Landep (Barleria prioritis L.)

Botani


Sinonim

:

Prioritis hystrix Miq.

Klasifikasi

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Dicotyledoneae

Bangsa

Solanales

Suku

Acanthaceae

Marga

Barleria

Jenis

Barleria prioritis L.

Nama

Umum/Dagang

Landep.

Sumatera

:

Bunga landak (Melayu).

Jawa

:

Kembang landep (Sunda), Landep (Jawa Tengah), Landhep (Madura).

Deskripsi

 

 

Habitus

Semak, tinggi 1½ m.

Batang

Berkayu, segi empat, hijau.

Daun

Tunggal, berhadapan, elips sampai lanset, pangkal dan ujung runcing, panjang 2 – 18 cm, lebar 20 – 65 mm, pertulangan menyirip, hijau.

Bunga

Tunggal, berhadapan, di ketiak daun, daun pelindung berbagi dua, bentuk lanset, ujung seperti duri, panjang 1 – 2 cm, kelopak ± 1,5 cm, benang sari dua, tangkai putik bentuk jarum, mahkota bertaju lima, bentuk elips memanjang, kuning.

Buah

Kotak, bulat teiur, pipih, ujung agak lancip, keras, hijau.

Biji

Bulat telur, pipih, mengkilat seperti beludru, coklat.

Akar

Tunggang, bulat, coklat kotor.



Gambar 95.  Barleria prioritis L.

Khasiat

Akar Barleria prionitis berkhasiat untuk obat luka, daunnya berkhasiat sebagai obat encok, obat perut nyeri, dan obat kudis.

Obat luka : dipakai ± 15 gram akar Barleria prioritis, diberi kapur ¼ sendok teh, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada bagian yang sakit.

Kurap, panu : Akar secukupnya digiling halus.  Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis, lalu diaduk merata sampai seperti bubur.  Balurkan pada kurap, lalu dibalut.  Ganti 2 kali sehari, sampai sembuh.

Rematik, sakit pinggang, sakit kepala : Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu digiling halus.  Tambahkan air kapur sirih secukupnya sambil diaduk merata sampai menjadi seperti bubur kental.  Balurkan ke bagian tubuh yang sakit, bila sakit kepala balurkan di kening.

Sakit gigi  : Daun dikunyah dengan gigi yang sakit.

Gusi nyeri dan berdarah  : Daun landep segar dicuci lalu digiling halus.  Air perasannya ditambahkan sedikit madu.  Gunakan untuk memoles gusi yang sakit.

Demam, sakit perut, kencing sedikit : Sebanyak 1 genggam daun landep segar dicuci lalu diseduh dengan 1 gelas air panas, setelah dingin disaring, lalu diminum.

Kandungan Kimia

Daun dan akar Barleria prionitis mengandung saponin dan flavonoida, di samping itu daun juga mengandung tanin, sedangkan akarnya juga mengandung polifenol.

.

LANDEP (Barleria cristata L.)

Klasifikasi

 

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Dicotyledoneae

Bangsa

Solanales

Suku

Acanthaceae

Marga

Barleria

Jenis

Barleria cristata L.

Nama

Umum/Dagang

Landep.

Jawa

Landep (Jawa Tengah), Daun madu (Madura).

Deskripsi

  

 

Habitus

Semak, tinggi ± 1,8 m.

Batang

Berkayu, bulat, berbuku-buku, berambut, bercabang-cabang, hijau kecoklatan.

Daun

Tunggal, berhadapan, elips sampai lanset, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, kedua permukaannya berambut, panjang 4 – 8 cm, lebar 1 – 3 cm, pertulangan menyirip, hijau, hijau kekuningan.

Bunga

Tunggal, di ketiak daun, daun pelindung 1 – 2, bentuk jarum, berambut lebat, panjang ± 1 cm, kelopak berbagi empat, bulat telur sampai lanset, benang sari menonjol keluar, staminodia tiga, tonjolan dasar bentuk piala, tangkai putik dan benang sari ungu, mahkota berambut kelenjar, bibir atas mahkota berbagi empat, bulat telur, ungu.

Buah

Bentuk elips, panjang 1½ cm, berbibir tiga sampai empat, kecoklatan.

Biji

Kecil, pipih, coklat.

