WARISAN RASULULLAH


Dikutip dari : UMMI, No. 09/XVI Januari-Februari 2005 M / 1425 H.

a

Sepeninggal Rasulullah Muhammad saw., para sahabat melanjutkan risalahnya dengan mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam seluas-luasnya.  Berbagai negeri didatangi, berbagai lapisan masyarakat ditemui untuk diingatkan pada syariat Allah.  Tak hanya mengenalkan Islam bagi orang-orang non muslim, para sahabat juga selalu mengingatkan kaum muslimin untuk terus mendalami Islam.  Begitulah sikap para sahabat, sebagaimana juga dilakukan oleh Abu Hurairah ra.

Pada suatu hari, Abu Hurairah ra. tengah berjalan untuk suatu keperluan melewati pasar Madinah.  Sesampainya di dekat pasar, dia melihat sekelompok lelaki dewasa tengah duduk-duduk di pinggiran pasar.  Mereka tidak terlihat sedang melakukan suatu kesibukan tertentu.  Agaknya mereka memang sedang bersantai-santai saja.

Abu Hurairah pun bergegas mendatangi mereka dan berkata dengan suara yang dibuatnya penuh keheranan, “Wahai orang-orang kenapa kalian masih saja berdiam diri di pinggiran pasar ini?”

Orang-orang itu terkesima mendengar nada suara Abu Hurairah sebelum balik bertanya.

“Memang ada apa wahai Abu Hurairah?”

Maka Abu Hurairah pun menjawab, “Lho, apakah kalian tidak tahu, di sana, di masjid tengah dibagi-bagikan warisan Rasulullah.  Tidakkah kalian ingin ke sana dan ikut mengambil bagian kalian?”

Mendengar keterangan dari Abu Hurairah tentang adanya pembagian warisan Rasulullah, segera saja kelompok itu membubarkan diri.  Masing-masing dari mereka bergegas menuju ke masjid agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan pembagian warisan Rasul.  Masing-masing dari mereka juga bertanya-tanya dalam hati, kira-kira apa ya yang tengah dibagikan itu?

Sementara kelompok itu beranjak menuju masjid, Abu Hurairah tetap menanti di dekat pasar.  Ia ingin tahu bagaimana reaksi kelompok itu bila sudah mendapatkan warisan Rasulullah.

Tak lama, kelompok yang ingin mendapatkan warisan Rasulullah itu pun kembali ke arah pasar.  Wajah mereka tampak kecewa.  Mereka pun mendekati Abu Hurairah dengan bersungut-sungut.  Salah seorang di antara mereka lantas berkata, “Wahai Abu Hurairah, kami sudah datang ke masjid itu dan mencari orang yang tengah membagikan warisan Rasulullah sebagaimana engkau katakan.  Tetapi, kami sama sekali tidak melihat ada seseorang sedang membagikan sesuatu di sana.  Apakah engkau bermaksud mempermainkan kami?”.

“Benarkah tidak ada seorang pun yang kalian lihat di masjid itu?” Abu Hurairah balik bertanya.

Tentu saja ada, tetapi tidak ada yang sedang membagi-bagikan warisan Rasulullah”, jawab yang lain.

“Jadi, apa yang kalian temui di masjid itu?” Abu Hurairah masih saja bertanya.

“Kami hany melihat orang-orang berkumpul di masjid dan melakukan hal-hal sebagaimana biasanya.  Ada yang sholat, ada yang tengah membaca Al Qur’an, dan ada pula yang tengah mempelajari soal-soal hukum Islam, halal dan haram”, jawab mereka.

Maka Abu Hurairah pun menggeleng-gelengkan kepalanya seraya berkata, “Celakalah kalian kalau tidak memahami dan tidak ingin mendapatkannya.  Itulah dia warisan Rasulullah.  Segala pelajaran dan amalan yang terdapat dalam Qur’an dan sunnahnya.  Tidakkah kalian dapat melihatnya kini?”

Sungguh terkejutlah kelompok lelaki ini.  Mereka baru menyadari apa yang dimaksud oleh Abu Hurairah sebagai warisan Rasulullah.  Yaitu segenap kandungan Al Qur’an dan sunnah Nabi termasuk amalan-amalannya.

Mereka baru tersadar bahwa Abu Hurairah sesungguhnya hendak menasehati mereka untuk selalu mengisi waktu dengan segala kegiatan yang bermanfaat dan tidak hanya menghabiskan waktu dengan duduk-duduk bersantai belaka.

Sungguh betapa cerdiknya sahabat Rasulullah yang satu ini.  Semoga Allah SWT meridhoinya. (Zirlyfera Jamil).

a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: