TEH-TEHAN MERAH (Acalypha microphylla L.)


Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Euphorbiales

Suku

:

Euphorbiaceae

Marga

:

Acalypha

Jenis

:

Acalypha microphylla L.

Nama

Umum/Dagang

:

Teh-tehan merah.

Jawa

:

Teh-tehan merah.

Deskripsi

Habitus

:

Semak menahun, tinggi 1 – 2 m.

Batang

:

Tegak, bercabang banyak, kasar, coklat.

Daun

:

Tunggal, bersilang berhadapan, tangkai daun silindris, panjang 2 – 4 cm, berwarna merah keunguan, bentuk daun lonjong, panjang 2 – 4 cm, lebar 1 – 1,5 cm, ujung runcing, pangkal runcing, tepi rata, permukaan kasar, warna merah sampai merah keunguan.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, terletak di ketiak daun, panjang 5 – 7 cm, bentuk bintang, mahkota halus seperti benang, diameter 2 – 3 mm, warna putih gading.

Buah

:

Kotak, bentuk bulat, kecil, berwarna putih kehijauan.

Biji

:

Bentuk bulat pipih, kecil, berwarna coklat.

Akar

:

Serabut, berwarna putih kekuningan.



Gambar 7. Acalypha microphylla L.

Ekologi dan Penyebaran

Umumnya ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar, tumbuh dari dataran rendah sampai pegunungan dari ketinggian 100 m sampai 2.300 m di atas permukaan laut, dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah mulai dari tanah berpasir yang ringan sampai tanah berat berliat, berbunga pada bulan Juni – September, waktu panen yang tepat bulan September – November.

Bagian yang Digunakan

Daun atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan. Kegunaan antara lain : peluruh kentut, antiseptik, dan anti radang.

Khasiat

Obat sakit perut : daun teh-tehan merah dalam keadaan segar sebanyak 30 – 60 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 5 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus, dilakukan sehari 2 – 3 kali.

Obat pening : daun teh-tehan merah sebanyak 60 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 10 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Daun teh-tehan merah mengandung alkaloida, saponin, dan flavonoida.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: