Material bawaannya lebih besar dari gajah bengkak !


Sebelumnya kita tahu seberapa panas awanpanas ini ketika melanda desa-desa di Cangkringan. Terus seberapa besar tenaganya ?

:( “Wah Pakde, emangnya gaya serta energi apa saja apa yang bekerja didalam luncuran awanpanas itu ?”

:D “Kalau letusan keatas ya karena tekanan gas-gas dari bawah, tapi ketika meluncur kebawah dilerengnya ya hanya karena gravitasi “.

Batu berukuran diameter pendek 4 meter dengan diameter sumbu panjang 7 meterini dipotret oleh seorang kawan Mas Bambang Mertani, seorang geolog yang sangat mencintai Merapi pada tanggal 16 November 2010.

Lingkungan sekitar batu ini berupa pasir serta kerikil yang masih panas. Bahkan bila dikucuri air akan mengeluarkan uap seperti berasap.

Mega boulder dari Merapi

Batu ini berada dilokasi Pagejurang, Kepuhsari, Cangkringan, Sleman yang jaraknya sekitar 9 Km dari Puncak Merapi. Dapat dibayangkan seberapa besar tenaga dari awanpanas ini ketika meluncur kebawah.

Menurut Pak Bambang Mertani pasir serta dasar batuan dibawah yang diinjaknya masih terasa panas, sehingga belum memungkinkan untuk didiskripsi jenis batuan, tekstur serta struktur batuan ini.

Bagaimna bisa terbawa ?

Dibawah ini teori bagaimana transportasi batuan-batuan ini dikelompokkan. Mulai dari Debris flow (aliran runtuhan) termasuk didalamnya piroklastik, grain flow (aliran butira) serta slide dan bagaimana bentuk struktur dan tekstur sedimentnya. Untuk batuan piroklastik sebenernya akan mirip juga dengan sistem dibawah ini,

Jenis-jenis aliran runtuhan (Johanson, 2000)

Pengangkutan batu sebesar itu terjadi pada aliran avalance atau runtuhan yang sangat besar terdiri atas batuan berukuran lebih keci berupa boulder, hingga kerikil, pasir, debu dan bercampur gas. Batu ini berbentuk membundar diperkirakan tergerus selama menggelinding sejauh 9 Km dari Puncak Merapi.

Video dibawah ini dapat sedikit menggambarkan bagaimana batu-batu dengan sedikit air saja mampu menggelinding melalui parit. Sedangkan batu “gajah bengkak” diatas menggelinding disepanjang Kali Gendol.

Debrisflow

Diatas itulah video bagaimana batu berukuran diameter lebih dari satu meter mengalir, ya mengalir !. Lebih tepatnya memang menggelinding tetapi dalam massa aliran batu (debris flow) seperti ini dapat dibayangkan densitas dari “fluida” ini. Betul,aliran batu , kerikil, bercampur pasir dan air ini mirip seperti fluida yang bergerak mengalir dalam sebuah parit.

Untuk piroklastik Merapi alirannya lebih pekat, lebih banyak volumenya serta sudut luncuran lerengnya jauh lebih curam, dibanding video diatas. Sehingga luncuran prioklastik Merapi ini memiliki tenaga yang sangat kuat, dan mampu untuk menggelindingkan batu Si Gajah Bengkak ini.

:( “Whaduh Pakde, itu batu bisa segede gitu apakah merupakan vulcanic plug ya, Pakdhe ?”

:D “Tentunya perlu dilihat bagaimana tekstur, struktur serta mineraloginya, Thole”.

Vulkanic Plug, atau tutup kerongkongannya gunung ini terbentuk secara khusus, tentunya memiliki strutur dan tekstur batuan yang khas. Namun karena kondisinya belum memungkinkan diselidiki karena risiko serta peralatan yang diperlukan, maka belum diketahui asal muasal batu ini.

Sumber : http://rovicky.wordpress.com/2010/11/17/material-bawaannya-lebih-besar-dari-gajah-bengkak/

.

%d blogger menyukai ini: