INDAHNYA SALING MENASEHATI


oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
.

Setiap orang butuh keselamatan.  Selamat dari kerusakan, kebodohan, kecelakaan, kekurangan, kelalaian, dan kesalahan.  Ia tidak mungkin dapat melihat bahaya-bahaya tadi hanya dengan mata dan telinganya sendiri.  Ada ribuan mata dan telinga saudaranya yang dapat membantu melihat bahaya-bahaya yang mengancam.  Pembaritahuan itu adalah nasehat, saran, atau kritik.  Namun meskipun kita butuh pemberitahuan atau nasehat, tidak semua orang siap menerima nasehat.

Ada beberapa kita yang dapat kita terapkan dalam menerima nasehat atau kritik agar dapat menjadi sarana pembangunan kemuliaan.

Pertama, rindu kritik dan saran.  Setiap kita tidak pernah bosan-bosannya melihat cermin, walaupun wajah yang ada dalam cermin adalah wajah yang itu-itu juga, kita tidak pernah keberatan untuk merapikan rambut bila cermin memperlihatkan gambar rambut yang acak-acakan.  Kita pun tidak pernah marah kepada cermin bila di cermin kita melihat di mata kita ada kotoran.   Reaksi kita adalah membuang kotoran itu dan bukan memecahkan cermin.  Ketahuilah, orang-orang di sekitar kita adalah cermin yang memberitahukan apa kekurangan kita.  Sehingga sepatutnyalah kita bergembira ketika ada yang memperlihatkan kekurangan kita, karena dengan demikian kita menjadi tahu dan dapat memperbaiki diri.

Kedua, bertanya.  Belajarlah bertanya kepada orang tentang kekurangan-kekurangan kita dan belajar pula untuk mendengar dan menerima kritik.  Istri, suami, anak-anak, dan teman-teman adalah cermin yang dapat ditanyakan mengenai kekurangan kita.

Ketiga, nikmati kritik.  Persiapkan diri menghadapi kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.  Kritik selain mengandung isi juga melihatkan cara.  Kadang isinya benar tetapi caranya kurang bijak.  Ada yang isinya salah tetapi caranya benar.  Ada yang isi maupun caranya salah.  Ada pula yang isi dan caranya juga benar.  Namun tidak ada kerugian sedikit pun bagi kita selama cara kita menyikapinya benar.  Dengarkan dengan baik dan jangan memotong apalagi membantah.

Keempat, syukuri.  Adanya orang yang peduli dengan memberikan kritik kepada kita merupakan karunia yang patut disyukuri.  Jangan lupa mengucapkan terima kasih.  Bila kita berubah menjadi lebih baik melalui nasehat seseorang, jangan lupakan ia dalam doa kita dan sebutlah namanya ketika kita menyampaikan nasehat yang sama kepada orang lain.

Kelima, perbaiki diri.  Lihatlah apakah benar ada kekurangan pada diri kita.  Jawaban terbaik ketika dikoreksi bukanlah membela diri tetapi memperbaiki diri.  Sibukkan diri dengan mendengar kritik dan iringi dengan memperbaiki diri.

Keenam, balas budi.  Sebagai orang yang tahu terima kasih dan menghargai sebuah pemberian, sudah selayaknya kita membelas pemberian kritik itu sebagai pemberian hadiah pula.  Kalau tidak mampu memberikan sesuatu yang berharga, paling tidak sebuah ucapan terima kasih yang tulus dan doa yang ikhlas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: