CANDA INDAH RASULULLAH


Oleh : Zirlyfera Jamil
Sumber : Ummi, No. 08/XX Desember 2008 / 1429 H
.

Rasulullah Muhammad saw. adalah teladan umat manusia.  Semua kata-kata, sikap, dan perilakunya merupakan cermin bagi umat Islam.  Akhlaqnya terjaga dan menyenangkan semua orang yang berada di dekatnya.  Tua, muda, besar, kecil, laki-laki maupun perempuan, kaya ataupun miskin, para pejabat ataupun rakyat kebanyakan.  Semua disayang, dihormati, dan diajak bergaul tanpa dibeda-bedakan.

Dalam bergaul, Rasulullah tak pernah berkata dusta, tegur sapanya tak pernah menyakiti bahkan candanya pun berisi kebenaran.  Karena itu, setiap orang yang berhubungan dengan Rasulullah selalu merasa senang dan gembira.  Sebab di sela-sela kesibukannya sebagai Nabi, Pemimpin Umat dan Kepala Negara, canda-canda Rasulullah sering menghibur mereka.

Satu contoh, pada suatu hari seorang perempuan yang dulu adalah pengasuh Rasulullah, Ummu Aiman, meminta tolong kepada Nabi saw. untuk membantunya menaiki seekor unta.  Maka Rasulullah pun mendekatinya dan berkata, “Baiklah wahai Ummu Aiman, aku akan menaikkan dirimua ke atas seekor anak unta betina”.

Ummu Aiman itu terkejut dan sedikit bingung, “Tetapi Rasulullah, apa yang bisa kuperbuat dengan seekor anak unta betina, hewan itu tentu tidak kuat ditunggangi”, jawabnya.

“LIhat sajalah, aku akan tetap menaikkan engkau ke atas seekor anak unta betina”, kata Rasulullah lagi kali ini dengan tersenyum.

“Tapi… tapi… anak unta betina itu tentunya tidak kuat dijadikan tunggangan ya Rasul…”

Lantas Rasulullah membimbing Ummu Aiman mendekati unta jantan yang gagah dan membantunya naik.

“Bukankah setiap unta pastilah anak unta betina?  Begitu juga dengan unta ini”, jelas Rasul sambil menunjuk unta jantan nan gagah itu.  “Maka sekarang naiklah”.

Maka seketika tertawalah Ummu Aiman dan para sahabat yang menyaksikan peristiwa itu.  Sungguh indah kebenaran canda Rasulullah itu.

Pada kesempatan lain, seorang perempuan mendatangi Rasulullah dan berkata, “Ya Rasulullah, suamiku tengah sakit.  Dia memerlukan dirimu.  Bisakah engkau menjenguk dirinya?”

Oh, suamimu sakit?  Suamimu itu yang di dalam matanya ada putih-putihnya kan?  Baiklah aku akan ke sana”, kata Rasulullah saw. sambil tersenyum.

Perempuan itu agak keheranan, namun mengingat suaminya tengah sakit dia hanya bergegas kembali ke rumah dan membuka mata suaminya.  Suaminya bertanya dengan keheranan, “Ada apa?  Mengapa kamu meneliti mataku?”

“Rasulullah berkata, di dalam matamu ada putih-putihnya, aku mau memastikannya”, jelas istrinya.

Suaminya tersenyum lebar dan berkata pada istrinya, “Istriku, bukankah semua mata manusia memang ada putih-putihnya?”

“Oh, ya ampun, benar juga ya…” kata sang istri sambil ikut tertawa bersama suaminya mengingat canda Rasulullah tadi.

Begitu juga pada satu hari seorang perempuan tua mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, “Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam surga”.

Rasulullah memandang sang nenek dan berkata, “Wahai ummi fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh perempuan tua”.

Perempuan itu lalu menitikkan air mata karena sedihnya.  Tapi segera Rasulullah menjelaskan dengan suara lembutnya, “Neka, tidakkah kamu ingat firman Allah ini, Kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa tidak tersentuh, tetap mencintai jodohnya serta sebaya umurnya“.

Kini sang nenek tertawa lebar mengetahui maksud perkataan Rasul, bahwa kelak setiap orang yang wafat dalam keadaan tua, ketika memasuki surga akan kembali dimudakan tubuhnya oleh Allah Swt.

Begitulah Rasulullah yang kerap bersenda gurau dengan keluarga dan sahabatnya namun tak pernah menyimpang dari kebenaran.  Salam dan shalawat kami padamu ya Rasul….

***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: