HARTA YANG TERPENDAM


Dikutip dari : UMMI, No. 04/XVI 2004 M / 1425 H.

.

Pada masa dahulu hidup seorang lelaki yang memiliki tanah kebun yang cukup luas.  Lelaki itu adalah seorang yang alim dan jujur.  Pada suatu hari untuk suatu keperluan, ia bermaksud menjual tanah miliknya.  Maka diumumkanlah pada masyarakat bahwa ia bermaksud menjual tanahnya.

Tak lama berselang, datang seorang lelaki bermaksud membeli kebun milik lelaki pertama.  Tawar menawar pun terjadi dan akhirlah terjadi kesepakatan jual beli.

“Alhamdulillah, terima kasih atas pembelianmu”, kata lelaki pertama.

Lelaki kedua juga mengucapkan terima kasih.  Mereka berjabat tangan dan kemudian saling berpisah.

Beberapa waktu kemudian, mulailah lelaki kedua menggarap tanah yang kini sudah menjadi miliknya.  Ia bekerja dengan sungguh-sungguh sepanjang hari demi mendapatkan tanah gembur dan siap untuk ditanami.  Terbongkar dan terjungkir sehingga menjadi gembur.

Namun pada suatu hari lelaki itu terkejut mendapati bahwa cangkulnya mendapati sesuatu yang berbeda di tanahnya.  Ada benda keras yang bersinar berkilauan di sana.  Dilihatnya benda tersebut dengan lebih teliti dan diangkatnya.  Segera saja sesudah itu matanya terbelalak lebar.  Benda itu adalah emas!  Benar-benar emas yang berkilap dan tentu saja sangat berharga.

Sejenak lelaki itu berpikir, milik siapakah emas ini?  Adakah orang yang memilikinya?

Aku tidak memilikinya dan aku juga tidak pernah membelinya, lelaki kedua berkata dalam hatinya.  Maka, tentulah emas ini milik pemilik tanah yang pertama, lanjut kata hatinya.  Tak sedikit pun tersirat dalam diri lelaki kedua ini keinginan untuk menguasai emas itu.  Sebab dia sungguh takut bila emas itu ternyata bukan haknya tetapi terpakai olehnya.  Maka dia segera menemui lelaki penjual tanah.

Lelaki pertama yang menjual tanah terkejut melihat kedatangan lelaki kedua.  Dan dia lebih terkejut lagi ketika mendengar alasan lelaki kedua datang adalah untuk mengembalikan emas yang ditemukan di tanah kebun.

“Bagaimana mungkin kamu mengatakan emas ini milikku?” kata lelaki pertama.  “Aku sudah menjual tanah itu kepadamu.  Maka tentu saja segala apa yang tumbuh maupun terkubur di dalamnya menjadi milikmu”.

“Tentu saja tidak begitu”, sanggah lelaki kedua tak ragu-ragu.  “Emas itu adalah milikmu karena sesungguhnya aku hanya membeli tanah ini saja darimu, tidak termasuk harta yang terkubur di dalamnya”.

Begitulah kedua lelaki shalih itu saling bersikukuh dengan pendapatnya.  Mereka saling menyanggah karena tak mau mengakui apa-apa yang bukan menjadi hak mereka.  Bagi mereka harta yang halal jauh lebih penting dari jumlah yang banyak.

Untuk mencari kesepakatan, kedua lelaki ini menemui seorang alim yang bijaksana di kota tempat tinggal mereka.  Maka sesudah menceritakan segalanya, sang alim pun  bertanya pada lelaki pertama, “Apakah engkau memiliki seorang anak?”

“Ya, aku memiliki seorang anak lelaki”.

“Dan bagaimana denganmu?” tanya sang alim pada lelaki kedua.

“Aku memiliki seorang anak perempuan”.

“Kalau begitu, nikahkanlah anak kalian berdua dan jadikanlah harta ini sebagai biaya pernikahan mereka setelah kalian keluarkan sebagaian darinya sebagai sedekah”, nasehat sang alim.

Kedua lelaki itu mendengar nasehat itu sebagai sebuah saran yang baik sekali.  Mereka ridlo dengan keputusan itu dan menyampaikannya kedua anak mereka.  Sungguh, harta terpendam itu akhirnya menumbuhkan keberkahan yang besar dengan terjalinnya ukhuwah di antara dua keluarga.  Dan itu semua berawal dari kehati-hatian kedua lelaki shalih yang tidak mau sembarangan mengakui harta yang belum tentu bukan milik mereka.  (Zirlyfera Jamil).


Ditulis dalam KUMPULAN CERITA. Tag: . 2 Comments »

2 Tanggapan to “HARTA YANG TERPENDAM”

  1. krupukcair Says:

    sudah jarang yang seperti ini di zaman sekarang Mas…😀

    • abuanjeli Says:

      Sudah jarang atau bahkan langka memang, tapi kita harus yakin mereka masih ada…
      Seandainya para pemimpin negeri ini seperti mereka …
      Insya Allah tidak akan ada anak gelandangan di jalanan
      Tidak akan ada kasus gas elpiji meledak karena tabung dipalsukan
      dan yang pasti … negeri ini akan makmur, aman, dan sejahtera …
      Marilah kita berdoa semoga mereka yang tersesat ditunjukkan jalan …
      Dan harta yang terpendam di hati nurani anak negeri ini segera terangkat di permukaan … Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: