KAPAS CINDE (Asclepias curassavica L.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Contortae

Suku

:

Asclepiadaceae

Marga

:

Asclepias

Jenis

:

Asclepias curassavica L.

Nama

Umum/Dagang

:

Kapas cinde.

Jawa

:

Kapas cinde.

Deskripsi


Habitus

:

Perdu, tinggi ± 1 m.

Batang

:

Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpopodial, hijau keunguan.

Daun

:

Tunggal, tersebar, lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal meruncing, pertulangan menyirip, panjang 6 – 9 cm, lebar 2 – 2½ cm, hijau. 

Bunga

:

Majemuk, berkelamin dua, kelopak hijau, benang sari silindris, putik silindris, kepala putik bentuk mangkok, mahkota bentuk tabung, kuning. 

Buah

:

Kotak, lonjong, masih muda hijau setelah tua hitam.

Biji

:

Pipih, hitam.

Akar

:

Tunggang, putih kotor.



Gambar 83.  Asclepias curassavica L.

Khasiat 

Akar Asclepias curassavica berkhasiat untuk urus-urus.

Urus-urus : dipakai ± 5 gram akar segar Asclepias curassavica, dipotong kecil-kecil, dicuci, dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring.  Hasil saringan diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Akar dan daun Asclepias curassavica mengandung flavonoida dan saponin; di samping itu akarnya juga mengandung tanin.

.

JAMBU MONYET (Anacardium occidentale L.)

Botani

 


Sinonim

:

Alocasia alba schott

Alocasia bantamensis Kds.

Alocasia crassifolia Engl.

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Sapindales

Suku

:

Anacardiaceae

Marga

:

Anacardium

Jenis

:

Anacardium occidentale L.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Jambu monyet.

Sumatera

:

Jambu orang (Minangkabau), Gaju (Lampung).

Jawa

:

Jambu mete (Jawa), Jambu mede (Sunda), Jambu monyet (Madura).

Bali

:

Jambu jipang.

Nusa Tenggara

:

Nyambuk nyebet (Sasak).

Sulawesi

:

Jambu sereng (Bugis), Jambu dare (Makasar).

Maluku

:

Kanoke (Seram), Buwa jaki (Ternate), Buwa jaki (Tidore).

Deskripsi

 


Habitus

:

Pohon, tinggi ± 12 m.

Batang

:

Berkayu, bulat, bergetah, putih kotor.

Daun

:

Tunggal, bulat telur, tepi rata, pangkal runcing, ujung membulat, panjang 8 – 22 cm, lebar 5 – 13 cm, pertulangan menyirip, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun dan di ujung cabang, daun pelindung bulat felur, panjang 5 – 10 mm, hijau, kelopak berambut, panjang 4 – 5 mm, hijau muda, mahkota runcing, masih muda putih setelah tua merah.

Buah

:

Batu, keras, melengkung, panjangnya ± 3 cm, hijau kecoklatan.

Biji

:

Bulat panjang, melengkung, pipih, putih.

Akar

:

Tunggang, coklat.

.

Gambar 51. Anacardium occidentale L.

Khasiat

Kulit batang Ancardium occidentale berkhasiat sebagai obat urus-urus, obat sariawan dan obat jerawat.

Obat urut-urus : dipakai ± 10 gram kulit batang Anacardium occidentale, dicuci dan direbus dengan 2 gelas air selama 20 menit.  Hasil rebusan diminum sehari dua kali sama banyak.

Kandungan Kimia

Kulit batang Ancardium occidentale mengandung alkaloida, flavonoida, tanin, dan saponin.

.

Ditulis dalam TANAMAN OBAT. Tag: . 3 Comments »

LIDAH BUAYA (Aloe ferox Miller)

Botani

Sinonim

:

Aloe vera L.

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Aloe

Jenis

:

Aloe ferox Miller

Nama

Umum/Dagang

:

Lidah Buaya.

Jawa

:

Lidah Buaya.

Deskripsi

Habitus

:

Semak, tahunan, tinggi ± 1 m.

Batang

:

Bulat, tidak berkayu, percabangan monopodial, coklat.

Daun

:

Tunggal, lanset, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, panjang 30 – 50 cm, lebar 2 – 5 cm, berdaging tebal, berlendir, bergetah kuning, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk malai, di ujung batang, daun pelindung panjang ± 1½ cm, benang sari enam, putik menyembul keluar atau melekat pada pangkal kepala sari, tangkai putik silindris, kepala putik bulat, kecil, mahkota panjang 2½ – 3½ cm, bertabung pendek, ujung melebar, jingga atau merah.

Buah

:

Kotak, panjang ± 20 cm, berkatup, hijau keputih-putihan.

Biji

:

Bulat, kecit, hitam.

Akar

:

Serabut, kuning kotor.

.

.

Gambar 35. Aloe ferox Miller

Khasiat

Daun Aloe ferox berkhasiat untuk urus-urus, obat sakit perut, obat eksim, dan untuk penyubur rambut.

Urus-urus : dipakai 4 – 20 gram daun segar Aloe ferox, dicuci dan diparut kemudian disaring. Hasil saringan diminum sehari 2 sendok makan.

Catatan : Jangan digunakan oleh wanita hamil. Daging daun lidah buaya yang dikupas, segera menjadi kecoklatan dan mencair kalau kena udara. Jadi, pengobatan luka terbuka perlu dilakukan secepatnya!

Kandungan Kimia

Daun, akar, dan bunga Aloe ferox mengandung saponin; di samping itu daun dan akarnya mengandung flavonoida; juga daunnya mengandung tanin; dan bunganya mengandung polifenol.

.

KEMIRI (Aleurites moluccana (L.) Willd.)

Botani

Sinonim

:

Aleurites triloba Forst.

Aleurites javanica Gand.

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Euphorbiales

Suku

:

Euphorbiaceae

Marga

:

Aleurites

Jenis

:

Aleurites moluccana (L.) Willd.

Nama

Umum/Dagang

:

Kemiri.

Sumatera

:

Kereh (Aceh), Hambiri (Batak), Buah koreh (Minangkabau), Kemiri (Melayu).

Jawa

:

Muncang (Sunda), Kemiri (Jawa), Komere (Madura).

Bali

:

Kameri (Bali).

Nusa Tenggara

:

Kawilu (Sumba).

Sulawesi

:

Sapiri (Makasar), Ampiri (Bugis), Bintalo dudulaa (Gorontalo).

Maluku

:

Sakete (Ternate), Hagi (Buru).

Deskripsi

Habitus

:

Pohon, tinggi 25 – 30 m.

Batang

:

Tegak, berkayu, permukaan banyak lentisel, percabangan simpodial, pada batang sebelah atas terdapat tonjolan bekas melekatnya tangkai daun, coklat.

Daun

:

Tunggal, berseling, lonjong, tepi rata, bergelombang, ujung runcing, pangkal tumpul, pertulangan menyirip, permukaan atas licin, bawah halus, panjang 18 – 25 cm, lebar 7 – 11 cm, tangkai silindris, panjang 10 – 15 cm, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk malai, berkelamin dua, diujung cabang, tangkai silindris, panjang 2 – 3½ cm, hijau kecoklatan, kelopak lonjong, permukaan bersisik rapat, hijau, benang sari jumlah 5 – 8 buah, tangka sari bulat, merah, kepala sari bentuk kerucut, merah, putik bulat, putih, mahkota putih.

Buah

:

Kotak, bulat telur, beruas-ruas, panjang ± 7 cm, lebar ± 6½ cm, masih muda hijau setelah tua coklat, berkeriput.

Biji

:

Bulat, berkulit keras, berusuk atau beralur, diameter ± 3½ cm, berdaging, berminyak, putih kecoklatan.

Akar

:

Tunggang, coklat.

.

Gambar 27. Aleurites moluccana (L.) Willd.

Khasiat

Daging biji Aleurites moluccana berkhasiat untuk urus-urus.

Urus-urus : dipakai 2 buah daging biji Aleurites moluccana, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian diseduh dengan ¼ gelas air matang panas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Daging biji, daun, dan akar Aleurites moluccana mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol; di samping itu daging bijinya mengandung minyak lemak.

.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 912 pengikut lainnya.