Akar

Tunggang, putih kotor.

Gambar 93.  Barleria cristata L.

Khasiat

Daun Barleria cristata berkhasiat sebagai obat rematik dan peluruh air seni, bunga berkhasiat sebagai obat bengkak karena gigitan serangga.

Obat rematik : dipakai ± 15 gram daun segar Barleria cristata, dicuci, diberi kapur ± ¼ sendok teh, ditumbuk sampai lumat, kemudian dibalurkan pada tempat yang sakit.

Kandungan Kimia

Daun, batang, dan akar Barleria cristata mengandung polifenol; di samping itu batang dan akarnya juga mengandung saponin dan flavonoida.

.

BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Geraniales

Suku

:

Oxalidaceae

Marga

:

Averrhoa

Jenis

:

Averrhoa bilimbi L.

Nama

Umum/Dagang

:

Blimbing wuluh.

Sumatera

:

Limeng (Aceh), Selemeng (Gayo), Belimbing (Batak Karo), Balimbing (Batak Toba), Malimbi (Nias), Balimbing (Minangkabau), Balimbing (Lampung), Belimbing asam (Melayu).

Jawa

:

Balimbing (Sunda), Blimbing wuluh (Jawa Tengah), Bhalingbhing bulu (Madura).

Bali

:

Blimbing buloh.

Nusa Tenggara

:

Limbi (Bima), Libi (Sawu), Balimbeng (Flores), Ninilu daelok (Roti), Kerbo (Timor).

Sulawesi

:

Lembitue (Gorontalo), Lombituko (Buol), Bainang (Makasar), Calene (Bugis).

Maluku

:

Taprera (Buru), Malibi (Halmahera).

Irian

:

Utekee.

Asia

:

Kamias (Filipina).

Eropa

:

Bilimbi, Cucumber tree (Inggris).

Deskripsi

 

Habitus

:

Pohon, tinggi 5 – 10 m.

Batang

:

Tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, hijau kotor.

Daun

:

Majemuk, menyirip, anak daun 25 – 45 helai, bulat tetur, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 7 – 10 cm, lebar 1 – 3 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, hijau muda, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk malai, pada tonjolan batang dan cabang, menggantung, panjang 5 – 20 cm, kelopak ± 6 mm, merah, daun mahkota bergandengan, bentuk lanset, ungu.

Buah

:

Buni, bulat, panjang 4 – 6 cm, hijau kekuningan.

Biji

:

Lanset atau segi tiga, masih muda hijau setelah tua kuning kehijauan.

Akar

:

Tunggang, coklat kehitaman.



Gambar 88.  Averrhoa bilimbi L.

Ekologi dan Persebaran

Belimbing wuluh tumbuh di daerah dengan ketinggian hingga 500 meter di atas permukaan laut.  Tanaman ini dapat ditemui di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab.  Pengembangbiakan tanaman dapat dengan menyemai bijinya atau digunakan teknik pencangkokan.

Khasiat

Bunga Averrhoa bilimbi berkhasiat sebagai obat batuk, buahnya berkhasiat sebagai obat sariawan, dan daunnya berkhasiat sebagai obat encok, obat penurun panas, serta obat gondok.

Obat batuk : a) dipakai bunga segar Averrhoa bilimbi ± 11 gram, diberi gula Jawa ± 5 gram, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, diaduk, setelah dingin disaring.  Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.  b) Daun, bunga, buah yang masing-masing sama banyaknya direbus dalam air yang mendidih selama ½ jam, dan minum airnya.  c) Segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunga dan 2 buah belimbing, gula batu, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.

Gusi berdarah : a) Mengkonsumsi buah belimbing wuluh baik segar maupun manisan secara rutin setiap hari; b) 2 buah belimbing wuluh dimakan setiap hari.

Jerawat : a) Siapkan 3 buah belimbing wuluh segar, cuci hingga bersih, buah diparut dan diberi sedikit garam, dan tempelkan pada kulit yang berjerawat.  Lakukan 2 kali sehari.  b) 3 belimbing wuluh diparut, remas, beri garam kemudian gosokkan ke jerawat.

Tekanan darah tinggi : a) Siapkan 3 buah belimbing wuluh dan biji srigading 25 gram yang sudah dicuci bersih.  Biji srigading ditumbuk halus.  Masukkan ke dalam panci berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama belimbing wuluh.  Dinginkan lalu saring sebelum diminum.  Cukup diminum 1 gelas sehari.  b) Buah yang besar dan berwarna hijau diparut, ambil airnya dan diminum.  c) 3 buah belimbing wuluh diiris-iris, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, lalu minum 1 kali sehari pada pagi hari.  d) 3 buah belimbing diparut, peras airnya, diminum sekali sehari.

Diabetes : 6 buah belimbing wuluh dilumatkan, direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, dan minum 2 kali sehari.

Gondongan : ½ genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dengan 3 bawang putih.  Kompreskan pada bagian yang gondongan.

Rematik : Segenggam daun belimbing wuluh dicuci, tumbuk sampai halus, tambahkan kapur sirih, gosokkan ke bagian yang sakit.

Sariawan : 10 kuntum bunga belimbing wuluh, asam jawa, gula aren direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal ¾ bagian, saring, dan minum 2 kali sehari.

Sakit gigi : 5 buah belimbing wuluh setelah dicuci bersih, dikunyah dengan garam.  Ulangi beberapa kali hingga rasa sakit hilang.

Catatan : Belimbing wuluh sebaiknya tidak dimakan oleh penderita sakit maag.

Kandungan Kimia

Daun, buah, dan batang Averrhoa bilimbi mengandung saponin, flavonoida; di samping itu daunnya juga mengandung tanin; dan batangnya mengandung alkaloida dan polifenol.

.

SELEDRI (Apium graveolens L.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Umbelliflorae

Suku

:

Umbelliferae

Marga

:

Apium

Jenis

:

Apium graveolens L.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Seledri.

Sumatera

:

Seledri (Melayu).

Jawa

:

Saladri (Sunda), Seledri (Jawa Tengah).

Deskripsi

 


Habitus

:

Semak, tinggi ± 50 cm.

Batang

:

Tidak berkayu, bersegi, beralur, beruas, bercabang, tegak, hijau pucat.

Daun

:

Majemuk, menyirip ganjil, anak daun 3 – 7 helai, pangkal dan ujung runcing, tepi beringgit, panjang 2 – 7½  cm, lebar 2 – 5 cm, pertulangan menyirip, tangkai 1 – 2,7 cm, hijau keputih-putihan, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, tangkai 2 cm, delapan sampai dua belas, tangkai kelopak 2½ cm, hijau, benang sari lima, berlepasan, berseling dengan mahkota, ujung runcing, mahkota berbagi lima, bagian pangkal berlekatan, putih.

Buah

:

Kotak, bentuk kerucut, panjang 1 – 1½ mm, hijau kekuningan.

Akar

:

Tunggang, putih kotor.



Gambar 64. Apium graveolens L.

Khasiat

Herba Apium graveolens berkhasiat sebagai obat tekanan darah tinggi, obat masuk angin, dan penghilang rasa mual.

Obat tekanan darah tinggi : a) Dipakai herba Apium graveolens yang masih segar sebanyak ± 40 gram, direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore; b) 15 batang seledri dicuci, direbus dengan 2 gelas air sampai tinggal ¾-nya. Hasil rebusan ini diminum separuh pagi, separuh malam; c) tangkai seledri dicuci, dilumatkan. Beri sedikit air masak, peras, dan inum airnya 2 sendok makan 3 x sehari. Lakukan dengan teratur selama 3 hari.

Rematik : 1 tangkai seledri dicuci, dilalap mentah setiap kali makan.

Menyuburkan rambut : 5 tangkai seledri dilumatkan, diberi air 3 sendok makan, peras. Air perasan dioleskan pada kulit kepala, lakukan setiap hari.

Wajah berminyak : 3 batang seledri dicuci, diiris kecil-kecil, seduh, dan tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskan sari seledri ke wajah yang sudah bersih, setelah kering baru muka dibilas. Lakukan dengan teratur.

Asma : 3 tangkai seledri, 9 daun randu/kapuk dicuci, dilumatkan. Beri gula aren, sedikit garam dan ½ gelas air. Aduk rata dan saring. Diminum sebelum sarapan 3 hari berturut-turut.

Kandungan Kimia

Daun Apium graveolens mengandung saponin, flavonoida, polifenol, dan minyak atsiri (aliin dan alisin).

.

LARASETU (Andropogon zizanioides (L.) Urb.)

Botani

 

Sinonim

:

Vetiveriate stueoides (Pres.) (L.) Nash ex Small.

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Poales

Suku

:

Gramineae

Marga

:

Andropogon

Jenis

:

Andropogon zizanioides (L.) Urb.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Larasetu.

Sumatera

:

Usa (Minangkabau), Hapias (Batak).

Jawa

:

Janur (Sunda), Larasetu (Jawa Tengah), Kara westu (Jawa Timur), Kara bistu (Madura).

Bali

:

Anggara wastu.

Nusa Tenggara

:

Mausinaluik (Roti), Akar banda (Timor).

Sulawesi

:

Akar babau (Manado), Narawestu (Makasar), Nara westu (Bugis).

Maluku

:

Ruju-ruju (Halmahera), Gerame kusu betawi (Ternate), Barama kusu batai (Tidore).

Deskripsi

 

Habitus

:

Semak, tahunan, tinggi ½ – 1¼ m.

Batang

:

Lunak, beruas-ruas, putih.

Daun

:

Tunggal, bentuk pita, ujung runcing, tepi rata, pelepah memeluk batang, panjang 0,5 - 1,2 cm, lebar 0,5 – 1 cm, pertulangan sejajar, hijau keputih-putihan, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, di ujung batang, kelopak panjang 3 – 4 mm, berduri, benang sari tiga, kepala sari bentuk jarum, tangkai putik dua, ungu, putih.

Buah

:

Padi, berduri, berbulu, putih kotor.

Biji

:

Kecil, hitam.

Akar

:

Serabut, kuning.



Gambar 57. Andropogon zizanioides (L.) Urb.

Khasiat

Akar Andropogon zizanioides berkhasiat sebagai obat rematik, di samping itu dapat dimanfaatkan pula untuk mencegah adanya serangga dan untuk bahan baku kosmetika.

Obat rematik : dipakai ± 5 gram akar segar Andropogon zizanioides, ditumbuk sampai lumat lalu dioleskan pada bagian yang sakit.

Kandungan Kimia

Akar Andropogon zizanioides mengandung minyak atsiri, di samping itu juga mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

.

SANGKETAN (Achyranthes aspera L.)


Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Caryophyllales

Suku

:

Amaranthaceae

Marga

:

Achyranthes

Jenis

:

Achyranthes aspera L.


Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Sangketan.

Sumatera

:

Ara sang sang (Sumatra Utara).

Jawa

:

Jarong lalaki (Sunda), Sangketan (Jawa), Nyarang (Madura).

Maluku

:

Rai-rai, Sangkohidung (Ternate).

Sulawesi

:

Sui in sui (Minahasa).


Deskripsi

 

 

Habitus

:

Semak, semusim, tinggi 50 – 150 cm.

Batang

:

Tegak, bulat, percabangan simpodial, berbulu, hijau keunguan.

Daun

:

Tunggal, bersilang berhadapan, lonjong, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang 4 – 7½ cm, lebar 2 – 4 cm, tepi rata, pertulangan daun menyirip, permukaan kasar, hijau.

Bunga

:

Majemuk, di ujung batang atau cabang, bentuk bulir, panjang 15 – 30 cm, bunga tidak bertangkai, menempel bulir, kelopak bentuk bintang, ujung kelopak runcing, mahkota 5 helai, hijau.

Buah

:

Bulat telur sampai bota, bergerigi teratur, gugur bersama perhiasan bunga.

Biji

:

Bulat telur, muda putih setelah tua coklat.

Akar

:

Tunggang, putih kotor.

 


Gambar 14.  Achyranthes aspera L.


Khasiat

Seluruh bagian tanaman terutama akar Achyranthes aspera berkhasiat sebagai pelancar air seni dan untuk obat rematik.

Obat rematik : dipakai 6 – 18 gram akar segar Achyranthes aspera, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring.  Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.


Kandungan Kimia

Herba Achyranthes aspera mengandung saponin dan polifenol.
.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.