MAHASISWA STIPER BERAU YUDISIUM


SEKOLAH Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Berau menggelar yudisium mahasiswa angkatan pertama di Hotel Derawan Indah kemarin (29/9). Tercatat, sebanyak 32 mahasiswa yang diyudisium, terdiri dari 20 mahasiswa dari program studi Agrobisnis dan 12 mahasiswa dari Agroteknologi.
Ketua STIPER Berau Ir Radjudin Abdurachman MM mengatakan, pelaksanaan yudisium kemarin merupakan kulminasi dari seluruh perjuangan para mahasiswa dalam rangka meraih cita-cita sebagai sarjana pertanian, dan awal upaya pengabdian pada negara dalam rangka membangun Indonesia di sektor pertanian.
Luasnya wilayah Kabupaten Berau, melimpahnya sumber daya alam, serta didukung dengan kebijakan pengembangan sektor pertanian secara luas, memerlukan para praktisi pada bidang tersebut. Pesatnya pertumbuhan sektor pertanian di Berau ditandai dengan maraknya pembukaan lahan-lahan perkebunan, baik yang diusahakan oleh perusahaan besar swasta untuk komoditi kelapa sawit, maupun perkebunan rakyat seperti karet, kakao, kopi, lada, dan sebagainya.
STIPER Berau sejak didirikan pada 2004 lalu hingga sekarang telah memiliki 350 mahasiswa yang terbagi dalam 2 program studi, yaitu program studi Agroteknologi dan Agribisnis. Sejarah perjalan Stiper Berau dari mulai berdiri memang cukup membuat kenangan, di mana pada tahap awal harus menumpang pada gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Pemkab Berau, selanjutnya menumpang di Pesantren Al Ikhsan dan kini Stiper telah mampu melaksanakan perkuliahan pada lahan 10 hektare dan gedung milik sendiri, berkat bantuan pemkab, pemprov, dunia usaha, serta mahasiswa dan masyarakat yang peduli.
Menurut Radjudin, kehadiran Stiper di Kabupaten Berau diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan di sektor pertanian dalam arti luas. Para lulusannya diharapkan mampu mengisi pasar kerja dan menjadi wirausaha yang andal, sehingga seluruh potensi sumber daya alam akan mampu terkelola secara berkelanjutan, yang akhirnya mampu memajukan perekonomian daerah.
Beban terberat dari seorang sarjana khususnya sarjana pertanian, kata dia, bukanlah lamanya studi yang ditempuh atau banyaknya mata kuliah yang telah dilalui, tetapi beban di masyarakat nantinya yang mana seorang sarjana dianggap serba tahu di bidangnya. “Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi seluruh yudisiawan agar selalu belajar, dan meningkatkan pengetahuannya,” ungkapnya. (bm4)
.
Iklan

Satu Tanggapan to “MAHASISWA STIPER BERAU YUDISIUM”

  1. Salmia Says:

    Assalamu Alaikum, tolong dong kirimin jumlah mata kulia dan mata kulia apa saja yang di programkan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: