JANGAN BERSIKAP SANTAI MENGHADAPI KIAMAT


Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit.  Katakanlah : ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah’.  Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya“.  (QS. Al-Ahzab ayat 63)

Ummat Islam sangat disayang oleh Allah SWT sehingga mereka tidak diijinkan Allah SWT mengalami peristiwa dahsyat Hari Kiamat.  Beberapa saat menjelang kiamat akan berlangsung Allah subhaanahu wa ta’aala bakal mengutus angin sejuk untuk mencabut nyawa setiap orang yang memiliki keimanan walau seberat biji atom agar tidak perlu mengalami dahsyatnya peristiwa kiamat.  Rasulullah bersabda : “Kemudian Allah melepaskan angin dingin yang berhembus dari Syam.  Maka tidak seorang pun dari manusia yang beriman kecuali dicabut nyawanya“. (HR. Muslim 14/175).  “Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’alaa akan mengutus suatu angin yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman.  Maka tidak seorang pun (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang masih adaiman walau seberat biji dzarrah (atom) kecuali akan dicabut ruhnya“.

Setelah semua orang yang beriman dicabut nyawanya dari muka bumi, maka tersisalah manusia-manusia jahat, paling kafir, paling musyrik di dunia.  Atas mereka inilah kiamat bakal terjadi.  Sehingga peristiwa kiamat menjadi azab mengerikan yang menimpa mereka sebelum azab lebih dahsyat yang menanti mereka di akhirat kelak.  Nabi Muhammad SAW bersabda : “Kiamat tidak akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat“. (HR. Muslim 5243).  “… sehingga yang tersisa hanya manusia jahat yang tidak memiliki keimanan.  Mereka tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk hingga syetan muncul dan berkata : ‘Mengapa kalian tidak memenuhi seruanku saja?’  Mereka menjawab : ‘Apa yang kalian perintahkan pada kami?’  Syetan memerintahkan kepada mereka menyembah berhala.  Maka mereka pun mengikuti saran tersebut.  Sedangkan mereka berada dalam kehidupan yang serba berkecukupan, kemudian ditiuplah sangkakala (hari kiamat pun datang). (HR. Muslim 14/175).

Bila demikian keadaannya, bolehkah seorang muslim bersikap santai dan acuh tak acuh terhadap peristiwa dahsyat Kiamat?  Sudah barang tentu TIDAK…!  Sebab tidak seorang pun mengetahui kapan datangnya Hari Kiamat.  Jangankan sembarang manusia, bahkan Nabi Muhammad SAW sekalipun tidak tahu persis hari, tanggal, bulan, dan tahun bakal terjadinya Hari Kiamat.

Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit/hari akhir/hari Kiamat.  Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari itu hanya di sisi Allah“. (QS. Al-Ahzab ayat 63).

Jadi kita tidak dibenarkan menyikapi Hari Kiamat dengan bersantai-santai hanya mentang-mentang kita termasuk muslim yang dijamin tidak bakal mengalaminya.  Padahal kita tidak tahu persisnya kapan hari itu akan tiba.  Yang pasti, Allah SWT memerintahkan Nabi SAW untuk mengkondisikan ummatnya agar meyakini bahwa Hari Kiamat sudah dekat waktu kedatangannya.  Walau kedatangannya tidak jelas, tapi ummat diarahkan untuk selalu stand by menghadapinya dengan menghayati bahwa kedatangannya sudah dekat.  Tidak ada satu pun ayat maupun hadist yang membenarkan sikap menganggap bahwa kiamat masih jauh.

Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari itu sudah dekat waktunya“. (QS. Al-Ahzab ayat 63).  Diriwayatkan dari Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Aku dan hari kiamat diutus (berdampingan) seperti ini“.  Anas berkata : “Dan beliau menghimpun jari tengah dan jari telunjuknya“. (HR. Muslim 14/193).

Di samping itu, Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita bahwa beberapa saat sebelum tibanya Hari Kiamat dunia bakal diselimuti rangkaian fitnah yang begitu dahsyat sehingga menjadi laksana potongan malam yang gelap gulita.  Sedemikian hebatnya keadaan fitnah-fitnah saat it sehingga akan banyak dijumpai orang yang begitu mudah berubah menjadi kafir padahal asalnya beriman.  Bahkan perubahan dari iman menjadi kafir tersebut berlangsung dalam tempo yang sangat singkat.  Tidak memerlukan proses dan waktu yang lama.  “Sesungguhnya menjelang Hari Kiamat banyak fitnah bermunculan laksana malam gelap.  Pagi hari seseorang beriman dan sore harinya kafir.  Sore hari beriman paginya kafir“. (HR. Ibnu Majah 11/455).

Dunia yang kita hadapi dewasa ini saja sudah terasa diwarnai begitu banyak fitnah.  Marilah kita bersungguh-sungguh mempersiapkan diri menghadapi bakal datangnya hari dahsyat Kiamat.  Marilah kita jauhi sikap santai dan acuh tak acuh terhadap fenomena hidup di Akhir Zaman menjelang datangnya kiamat.  Marilah kita tingkatkan pengetahuan dan keyakinan keyakinan kita akan tanda-tanda menjelang datangnya kiamat agar kita dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan skenario ilahi yang bakal insya Allah pasti terjadi.  Banyaknya bencana di tanah air kita bahkan di dunia sekalipun barang kali merupakan teguran buat kita semua untuk berbenah diri dan meninggalkan hal-hal yang membuat kita lalai.  Mari introspeksi diri kita.  Begitu banyak dosa yang kita lakukan, terhadap keluarga kita, terhadap tetangga kita, atau bahkan orang-orang yang saat ini telah mendahului kita meninggalkan dunia ini.  Apa yang sudah kita lakukan selama ini, sudahkah cukup bekal amalan kita untuk meninggalkan dunia ini?  Semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan yang tidak salah mensikapi segenap tanda demi tanda Akhir Zaman yang kian membenarkan kenabian Rasulullah Muhammad SAW.

Wallahu a’lam bish shawab ***

 

Sumber :

Buletin Jum’at AL – BINA, 15 Rajab 1429 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: