KEMUNGKARAN KAUM TZAMUD


 

dikutip dari : 30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim
.

Di Lembah Al-Qura, kaum Tsamud bertempat tinggal. Mereka adalah penyembah banyak berhala, antara lain : Wad, Jad, Had, Syams, Manaat, Al-Lata, dan sebagainya.

Allah mengutus Nabi Shalih agar mengajak Kaum Tsamud untuk beribadah kepada-Nya dan meninggalkan penyembahan berhala-berhala.

Hai kaumku beribadahlah hanya kepada Allah semata. Jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dia yang menciptakan kalian dari tanah, Dia-lah yang menjadikan kalian bisa membangun dengan menyediakan saran-sarana pembangunan. Maka pantaslah kalian harus memohon ampun kepada-Nya atas perbuatan dosa yang telah kalian lakukan. Bertaubatlah kepada-Nya, karena Allah itu dekat dengan kalian, mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa dan mengampuni dosa orang-orang yang bertaubat, jika ia benar-benar beriman dan ikhlas dalam berdoa”, ajak Nabi Shalih kepada Kaum Tsamud.

Namun, Kaum Tsamud menolak ajakan Nabi Shalih, mereka mengatakan Nabi itu seorang pembohong. Padahal ia adalah Rasul yang dapat dipercaya dan tak mengharapkan upah dalam menyampaikan ajarannya.

Kebiasaan Kaum Tsamud selalu bergelimang dalam kemewahan, makan dan minum serba enak dan bertempat tinggal di gedung-gedung yang menjulang dan kokoh, sehingga mereka ingkar terhadap Tuhan dan Nabinya.

Apakah kalian mengira Allah akan membiarkan kalian bersenang-senang dengan kenikmatan itu? Apakah kalian mengira dapat berlindung diri dari adzab Allah, sehingga kalian berfoya-foya sekehendak hati?” kata Shalih.

Kalian nikmati mata air, kebun-kebun pertanian dengan buah kurmanya yang manis”, lanjut Shalih. “Kalian pahat bagian-bagian gunung untuk dijadikan tempat tinggal dan rumah-rumah yang nyaman menyenangkan, lalu kalian tak mau mensyukuri nikmat Allah yang banyak ini. Bertakwalah kepada Allah, taatilah nasihat-nasihatku. Aku mengajak kalian ke jalan Allah, jangan turuti perbuatan-perbuatan orang yang melampaui batas. Mereka mempengaruhi kalian dalam kekufuran dan kemaksiatan. Mereka membabi buta membuat kemaksiatan di dunia dan tidak mengetahui jalan yang benar”.

Meskipun Nabi Shalih dengan gigih menyeru mereka, namun Kaum Tsamud masih tidak mau percaya terhadap nasihat-nasihatnya. Bahkan sebaliknya, mereka menuduh Shalih terkena sihir hingga terganggu pikirannya. Sehingga dengan pengaruh sihir itu ia mengaku utusan Allah.

Mereka menuntut Shalih menunjukkan mukjizat bila ia benar-benar Rasul Allah. Kemudian Shalih berdoa kepada Allah, dan Allah berfirman :

Sesungguhnya kami akan mengirimkan onta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka dengan onta itu, tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)”. [QS. Al-Qamar (54) : 27 – 28]

Ini seekor onta betina, dia mempunyai giliran untuk mendapatkan air, dan kalian juga mempunyai giliran air di hari tertentu. Janganlah kamu sentuh binatang itu dengan sesuatu kejahatan yang menyebabkan kalian akan ditimpa adzab yang besar”, kata Shalih kepada kaumnya.

Onta itu kemudian berada di antara mereka, memakan tumbuh-tumbuhan dan diberi minum pada hari-hari tertentu. Dengan adanya onta itu, banyak orang yang mengikuti Shalih, karena hal itu merupakan tanda kebenaran kenabiannya.

Keadaan seperti itu mengejutkan para pemimpin Kaum Tsamud, mereka takut kalau negerinya hancur dan hilang kekuasaannya. Maka mereka berencana membunuh binatang itu pada malam hari dan mereka menganggap Shalih dan orang-orang yang beriman sebagai musuh.

Shalih merasa kalau mereka akan berbuat jahat, maka ia berkata. “Hai kaumku, kenapa kalian mempercepat datangnya adzab yang telah dijanjikan sebelum kalian melakukan taubat? Bukankah lebih baik kalian minta ampun kepada Tuhanmu agar kalian dikasihi?”

Kami benci kepadamu dan orang-orang yang beriman kepadamu, karena kami bernasib malang sejak engkau berdakwah kepada kami”, sahut mereka.

Tak ada yang perlu dimusuhi, karena sebab-sebab kebaikan dan keburukan itu datangnya dari Allah. Sebenarnya Allah SWT sedang mencoba kalian dengan kepedihan itu agar kalian mau beriman”, jawab Shalih.

Para pemuka yang bersikap sombong itu mencela orang-orang mukmin dan menyebut mereka sebagai orang-orang lemah karena mereka beriman kepada risalah Shalih. Mereka tidak tahu dengan sikap orang-orang yang beriman dan adanya onta di tengah-tengah mereka. Mereka beranggapan bahwa binatang yang berbadan besar itu hanya menakut-nakuti ternak mereka.

Oleh karena itu, onta tersebut perlu dibunuh agar ternak mereka tidak ketakutan. Di samping itu air persediaan minumnya bisa dimanfaatkan mereka mereka pada waktu yang sangat mendesak. Dan yang lebih menggelisahkan mereka, orang-orang mukmin bertambah banyak dengan adanya onta itu.

Semua itu yang mendorong mereka untuk membunuh binatang itu dan ingin mencoba kebenaran ancaman Shalih yang berupa siksaan apabila mengganggu onta itu.

Akhirnya mereka menyembelih onta itu dan mereka bersikap angkuh setelah menerjang larangan Allah itu.

Hai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika kamu memang benar orang yang diutus oleh Tuhan kamu”, kata mereka.

Sekarang bergembiralah kamu sekalian. Tiga hari lagi adalah janji yang tidak didustakan”, jawab Shalih.

Di antara Kaum Tsamud ada 9 orang laki-laki yang sangat kufur dan berlebih-lebihan dalam membuat kerusakan. Mereka bersepakat untuk membunuh Nabi Shalih dan keluarganya. Rencananya akan dilakukan pada malam hari secara rahasia.

Karena kejahatan dan kezhaliman Kaum Tsamud, maka Allah membinasakan mereka dengan kejadian yang luar biasa. Tiba-tiba datanglah gempa dan suara keras yang mengguntur, petir menyambar mereka yang berlaku angkuh terhadap perintah Allah, karenanya banyak mayat bergelimpangan akibat bencana itu. Diterangkan dalam firman Allah :

Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezhaliman mereka. Sesungguhnya yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui”. [QS. An Naml (27) : 48 – 52]

Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka”. [QS. Al A’raaf (7) : 78].
.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: