APAPUN SUSUNYA YANG PENTING HALAL


Susu, bagi anak-anak saat ini dianggap sebagai kebutuhan pokok.  Banyak orang tua khawatir anaknya tidak dapat tumbuh sehat dan cerdas tanpa minum susu.
.

Masing-masing produk susu menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari mengandung prebiotik untuk kesehatan pencernaan, mengandung asam lemak tak jenuh untuk kecerdasan, bebas dari gula tambahan yang menyebabkan kegemukan, dan sebagainya.

Apa pun kelebihan yang ditawarkan masing-masing produk susuu, bisa menjadi alasan untuk menentukan susu yang akan dipilih.  Tetapi sebagai seorang muslim yang terikat hukum Allah, maka selayaknya pertimbangan pertama dalam memilih susu untuk anak kita adalah HALAL.

Mungkinkah susu tidak halal?  Pertanyaan ini sering dilontarkan karena memang umumnya susu diperoleh dari sapi hidup.  Padahal, proses pembuatan susu ternyata tidak semudah itu.

SUMBER SUSU

Susu dari binatang yang tidak dinyatakan najisnya oleh syara’ adalah halal.  Termasuk di dalamnya adalah sapi, kerbau, kambing, kuda, dan keledai.  Umumnya susu yang beredar di pasaran adalah susu sapi.  Bila susu diperah dan langsung diminum tanpa adanya penambahan bahan-bahan lain maka statusnya otomatis halal.

Yang kemudian membuat susu perlu diperjelas status kehalalannya adalah proses pengolahannya yang kadang menggunakan bahan-bahan penolong yang belum tentu halal.  Begitu juga penambahan berbagai bahan yang dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu seperti penambahan nilai gizi, pengawet, pemberi rasa, menjaga stabilitas susu, dan sebagainya.

PROSES PENGOLAHAN SUSU

Susu yang sampai ke tangan kita sebenarnya telah melalui proses yang cukup panjang.  Pada susu cair, yang dilakukan memang hala proses pasteurisasi, yaitu pemanasan yang ditujukan untuk mematikan kuman-kuman.  Namun sebelumnya juga ditambahkan berbagai bahan untuk memperkaya kandungan gizi susu, seperti penambahan susu bubuk tanpa lemak untuk memperkaya protein, beberapa vitamin dan mineral.

Pada pembuatan susu bubuk prosesnya lebih kompleks.  Dari susu segar, komponen-komponennya dipisah-pisahkan terlebih dahulu sesuai dengan formula yang diinginkan.  Apakah susu yang rendah lemak, rendah laktosa, atau tinggi protein.  Ada yang diambil krimnya yang tinggi lemak sehingga menjadi susu skim.  Ada yang dipisahkan antara keju dan whey.  Keju adalah bagian padat dari susu yang didapat dari menggumpalkan susu menggunakan enzym rennet, sedangkan bagian yang tidak menggumpal kita sebut whey.  Whey masih cukup banyak mengandung zat gizi seperti laktosa dan protein terlarut, sehingga sering digunakan pada pembuatan susu formula.

Titik kritis dalam proses pengolahan susu bubuk ini adalah pada penggunaan enzim rennet.  Enzim ini didapat dari lambung anak sapi atau babi.  Karena itu kalau yang digunakan babi atau sapi yang tidak disembelih, maka produk susu yang dihasilkan dapat tercampur bahan yang haram sehingga statusnya juga menjadi haram.

BAHAN-BAHAN TAMBAHAN PADA PRODUK SUSU

Bahan-bahan tambahan pada susu inilah yang paling halal kehalalannya.  Pengemulsi, vitamin, dan mineral bisa jadi berasal dari bahan yang dipertanyakan.  Bila kita membuat susu instan, kita lihat mudah sekali susu terlarut dalam air.  Berbeda dengan susu fullcream.  Pada susu instan ditambahkan pengemulsi untuk mempermudah bercampurnya susu dengan air.  Pengemulsi dapat berasal dari bahan-bahan hewan seperti monogliserida dari lemak atau lesitin yang tidak halal.

Vitamin yang ditambahkan pada susu juga perlu dicermati.  Sumber vitamin ini bisa dari hewan atau produk mikrobial.  Bila dari hewan tentu harus dilihat jenis hewan dan penyembelihannya.  Bila dari produk mikrobial maka harus dilihat media yang digunakan untuk pertumbuhan mikrobanya, apakah berasal dari bahan halal atau haram.

Vitamin yang ditambahkan dalam pembuatan susu ini biasanya kurang stabil dalam proses pengolahan sehingga perlu dilapisi atau di-coating.  Bila bahan pelapis ini berasal dari gelatin maka perlu diperjelas juga asal gelatin ini, apakah dari sapi atau babi.  Mineral juga dapat menjadi titik kritis.  Sebagian mineral diekstark dari bahan-bahan hewan, seperti kalsium dari tulang binatang, bisa halal, bisa juga haram.

Dengan banyaknya titik kritis kehalalan susu, semestinya kita sebagai konsumen juga harus bersikap kritis.  Jangan mudah tergiur oleh iklan.  Apalagi susu formula untuk anak-anak.  Produsen susu seolah berlomba menampilkan image anak yang cerdas setelah minum produk susunya.  Tentu ini tidak sepenuhnya benar.  Kecerdasan tidak dibentuk semata-mata dari susu, tetapi juga makanan sehari-hari yang seimbang serta kualitas dan kuantitas stimulasi yang diberikan kepada anak.  Jadi?  Pertimbangan kita pertama kali dalam memilih susu tentulah dari aspek kehalalannya.  Ayo minum susu yang halal, Nak…
.

(Arini, dari berbagai sumber)
dikutip dari : Cermin Wanita Shalihah, Edisi Perdana, 1 – 29 Februari 2012
.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: