup luas. Pengaruh kita pun akan semakin meluas melalui dahan dan ranting relasi dan kolega kita.

Pohon yang tinggi dan rendang akan selalu menjadi tempat berteduh bagi mereka yang kepanasan dan kehujanan. Bahkan bagi mereka yang sekedar ingin menikmati kesegaran dan kenyamanan udara di bawah bahan dan rantingnya. Burung-burung pun akan hinggap di dahan pohon itu untuk melepaskan rasa lelah atau bahkan membuat sarang di sana. Tetapi tak jarang benalu pun ikut tumbuh dan berkembang dengan menghisap sari makanan dari pohon tersebut.

Seorang pemimpin harus dapat memberi manfaat bagi lingkungannya. Dia harus menjadi pengayom bagi masyarakat di sekitarnya. Memberikan perlindungan bagi mereka yang membutuhkan tempat berlindung. Berlindung dari adanya rasa takut dan cemas. Pemimpin hendaknya dapat menjadi tempat untuk mencari jawaban atas berbagai masalah yang dihadapi. Pemimpin dengan fasilitas dan kemudahan yang dimiliki harus mempunyai wawasan yang semakin luas. Semakin luas wawasan yang dimiliki maka semakin cermat langkah dan tindakan yang diambil dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi.. Pemimpin juga harus dapat menjalin hubungan baik dengan relasi demi pengembangan institusi. Di saat yang sama berdatangan pula oknum-oknum yang ingin ikut mendapatkan kenikmatan dan kemudahan tanpa mau berusaha dan bekerja keras. Mereka itulah para penjilat yang sekedar mencari kesempatan.

Dahan pohon yang rindang terkadang menjadi patah karena tak tahan oleh hembusan angin. Bahkan pohon itu pun akan tumbang oleh badai karena akarnya yang tidak cukup kuat untuk menahan hembusan angin di dahan dan rantingnya. Semakin kuat dan dalam akar pohon, maka semakin kuat pohon itu menghadapi tantangan dari alam di sekitarnya.

Seorang pemimpin tak akan mungkin dapat bekerja seorang diri. Dia memerlukan orang-orang dan tim untuk mendukung keberhasilan rencana atau program kerja yang telah disusun. Orang-orang yang dengan berbagai karakter dengan berbagai macam kemauan. Pemimpin harus memahami dan memperhatikan hal-hal yang mereka perlukan agar dapat melakukan hal-hal yang positif dan produktif. Suasana yang nyaman dan kondusif harus dapat ditimbulkan oleh seorang pemimpin, sehingga kreatifitas dan ide-ide cemerlang dapat tumbuh. Tumbuh seperti akar di tanah yang subur.

Itulah pemimpin, bagai pohon yang tinggi dan rindang. Banyak keuntungan dan juga kerugian yang menyertai karena kedudukannya yang tinggi. Dia akan rubuh dan tumbang karena hanya terlalu memperhatikan dahan ranting. Dia hanya ingin tampak sebagai pohon dengan daun-daun hijau yang rindang. Pemimpin tersebut hanya ingin tampak berprestasi di hadapan orang, dia lupa bahwa dia tak mungkin bekerja sendiri. Dia melupakan keberadaan akar. Dia lupa bahwa semakin rindang pohon, maka semakin kuat terpaan angin yang diterima. Karena itu ingatlah wahai pemimpin, di bawahmu ada orang-orang yang harus diperhatikan nasibnya. Mereka yang akan membuat dirimu besar. Mereka pula yang akan dapat membuatmu tumbang dan jatuh.
.

Semarang, 30 Maret 2014

Ditulis dalam ESSAI. Tag: , . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: