BEDA HADIAH DAN SOGOK


Akhir-akhir ini tentu kita telah sangat terbiasa dengan berita kasus korupsi baik di media cetak maupun media elektronik.  Baik yang bernilai puluhan juta hingga yang milyaran bahkan trilyunan juta.  Baik yang memang disengaja korupsi ataupun yang “tidak sengaja terjerumus” masuk ke kasus korupsi.  Kenapa dikatakan “tidak sengaja terjerumus”?  Hal ini karena tidak sedikit pejabat yang tersangkut kasus korupsi, karena dianggap ikut membantu memperkaya orang lain (walaupun yang bersangkutan tidak menerima uang) sehingga merugikan keuangan negara.

Seorang pejabat tentu juga sering menerima bingkisan yang diterima dari pihak-pihak tertentu sebagai sebuah” hadiah”.  Hal ini tentulah menyenangkan jika memang berupa hadiah, tetapi akan lain halnya jika ternyata itu merupakan salah satu usaha penyuapan atau sogok.

Dr. Abdurrahim bin Ibrahim As-Sayyid Al-Hasyim dalam bukunya yang berjudul “BEDA HADIAH DAN SOGOK BAGI PEGAWAI” memberikan penjelasan tentang perbedaan antara hadiah dan sogok.  Setidaknya ada lima point penting yang membedakan hadiah dan sogok, yaitu :

  1. Hadiah diperintahkan oleh Allah dan bahkan dianjurkan, karena itu adalah bagian dari hasil usaha yang baik.  Sementara sogok dilarang karena termasuk hasil usaha yang buruk.
  2. Hadiah tidak bersyarat dalam memberikannya.  Sementara sogok diberikan bersyarat, baik kata-kata atau makna dengan ganti yang tidak halal sama sekali, baik berupa pekerjaan atau penyelesaian suatu masalah.
  3. Hadiah diberikan di jalan yang  hak, seperti untuk saling mencintai, mengasihi antara kerabat, tetangga, atau teman; diberikan karena penghargaan kepada orang yang telah sukarela berbuat baik, yang bukan merupakan tugasnya, baik di pemerintahan atau tugas pribadi.
  4. Hadiah diberikan terang-terangan di atas dasar kedermawanan, sifat santun, dan sukarela.  Dan pemberi serta penerimanya dipuji, dan didoakan agar mendapatkan berkah.  Adapun sogok diberikan secara tersembunyi atas dasar bakhil serta ingin mendapatkan imbalan, dan biasanya diberikan bukan dengan sukarela.  Kemudian pelaku dan penerimanya dicela sehingga jauh dari keberkahan.
  5. Pemberian sogok atau syarat biasa dilakukan sebelum terjadinya kerja, sementara hadiah diberikan sesudahnya.

Uraian tersebut sebenarnya telah cukup tegas dan jelas, bahwa yang namanya suap atau sogok diberikan dengan adanya syarat atau maksud tertentu.  Jadi, kiranya akan lebih baik jika menghindar dari menerima pemberian apapun dengan maksud yang tidak jelas, apalagi pemberian tersebut berkaitan dengan tugas yang menjadi tanggung jawab kita.

Mudah-mudahan uraian di atas dapat memberikan gambaran yang lebih jelas akan perbedaan dari hadiah dan sogok, sehingga kita dapat lebih tenang dalam bekerja.  Tentunya rejeki yang halal akan kita berikan kepada keluarga di rumah untuk kemudian dinikmati bersama anak dan istri.  Rejeki yang halal tentu akan menghasilkan sesuatu yang baik dan berkah.  Amiin.

.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: