RENUNGAN AKHIR TAHUN


Tahun 2011 segera berakhir dan Tahun Baru 2012 segera menjelang.  Momen pergantian tahun sering diperingati oleh sebagian besar orang dengan berbagai macam cara.  Ada yang membuat pesta kecil-kecilan di rumah atau komplek pemukiman.  Ada pula yang membuat pesta besar-besaran di restoran atau klub malam.  Ada yang sekedar duduk ngobrol bersama teman sambil menikmati jagung bakar ditemani minuman ringan sambil mendengarkan musik.  Kadang ada pulang yang berpesta pora dengan minuman keras ditemani perempuan panggilan.  Muncul satu pertanyaan, “Apa sebenarnya yang mereka rayakan?”  Tahun yang berganti?  Tahun yang telah dilalui?  Tahun yang akan dihadapi?  Atau gembira melalui tahun lama dengan segala ceritanya dan berkesempatan untuk bertemu dengan tahun yang baru?  Semua tidak jelas.  Semua tergantung dari masing-masing individu yang merayakan.

Kita memang sudah selayaknya untuk bersyukur karena dapat melalui tahun 2011 dengan segala hal yang terjadi di dalamnya.  Segala kisah tentang keberhasilan, kegagalan, duka cita, suka ria, kesedihan, dan kegembiraan telah dan akan segera kita tinggalkan.  Kita juga sudah seharusnya bersyukur karena masih mendapat kesempatan untuk menghirup udara di tahun 2012 (insya Allah).

Tapi apakah layak, rasa syukur itu kita rayakan dengan pesta pora?  Rasa syukur harusnya membuat kita menjadi lebih sadar diri.  Sadar akan keadaan orang-orang di sekitar kita.  Sadar bahwa masih banyak orang yang mempunyai nasib lebih buruk dari kita.  Layakkah kita berpesta pora sementara masih banyak orang yang belum tahu apakah besok ada yang bisa mereka makan.  Layakkah kita berhura-hura sementara masih ada orang yang sedih dan bingung memikirkan hari esok.  Pergantian tahun harusnya membuat kita lebih banyak melakukan perenungan.  Sadarkah kita, bahwa setiap hari yang kita lalui sesungguhnya semakin mendekatkan diri kita kepada sesuatu yang tak bisa dihindari.  Kematian, itulah yang menjadi tujuan akhir dari perjalanan kita.

Pergantian tahun seharusnya menjadi sebuah perenungan bagi kita.  Berapa banyak kebaikan yang telah lakukan.  Berapa banyak hal buruk yang telah kita lakukan.  Mampukah kita melakukan hal-hal yang lebih baik di tahun 2012 nanti.

Sesungguhnya, pesta pora dan hingar-bingar yang kita lakukan tidaklah memberi manfaat apa pun.  Tidak bagi kita tidak pula bagi orang lain.  Berapa banyak uang terbuang percuma untuk satu perayaan yang tidak jelas manfaatnya.  Berapa banyak waktu terbuang percuma hanya untuk berpesta pora.  Kini saatnya kita memperbaiki diri.  Kita rayakan pergantian tahun dengan sebuah renungan untuk memperbaiki keadaan.  Saatnya bagi kita untuk tidak saling mencela.  Saatnya bagi kita untuk bersama-sama bekerja untuk kesejahteraan orang-orang di sekitar kita.
.

Satu Tanggapan to “RENUNGAN AKHIR TAHUN”

  1. state abbreviations Says:

    good idea im gonna try it


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: