RAPAT KOORDINASI PUSAT INFORMASI PASAR KAB. BERAU


RESUME RAPAT KONSULTASI DAN KOORDINASI TEKNIS

PEMASARAN AYAM POTONG


Rapat Konsultasi dan Koordinasi Teknis Pemasaran Ayam Potong diadakan di Ruang Rapat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Berau pada hari Kamis tanggal 12 April 2011.  Rapat ini dihadiri oleh pengusaha ayam potong se-Kabupaten Berau; perwakilan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Berau; Pengurus Pusat Informasi Pasar (PINSAR) Kabupaten Berau; serta wakil dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Berau sebagai fasilitator kegiatan rapat.

Tujuan dari kegiatan Rapat Konsultasi dan Koordinasi Teknis adalah untuk menyamakan persepsi tentang proses pemasaran ternak ayam potong di Kabupaten Berau, sehingga tidak terjadi gejolak harga di saat terjadi over suplai.

ARAHAN KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

Perkembangan pengusaha/peternak ayam potong di Kabupaten Berau selama 10 tahun terakhir, berkembang pesat.  Perkembangan ini selain memberi dampak positif dalam hal pemenuhan kebutuhan daging (daging ayam), tetapi juga memberikan implikasi negatif di saat terjadi over suplai, sehingga harga daging pun jatuh dan titik impas (BEP) dari para pengusaha ayam potong pun menjadi tidak dapat dicapai.

Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya over suplai maka diperlukan koordinasi dan kerjasama di antara para peternak dengan difasilitasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Berau serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kab. Berau.

Pengaturan populasi ternak ayam potong dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya over suplai ayam potong di pasaran.  Pengaturan populasi dimulai dari sejak proses pemasukan DOC, sehingga populasi ayam secara keseluruhan pun dapat terkendali.

Upaya lain yang perlu dipikirkan adalah upaya penanganan pasca panen, baik mulai dari penanganan hasil produksi hingga tingkat pemasaran.  Pengelolaan hasil produksi dapat dilakukan jika kasus over suplay tidak dapat dihindari.

Keuntungan dalam usaha akan dapat diperoleh jika terjadi kesepakatan di antara para pelaku usaha di bidang peternakan (ayam potong).  Kesepakatan dimulai dari penetapan harga di saat bongkaran hingga jika memungkinkan pengaturan populasi ternak ayak potong yang diusahakan oleh para peternak.

ARAHAN DINAS PERINDUSTRIAN, PERDAGANGAN, DAN KOPERASI

Setiap usaha pasti mengharapkan untung yang besar.  Bagaimana kita dapat keuntungan seperti yang kita harapkan, maka kita harus dapat mengatur atau mengendalikan beberapa hal di antaranya adalah : populasi ternak dalam kaitannya dengan permintaan dan penawaran.  Seandainya kita dapat mengatur keseimbangan antara permintaan dan penawaran, maka keuntungan pasti akan dapat diperoleh.

Permintaan yang terlalu besar atau tinggi, sementara penawaran dari produsen masih rendah, maka dapat dipastikan harga produk akan cenderung menjadi lebih tinggi.  Begitu sebaliknya, jika penawaran tinggi atau besar (over suplay) sementara permintaan tidak berubah atau tetap, maka akan timbul kecenderungan harga produk menjadi jatuh.  Jatuhnya harga produk mengakibatkan titik impas dari produsen menjadi tidak dapat tercapai.

DISKUSI PESERTA

1.   Kesepakatan yang ditentukan oleh PINSAR untuk para anggotanya :

a.  Disepakati harga bongkaran ayam potong sebesar Rp. 15.000,00 / kg dengan kondisi ayam sehat, seandainya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan diatur atau diadakan pembicaraan lebih lanjut untuk menentukan harga minimal bongkaran sesuai perubahan kondisi yang ada.

b.  Setiap anggota PINSAR dilarang menjual hasil lebih rendah dari hasil dari harga minimal yang telah disepakati.

c.  Apabila kesepakatan tersebut dilanggar oleh anggota, maka anggota yang bersangkutan akan dikeluarkan dari keanggotaan PINSAR.

d.  Anggota yang melanggar kesepakatan yang telah ditetapkan maka yang bersangkutan akan mencabut ijin yang dimilikinya secara sukarela.

2.   a.  Kemitraan baru, (UD. MITRA UTAMA) maka akan terjadi lonjakan populasi yang dikhawatirkan akan terjadi gejolak harga bongkaran.

b.  Melihat hal tersebut, maka pihak PINSAR mengambil tindakan dengan mencoba merangkul mitra tersebut untuk bergabung dengan PINSAR.

c.   Usaha tersebut akhirnya berhasil dengan bergabungnya UD. Mitra Utama ke dalam PINSAR Kab. Berau.

3.  a.   Selain anggota PINSAR di Kabupaten Berau juga terdapat peternak mandiri yang tidak tergabung dalam PINSAR.

b.  Bagaimana cara menentukan harga bongkaran untuk peternak yang di luar anggota PINSAR.

4.   a.   Kesepakatan yang telah ditetapkan memang akan mengikat khusus kepada anggota PINSAR saja dan tidak dapat mengikat peternak di luar anggota PINSAR.

b.  Peternak anggota PINSAR sebagian besar adalah pengusaha dengan populasi yang besar, sehingga diharapkan pengaturan di tingkat anggota PINSAR akan memberi dampak yang cukup berpengaruh terhadap populasi ayam potong di Kabupaten Berau.

5.   a.   Diperlukan kesamaan persepsi atau cara perhitungan Break Even Point (BEP) sehingga terjadi kesamaan persepsi dalam penentuan harga bongkaran minimal.

b.  Kita harus bisa mengetahui berapa sebenarnya kebutuhan ayam potong di Kabupaten Berau (di pasaran) sebab pada saat produk melebihi kebutuhan ayam potong di pasaran (over produksi), maka harga jual produk akan menjadi turun.

6.   a.   Apakah diperlukan keterlibatan dinas terutama dalam pembatasan pemasukan DOC ke wilayah Kabupaten Berau melalui proses perijinan pemasukan DOC.

b.  Diharapkan dengan adanya pembatasan pemasukan DOC, maka populasi ayam potong di Kabupaten Berau akan dapat terkendali.

KESIMPULAN

Kesepakatan yang dapat disepakati oleh PINSAR Kab. Berau adalah :

1.  Harga bongkaran Rp. 15.000,00 per kg ayam dengan ketentuan tidak ada fee untuk para brooker.

2.  Setiap anggota PINSAR dilarang menjual hasil lebih rendah dari harga minimal yang telah disepakati.

3.  Setiap anggota PINSAR sepakat tentang pengenaan sanksi terhadap anggota yang melanggar kesepakatan yang telah ditentukan.  Jenis dan besaran sanksi yang diberikan akan diuraikan lebih detail dalam AD/ART Pusat Informasi Pasar (PINSAR) Kabupaten Berau.

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: