AZAB BAGI KECONGKAKAN DAN KEMURTADAN


Dikutip dari : 30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim
.

Sebagaimana dikisahkan dalam Al Qur’an, Surat Al Qashash ayat 76 – 82, tentang seorang yang kaya raya, tetapi kemudian diadzab Allah karena kesombongan pada hartanya.

Qarun adalah saudara dekat Nabi Musa, mereka masih saudara sepupu. Pada mulanya ia adalah seorang yang miskin, namun sangat tekun beribadah. Nabi Musa sangat kagum padanya. Melihat keadaan-nya yang miskin Nabi Musa sangat kasihan dan prihatin, maka diberinya Qarun ilmu kimia, sehingga ia memiliki keahlian dalam mengolah emas. Dengan kepandaiannya itulah akhirnya Qarun yang sebelumnya miskin menjadi sangat kaya raya.

Sayangnya, setelah kaya Qarun menjadi sombong dan lupa diri. Ia sekarang tak mau lagi mengeluarkan zakat bagi fakir miskin. Bahkan sebagai orang kaya, ia berlagak seperti seorang raja yang lengkap dengan pengawal dan pelayannya.

Ia mempunyai gudang-gudang berisi harta benda yang tak terbilang banyaknya. Setiap hari Qarun memeriksa gudangnya satu per satu diiringkan budak-budaknya yang masing-masing membawa beban berupa anak kunci yang tak terhitung jumlahnya.

Sungguh aku orang yang paling beruntung di dunia ini. Pada masa kini tak seorang pun dapat menyamai kekayaanku. Semua itu kudapat dari ilmu dan kepintaranku!” kata Qarun dengan sombong, ketika memamerkan kekayaannya di depan umum.

Hai, Qarun! Carilah kekayaan sebanyak-banyaknya, tapi ingatlah hidupmu di akhirat nanti!” kata seorang sahabatnya mengingatkan.

Ah, kalian ingin mengatakan Tuhan Allahmu itu?? sahut Qarun sinis. “Mengapa semudah itu kalian dapat dibohongi oleh Musa? Ketahuilah Tuhan yang disiarkan oleh Musa itu cuma dongeng belaka. Di dunia ini hanya satu yang berkuasa, yaitu yang mulia Tuhan Raja Fir’aun. Itu sebabnya aku diberi surga, berupa kekayaan melimpah!”

Qarun kemudian berlalu tanpa menghiraukan orang-orang yang menasihatinya.

Mendengar bahwa Qarun semakin ingkar, Nabi Musa datang menemuinya. Beliau disambut dengan ramah oleh Qarun.

Selamat datang wahai saudaraku, anak pamanku!” sambut Qarun. “Apa kabarmu, wahai Musa? Berita apakah yang engkau bawa?!”

Ada yang ingin kutanyakan, yaitu tentang sikapmu akhir-akhir ini”, jawab Nabi Musa. “Aku mendengar kabar bahwa engkau sudah tak beriman lagi kepada Allah. Engkau telah ingkar kepada Allah. Bahkan kini kau telah menyembah-nyembah Fir’aun! Kau juga telah menyombong-nyombongkan bahwa hartamu itu kau dapatkan karena imanmu kepada Fir’aun!”

Ah itu cuma fitnah keji dari orang-orang yang merasa iri dengan kekayaanku! Percayalah, hai Musa saudaraku. Aku masih tetap beriman dan menyembah kepada Allah!”

Maha suci Allah. Jangan sekali-kali kau ingkar. Sesungguhnya Allah telah banyak menimpakan siksaan kepada orang-orang yang mendustakan-Nya!”

Banyak sekali nasihat-nasihat yang disampaikan Nabi Musa sebelum pergi kepada Qarun. Namun di bibir Qarun lain pula di hatinya, yang telah berjalan dan berpijak pada kemunafikan.

Sebenarnya Musa itulah yang menyombongkan diri”, kata Qarun dalam hati. “Dia mengaku-ngaku sebagai Nabi utusan Tuhan. Aku tahu maksudnya, dia hendak mencari kekuasaan dengan cara yang mudah! Pada suatu saat nanti, pasti orang-orang akan disuruh menyembah dirinya!”

Hari demi hari, kelakuan Qarun semakin menggila. Jadilah ia lintah darat yang tak tanggung-tanggung. Ia meminjamkan uang dengan mengambil bunga yang tinggi dan berlipat ganda. Tak peduli miskin atau kaya, semua diperas dan dicekik lehernya. Barang siapa yang tidak dapat melunasi hutangnya, akan disita semua barang miliknya, dirampas kebun, ladang, dan sawahnya, atau orang tersebut akan dijadikan budak, jika tak memiliki apa-apa. Sering kali Qarun berbuat aniaya terhadap orang-orang miskin yang sengsara.

Dengan demikian bertambahlah kekayaan Qarun. Ia semakin sombong dan sewenang-wenang. Semakin besarlah kedurhakaannya terhadap Allah. Nabi Musa yang mendengar semuanya semakin sedih hatinya dan sangat prihatin serta kecewa atas perilaku saudara sepupunya.

Dengan tiada bosan-bosannya Nabi Musa menasehati Qarun. Namun Qarun tak pernah menggubrisnya. Kesombongan dan kedurhakaannya semakin menghebat. Seringkali ia turun ke jalan mengadakan pawai besar, memamerkan harta kekayaan dan kesenangan hidupnya. Dalam arak-arakan yang panjang itu ikut semua istri-istrinya, wanita-wanita peliharaan, yang semuanya memakai perhiasan-perhiasan emas permata. Dan tak lupa ratusan budaknya ikut dalam pawai itu.

Meskipun kecongkakan dan kemurtadan Qarun semakin hari semakin tak karuan, namun Nabi Musa tetap bersabar untuk menasihatinya. Tapi hal itu ditanggapi lain oleh Qarun, dianggapnya Nabi Musa merasa iri dengan apa yang dimilikinya. Dan juga Nabi Musa dianggap duri dalam kehidupannya. Maka Qarun berusaha dengan bermacam tipu daya untuk menjelek-jelekkan nama baiknya.

Pada suatu hari Qarun memanggil seorang pelacur. Diberinya upah besar perempuan itu agar mengaku di depan umum, bahwa ia telah melakukan zina dengan Nabi Musa.

Maka pada suatu hari raya Qarun mengumpulkan orang-orang dari segala penjuru kota untuk menghadiri rapat besar. Dimana dikatakan bahwa Nabi Musa akan berdakwah dan memberi nasihat.

Ketika semuanya sudah berkumpul, mulailah Nabi Musa memberi nasihat-nasihat.

Barang siapa mencuri, akan kami potong tangannya!” ucap Nabi Musa lantang. “Dan barang siapa berzina, kami rajam dia!”

Tiba-tiba Qarun maju ke depan memotong pidato Nabi Musa. “Sekali pun engkau yang berbuat Nabi Musa?!”

Ya! Sekalipun aku sendiri yang berbuat. Hukum tetap berlaku!”

Hai Musa! Jika begitu engkau harus dirajam atau dilempari batu! Bani Israil menuduhmu telah berzina dengan seorang pelacur!” teriak Qarun.

Mendengar apa yang diucapkan Qarun, Nabi Musa bagai disambar petir. Ia hanya menyebut nama Allah.

Perempuan pelacur itu dipanggil oleh Qarun dan dihadapkan Nabi Musa. Disaksikan oleh orang banyak, perempuan itu berkata “Engkau bersih dan bebas dari apa yang mereka tuduhkan padamu, Nabi Musa. Sesungguhnya Qarun telah memberiku seribu dinar untuk melancarkan tuduhan keji atau fitnah ini kepadamu. Meskipun selama ini perbuatanku kurang terpuji, tapi aku takut kepada Allah untuk melakukan perbuatan jahat itu kepadamu!”

Mendengar ucapan perempuan pelacur itu, seketika lemaslah tubuh Nabi Musa, beliau menangis dan berdoa, “Ya Allah, jika benar aku ini Nabi-Mu, maka tolonglah hambamu ini”.

Maka turunlah wakyu Allah; “Hai, Musa! Kami telah jadikan bumi ini tunduk kepada perintahmu, maka perintahkanlah sesukamu!”

Nabi Musa kemudian memperingatkan Qarun. “Bertobat dan minta ampunlah kepada Allah, sebelum azab datang menimpamu!”

Aku tidak percaya kepada Allah Tuhanmu! Aku tak takut dengan azab itu! Semua itu bohong!” jawab Qarun dengan sengit.

Nabi Musa kemudian berseru lantang kepada kaumnya; “Barang siapa bersama Qarun, tetaplah di tempatnya! Dan barang siapa bersamaku, hendaknya meninggalkan tempat ini!”

Orang-orang yang beriman kepada Nabi Musa segera berbondong-bondong meninggalkan tempat itu. Sedangkan Qarun dan para pengikutnya masih berdiri di tempat itu dengan sikap sombong.

Dengan nama Allah, hai bumi telanlah Qarun dan pengikutnya serta semua harta bendanya!” teriak Nabi Musa dan kemudian meng-hentakkan tongkat mukjizatnya ke atas tanah.

Tiba-tiba tanah membelah. Qarun dan pengikutnya terbenam ke dalamnya. Mula-mula sebatas lutut, ke pinggang, ke leher, lalu seluruh tubuh hingga tak tampak lagi, lenyap ditelan bumi. Bersamaan dengan itu, terbenam pula semua gedung, gudang, kekayaan harta benda milik Qarun ke dasar bumi.

Dengan begitu tamatlah riwayat Qarun dan segala harta kekayaannya yang berlimpah itu. Tidak seorang pun dari budak-budak dan harta kekayaan serta orang-orang yang dekat dengannya yang menolong. Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an; “Maka kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Tidak ada baginya suatu golongan pun yang bisa menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya)”.
.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: