KEKUATAN DAHSYAT CERITA


oleh : Nina Armando (Dosen di Dept Komunikasi FISIP UI, Sekretaris MARKA dan KIDIA)

dikutip dari : UMMI No. 7/XVII Novemver 2005 M / 1426 H

 

 

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang anak laki-laki bernama Jacob Grimm.  Ia harus menjalani operasi pengangkatan tumor.  Saat itu metode anestesi belum ditemukan.  Apa akal?  Untuk mengalihkan perhatiannya dari proses operasi itu Grimm kecil didongengi sebuah kisah yang sangat memikat.  Sesudahnya Grimm mengaku saat dibedah ia tak merasa kesakitan sama sekali!

Itulah cerita tentang Grimm, pengarang kisah Putri Salju yang mendunia.  Ia menuliskan Putri Salju 18 tahun setelah peristiwa operasi yang dijalaninya.  Ia pendongeng yang hebat.  Ia tahu kekuatan sebuah cerita cerita karena pengalamannya membuktikan demikian.

Kisah Grimm itu tertuang dalam buku “101 Kisah yang Memberdayakan” (Kaifa, 2001) karangan George W. Burns, seorang ahli psikoterapi.  Dengan pengalamannya bertahun-tahun di bidang psikologi klinis, Burns memaparkan bahwa cerita dapat memiliki kekuatan yang dahsyat, yakni menumbuhkan sikap disiplin, membangkitkan emosi, memberi inspirasi, memunculkan perubahan, menumbuhkan kekuatan pikiran-tubuh, dan bahkan menyembuhkan.

Burns sebenarnya menuliskan buku ini untuk para ahli terapi.  Ia menunjukkan bahwa metafora dari sebuah cerita dapat dijadikan terapi penyembuhan.

Namun, kita, kalangan awam, saya rasa adalah kalangan yang paling diuntungkan dengan hadirnya buku ini.  Buku ini menunjukkan kepada kita bagaimana kita dapat memperoleh sesuatu dari sebuah cerita.

Banyak sekali manfaat yang dapat diambil oleh pembaca umum buku ini, karena ada 101 kisah yang disajikan Burns yang amat menakjubkan.  Namun, tidak hanya dari kisah-kisah yang ditulisnya, kekuatan Burns adalah ia juga menunjukkan bahwa dari cerita-cerita itu apa manfaat atau hikmah yang dapat diambil.

Kita sebenarnya dapat menangkap makna yang kurang lebih senada jika membaca buku-buku — sebutlah — serial Chicken Soup for The Soul yang telah menjadi bestseller dunia.  Namun, kelebihan Burns dibandingkan buku sejenis ini adalah Burns secara langsung menunjukkan kepada kita betapa dahsyatnya sebuah cerita.

Inti tentang kekuatan cerita inilah yang ingin disampaikan oleh Burns.  Ia menyajikan cerita-cerita sebagai alat yang digunakannya untuk menolong orang lain dalam upaya melakukan hal-hal yang diperlukan untuk perubahan, yaitu dengan cara melihat masalah dari berbagai perspektif dan memunculkan solusi dalam tingkat yang beragam.

Burns menunjukkan bahwa seringkali kita tak menemukan solusi atas masalah yang kita miliki, padahal sebenarnya solusi ada di depan mata kita.  Namun karena pikiran terlalu sempit atau terlalu terlena, kita tidak memanfaatkannya.  Nah, cerita yang kita dapat dari orang lain seringkali dapat membantu kita untuk menemukan solusi permasalahan kita.

Dengan buku ini kita sebagai pembaca dapat terinspirasi untuk mencari hikmah dari sebuah cerita atau dongeng dan sebaliknya menginspirasikan orang lain dengan cerita atau dongeng yang kita sampaikan.  Ini sesuatu yang amat baik, karena seringkali kita menganggap sepele cerita, hanya menganggapnya sebagai sesuatu yang menghibur.  Padahal, sebuah kisah bisa mengandung mutiara hikmah yang maknanya dalam, bahkan untuk sebuah cerita yang sederhana pun.

Buku ini juga dapat menjadi pengingat kita, para orang tua, untuk menjadi pendongeng yang rajin bagi anak-anak.  Cerita yang kita kisahkan pada anak-anak dapat dijadikan kesempatan emas bagi orang tua untuk menyampaikan nilai-nilai, semangat, motivasi, dan sifat-sifat positif lainnya.  Saat didongengi orang tua adalah saat-saat yang indah untuk dikenang anak.  Walaupun kadang inti cerita yang disampaikan sudah sebagian terlupakan, tetapi pengalaman itu menjadi pengalaman istimewa yang tidak mudah dilupakan.

Buku Burns ini makin-makin membuat kita yakin akan ampuhnya dongeng.  Bukan saja karena ia mampu menciptakan pengalaman atau kenangan istimewa yang mendekatkan hubungan antara si pencerita dengan pendengarnya, tetapi juga karena mengingatkan akan kekuatan makna dari cerita yang disampaikan.

Saya merekomendasikan buku Burns ini menjadi koleksi perpustakaan Anda.  Dengan membacanya, Anda tidak saja mendapat bekal tentang 101 kisah yang mencerahkan, tetapi juga dapat belajar menjadi pencerita yang efektif.  Paling tidak, pengetahuan ini dapat kita terapkan ketika kita mendongeng bagi anak-anak ataau siapa saja yang membutuhkan.  Dan, saya yakin, siapapun pendengar itu, ia akan merasa beruntung.

 

  

 

 

Link terkait : 

http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=emagazine&id=34&fid=356
http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&id=5737
http://sheilanarita.wordpress.com/2008/01/25/sebuah-cerita-tentang-kasih-sayang/

5 Tanggapan to “KEKUATAN DAHSYAT CERITA”

  1. sohib Says:

    Dongeng memang top buat anak2 kita. Ayo belajar mendongeng bro…

    • abuanjeli Says:

      Itulah hal yang terlupakan oleh kita, padahal itu sarana untuk kita dekat dengan anak. Oke ayo kita belajar bersama …

  2. Nastiti Says:

    betul ! banyak sekali yang dapat diatasi dengan bercerita…jadi pengin beli bukunya Burns nich. Dulu saya sering mengarang cerita sendiri untuk anak2 sblm tidur, biar mereka : doyan makan sayur, tidak sering bertengkar, etc. Thank u sharingnya…So inspiring !!

  3. Cerita Anak Says:

    mantaap ceritanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: