ORANG-ORANG BERIMAN ITU BERSAUDARA!


Dikutip dari : Buletin Jum’at Al Ihsan Edisi Tahun V/2 Juli 1431 H / 2010 M

 a

a

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.  Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat”
[QS. Al Hujurat : 10]
  

a

Ayat ini dinamakan dengan ayatul ukhuwwah karena berbicara tentang konsepsi Qur’ani yang baku bahwa setiap orang yang beriman terhadap orang lain yang seakidah dengannya adalah bersaudara.  Konsep ukhuwwah yang berlandaskan iman ini tepat berada di pertengahan Surah Al Hujurat yang dinamakan juga Surat ‘Al Adab’ karena isi kandungannya yang sarat dengan pembicaraan tentang adab dalam maknanya yang luas; adab dengan Allah, adab dengan Rasul-Nya, adab dengan diri sendiri, dan adab dengan sesama orang yang beriman.

Sesungguhnya perbedaan adalah sunatullah yang tidak akan berubah.  Di sinilah iman yang berbicara menyikapi perbedaan tersebut dengan bingkai akidah.

Secara redaksional, keterkaitan dan hubungan antar orang yang beriman begitu erat digambarkan dalam ayat di atas karena menggunakan istilah ‘ikhwah’ bukan ikhwan yang secara bahasa ikhwah bermakna saudara sekandung yang mempunyai hubungan dalam ikatan darah keturunan.  Seolah-olah mengisyaratkan sebuah makna yang dalam bahwa ikatan ideologis sama kuatnya dengan ikatan nasab, bahkan seharusnya lebih besar dari itu.  Di sini mengandung arti bahwa keimanan
seseorang masih harus diuji dengan ujian persatuan dan persaudaraan tanpa memandang ras, suku, dan bangsa.  Rasulullah mengingatkan eratnya hubungan antar orang yang beriman dengan tamsil yang indah.  “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain ibarat satu bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya.  Kemudian Rasulullah menggenggam jari-jemarinya”. (HR. Bukhari & Muslim)
.

Yang menarik perhatian di sini, pembicaraan Allah tentang kesatuan umat yang dominan dalam surah ini didahului dengan perintah untuk mendahulukan Allah dan Rasul-Nya atas selain keduanya dalam semua aspek.  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian
mendahulukan atas (aturan) Allah dan Rasul-Nya.  Dan bertakwalah kalian kepada Allah.  Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. 
(QS. Al Hujurat : 1).  Hal ini menunjukkan bahwa Allah sebenarnya sangat menginginkan kebaikan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman.  Untuk itu, Allah mencabut dari dalam hati mereka sifat kufur, fasik, dan kemaksiatan sehingga mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.  Dan inilah sesungguhnya kenikmatan dan keutamaan yangtidak terhingga bagi setiap muslim yang tercermin dalam ungkapan Allah “Fadhlan minallah wani’mah”.

Sayyid Quthb menyimpulkan berdasarkan ayat di atas bahwa taat kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan benteng yang kokoh untuk menghindari perpecahan dan pertikaian yang merapuhkan kekuatan dan persatuan umat.  Karena dengan mendahulukan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka akan lenyaplah benih-benih pertikaian yang kebanyakannya berawal dari perbedaan cara pandang yang bersumber dari hawa nafsu yang diperturutkan.  Sehingga mereka masuk ke dalam kancah peperangan dalam keadaan menyerahkan segala urusan secara totalitas kepada Allah SWT.  Inilah faktor yang sangat fundamental bagi kebaikan generasi terbaik dari umat ini sepanjang sejarah.

Di sini jelas, konsekuensi dari ukhuwwah seperti yang ditegaskan oleh ayat ukhuwwah di atas adalah adanya sikap saling menyayangi, memberikan kedamaian, keselamatan, saling tolong menolong, dan menjaga persatuan.  Inilah prinsip yang harus ditegakkan dalam sebuah masyarakat muslim.  Sedangkan perselisihan dan perpecahan merupakan pengecualian dari sebuah ukhuwwah yang harus dihindari.  Maka memerangi kelompok yang merusak persatuan dan ukhuwwah umat adalah dibenarkan, bahkan diperintahkan dalam rangka melakukan ishlah dan mengembalikan mereka ke dalam barisan kesatuan ini.  “Maka perangilah kelompok yang melampaui batas sehingga mereka kembali kepada aturan Allah SWT” (QS. Al Hujurat : 9).

Dalam hal ini, Rasulullah saw. memberi motivasi akan pentingnya menjaga keutuhan umat dengan menjaga persaudaraan di antara mereka, “Sesungguhnya kedudukan seorang mukmin di kalangan orang-orang beriman adalah seperti kepala dan tubuhnya.  Ia akan merasa sakit jika badannya sakit” (HR. Ahmad).  Nash hadits yang mirip dengan ini adalah sabda Rasulullah  yang bermaksud, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam kecintaan, kelembutan, dan kasih sayang di antara mereka ibarat satu tubuh.  Jika salah satu anggota sakit, maka seluruh anggota turut merasakannya dengan tetap berjaga dan demam” (HR. Muslim & Ahmad).

Dalam riwayat Muslim juga dinyatakan, “Orang-orang yang berlaku adil akan berada di atas mimbar yang bercahaya di hari kiamat.  Yaitu mereka yang berlaku adil dalam urusan orang-orang muslim dan tidak berlaku dzalim”.  Kemudian Rasulullah membaca ayat ukhuwwah di atas.  Maka Ayat ini merupakan ilat dari perintah untuk melakukan ishlah terhadap sesama muslim untuk memelihara dan membangun ukhuwwah antar mereka.

Pada tataran kaidah ilmu Al Qur’an, meskipun ayat ini turun karena sebab tertentu, namun ayat ini merupakan ayat muhkam yang harus dijadikan sebagai kaidah umum yang bersifat universal yang akan tetap berlaku bagi setiap kejadian di tengah-tengah komunitas kaum beriman, karena iman dan ukhuwwah merupakan harga yang sangat mahal, sampai Allah tetap menamakan mereka ‘orang yang beriman’ meskipun terjadi perselisihan bahkan peperangan di antara dua golongan tersebut.

 a

Wallah a’lam bi ash shawab

 

Ditulis dalam ARTIKEL ISLAM. Tag: . 1 Comment »

Satu Tanggapan to “ORANG-ORANG BERIMAN ITU BERSAUDARA!”

  1. Adam Kurniawan Says:

    Nice blog and good post sob…
    Lanjut terus yah…
    Ditunggu kunjungan baliknya nih di blog baru ane,
    dan jangan lupa tinggalin jejak di postingan terbaru ane ya sob…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: