LIMA FAEDAH PUASA SYAWAL


 Dikutip dari : Buletin Jumat AL-BINA, Edisi 39, 24 September 2010 M / 15 Syawal 1431 H 

. 

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh”.  (HR. Muslim no. 1164, dari Abu Ayyub Al Anshori) 

Alhamdulillah, kita saat ini telah berada di bulan Syawal.  Kita juga sudah mengetahui ada amalan utama di bulan ini yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.  Apa saja faedah melaksanakan puasa tersebut?  Itulah yang akan kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca pada kesempatan kali ini.  Semoga bermanfaat. 

Faedah pertama : Puasa Syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh”. (HR. Muslim no. 1164 dari Abu Ayyub Al Anshori) 

Para ulama mengatakan bahwa berpuasa seperti setahun penuh asalnya karena setiap kebaikan semisal dengan sepuluh kebaikan.  Misal, bulan Ramadhan (puasa sebulan penuh, -pen) sama dengan (berpuasa) selama sepuluh bulan (30 x 10 = 300  hari = 10 bulan) dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan (berpuasa) selama dua bulan (6 x 10 = 60 hari = 2 bulan). 

Jadi seolah-olah jika seseorang melaksanakan puasa Syawal dan sebelumnya berpuassa sebulan penuh di bulan Ramadhan, maka dia seperti melaksanakan puasa setahun penuh.  Hal ini dikuatkan oleh sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.  [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal] (QS. Al An’am [6] : 160) (HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban, dari Tsauban – bekas budak Rasulullah saw.) 

Cara melaksanakan puasa Syawal adalah : 

  1. Puasa dilakukan selama enam hari.
  2. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  3. Lebih utama dilakkan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.

Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa setahun penuh.  Dan ingatlah puasa Syawal adalah puasa sunnah sedangkan qodho’ Ramadhan adalah wajib.  Sudah semestinya ibadah wajib lebih didahulukan daripada yang sunnah. 

Faedah kedua : Puasa Syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekukarangan dan menyempurnakan ibadah wajib 

Yang dimaksudkan di sini bahwa akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib.  Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini.  Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah. 

Faedah ketiga : Melakukan puasa Syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan 

Jika Allah SWT menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan shalih selanjutnya.  Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan shalih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal.  Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf, “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya”. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/417, Daar Thoyyibah, cetakan kedua, 1420 H [Tafsir Surat Al Lail]) 

Ibnu Majah menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya.  Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama.  Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda ditolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394) 

Renungkanlah!  Bagaimana lagi jika seseorang hanya rajin shalat di bulan Ramadhan (rajin shalat musiman), namun setelah Ramadhan shalat lima waktu begitu dilalaikan?  Pantaskah amalan orang tersebut di bulan Ramadhan diterima? 

Oleh karena itu, tidak sah puasa seseorang yang di luar bulan Ramadhan.  Bahkan orang seperti ini (yang meninggalkan shalat) dinilai kafir dan telah melakukan kufur akbar, walaupun orang ini tidak menentang kewajiban shalat.  Orang seperti ini tetap dianggap kafir menurut pendapat ulama yang paling kuat. 

Faedah keempat : Melaksanakan puasa Syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah 

Nikmat apakah yang disyukuri?  Yaitu nikmat ampunan dosa yang begitu banyak di bulan Ramadhan.  Bukankah kita telah ketahui bahwa melalui amalan puasa dan shalat malam selama sebulan penuh adalah sebab datangnya ampunan Allah, begitu pula dengan amalan. 

Ibnu Rajab mengatakan, “Tidak ada nikmat yang lebih besar dari pengampunan dosa yang Allah anugerahkan”. (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394)  Sampai-sampai Nabi saw. pun telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang banyak melakukan shalat malam.  Ini semua beliau lakukan dalam rangka bersyukur atas nikmat pengampunan dosa yang Allah berikan. 

Ingatlah bahwa rasa syukur haruslah diwujudkan setiap saat dan bukan hanya sekali saja ketika mendapatkan nikmat.  Namun setelah mendapatkan satu nikmat, kita butuh bentuk syukur yang selanjutnya. 

Ada ba’it syair yang cukup bagus, “Jika syukurku pada nikmat Allah adalah suatu nikmat, maka untuk nikmat tersebut diharuskan untuk bersyukur dengan nikmat yang semisalnya”. 

Ibnu Rajab Al Hambali menjelaskan, “Setiap nikmat Allah berupa nikmat agama maupun nikmat dunia pada seorang hamba, semua itu patutlah disyukuri”.  Kemudian taufik untuk bersyukur tersebut juga adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan bentuk syukur yang kedua.  Kemudian taufik dari bentuk syukur yang kedua adalah suatu nikmat yang juga patut disyukuri dengan syukur lainnya.  Jadi, rasa syukur akan ada terus sehingga seorang hamba merasa tidak mampu untuk mensyukuri setiap nikmat.  Ingatlah, syukur yang sebenarnya adalah apabila seseorang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu untuk bersyukur (secara sempurna). 

Faedah kelima : Melaksanakan puasa Syawal menandakan bahwa ibadahnya kontinu dan bukan musiman saja 

Amalan yang seseorang lakukan di bulan Ramadhan tidaklah berhenti setelah Ramadhan itu berakhir.  Amalan tersebut seharusnya berlangsung terus selama seorang hamba masih menarik nafas kehidupan.  Sebagian manusia begitu bergembira dengan berakhirnya kenapa mereka merasa berat ketika berpuasa dan merasa bosan ketika menjalaninya.  Siapa yang memiliki perasaan semacam ini, maka dia terlihat tidak akan bersegera melaksanakan puasa lagi setelah Ramadhan karena kepenatan yang ia alami.  Jadi, apabila seseorang segera melaksanakan puasa setelah hari ‘ied, maka itu merupakan tanda bahwa ia begitu semangat untuk melaksanakan puasa, tidak merasa berat dan tidak ada rasa benci. 

Ada sebagian orang yang hanya rajin ibadah dan shalat malam di bulan Ramadhan saja, lantas dikatakan kepada mereka, “Sejelek-jelek orang adalah yang hanya rajin ibadah di bulan Ramadhan saja.  Sesungguhnya orang yang shalih adalah orang yang rajin ibadah dan rajin shalat malam sepanjang tahun”.  Ibadah bukan hanya hanya di bulan Ramadhan, Rajab, atau Sya’ban saja. 

Maksudnya adalah jadilah hamba Rabbaniy yang rajin ibadah di setiap bulan sepanjang tahun dan bukan hanya di bulan Sya’ban saja.  Kami juga dapat mengatakan, “Jadilah Rabbaniyyin dan janganlah menjadi Romadhoniyyin”.  Maksudnya, beribadahlah secara kontinu (ajeg) sepanjang tahun dan jangan hanya di bulan Ramadhan saja.  Semoga Allah memberi taufik. 

Wallahu a’alam bish shawab 

 .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: