HAKIM-HAKIM JAKARTA UTARA LEBIH BANYAK TERTIDUR SAAT SIDANG


Dikutip dari : http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/21/hakim-hakim-jakarta-utara-lebih-banyak-tertidur-saat-sidang
.

JAKARTA (Pos Kota) – Hakim-hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara lebih sering tertidur saat bersidang jika dibandingkan hakim-hakim di PN Jakarta Pusat, PN Jakarta Barat, PN Jakarta Timur, dan PN Depok.

Hal itu diketahui dari hasil survai dan pemantauan masyarakat peradilan Indonesia Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MAPPI FHUI) dan Lembaga Kajikan keilmuan (LK2) FHUI di enam pengadilan beberapa waktu lalu.

“Hasil pantauan kami selama bulan Oktober hingga Nopember, hakim yang tidur saat bersidang ada 29 kasus. Terbanyak di PN Jakarta Utara,” ungkap Kabid Monitoring investigasi dan Advokasi MaPPI FHUI Muhammad Hendra Setiawan kepada wartawan Hakim “tukang tidur” tidak mempedulikan apakah persidangan yang tengah digelar tersebut menyangkut nyawa manusia.

Yang penting baginya mata dipuaskan. di Jakarta, kemarin. Pemantauan tersebut dilakukan pada Oktober hingga November 2011. Lebih lanjut Hendra merinci, dari 29 kasus hakim tertidur saat persidangan 11 kasus di antaranya terjadi di PN Jakarta Utara.

PN Jakarta Selatan dan PN Pusat masing-masing 6 kasus, 4 kasus di PN Jakarta Timur, 2 kasus di PN Jakarta Barat dan nihil di PN Depok. “Jelas ini bertentangan dengan kode etik hakim di poin nomor 7. Dimana hakim harus menjaga kewibawaan dan martabat lembaga peradilan,” ujarnya. Di samping tidur, ternyata terdapat cukup banyak pelanggaran, bahkan ada yang sangat fatal.

Antara lain hakim terlambat hadir, hakim tidak menyatakan sidang terbuka untuk umum, hingga hakim keluar saat persidangan hingga hakim bermain telepon genggam saat bersidang.

Menurut Hendra, pemantauan yang dilakukan sebagai bentuk kontrol publik terhadap kinerja lembaga peradilan. “Ternyata masih banyak hakim yang tidak menjalankan hukum acara maupun etika hakim sebagai mana mestinya,” jelasnya.

Sesuai sesuai Pasal 153 ayat (3) dan Pasal 195 KUHAP, jika ketua majelis hakim tidak menyebutkan secara umum bahwa sidang terbuka untuk umum, maka putusannya batal demi hukum. Komisioner Komisi Yudisial (KY) Abbas Said mengaku akan segera melakukan penelitian. KY tidak ingin gegabah dan perlu mengecek kebenaran pemantauan itu. Ini masukan bagus, nanti kita cek dulu,” ujar Abbas. (dwi/dms)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: