BUNI (Antidesma bunius (L.) Spreng.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Euphorbiales

Suku

:

Euphorbiaceae

Marga

:

Antidesma

Jenis

:

Antidesma bunius (L.) Spreng.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Buni.

Sumatera

:

Buni (Melayu).

Jawa

:

Wuni (Sunda), Wuni (Jawa), Burneh (Madura).

Sulawesi

:

Bunetedong (Makasar).

Deskripsi

 

Habitus

:

Pohon, tinggi 15 – 30 m.

Batang

:

Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, hijau keputih-putihan.

Daun

:

Tunggal, tersebar, lonjong, pangkal runcing, ujung runcing, panjang 15 – 20 cm, lebar 5 – 10 cm, pertulangan menyirip, hijau.

Bunga

:

Majemuk, di ketiak daun, bentuk tandan, bunga jantan bertangkai pendek, kelopak
bentuk cawan, bunga betina bertangkai, bertaju, benang sari kuning kemerahan, tiga sampai empat, kuning kemerahan.

Buah

:

Buni, lonjong, masih muda hijau setelah tua merah.

Biji

:

Batu, lonjong, putih kotor.

Akar

:

Tunggang, putih kecoklatan.



Gambar 63. Antidesma bunius (L) Spreng.

Khasiat

Daun Antidesma bunius berkhasiat sebagai obat penutup luka dan buahnya yang telah matang berkhasiat untuk menambah air susu ibu.

Obat penutup luka : dipakai ± 10 gram daun segar Antidesma bunius, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada luka dan dibalut dengan kain yang bersih.

Kandungan Kimia

Daun, kulit batang, dan akar Antidesma bunius mengandung saponin dan tanin; di samping itu kulit batangnya juga mengandung flavonoida.

.

Ditulis dalam TANAMAN OBAT. Kaitkata: . 2 Komentar »

EKOR KUCING (Acalypha hispida Burm. F.)

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Euphorbiales

Suku

:

Euphorbiaceae

Marga

:

Acalypha

Jenis

:

Acalypha hispida Burm. F.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Ekor kucing.

Jawa

:

Ekor kucing, Talianjing (Sunda); Ekor kucing (Jawa).

Maluku

:

Lofiti (Ternate).

Deskripsi

 

 

Habitus

:

Perdu, tahunan, tinggi 2 – 3 m. 

Batang

:

Tegak, bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar, coklat kehijauan.

Daun

:

Tunggal, lonjong, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, permukaan mengkilat, panjang 10 – 15 cm, lebar 5 – 8 cm, pertulangan menyirip, tangkai silindris, berbulu, panjang ± 7 cm, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, panjang ± 24 cm, di ketiak daun, tangkai pendek, silindris, berbulu, panjang ± 1½ cm, mahkota merah, silindris halus, merah.

Buah

:

Bulat, kecil, berbulu, hijau.

Biji

:

Bulat, kecil, putih kotor.

Akar

:

Tunggang, putih kecoklatan.


Gambar 5.  Acalypha hispida Burm. F.

Khasiat

Daun Acalypha hispida berkhasiat sebagai penutup luka dan peluruh air seni.

Obat penutup luka : dipakai ± 5 gram daun segar Acalypha hispida, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada luka yang sakit dan dibalut dengan kain yang bersih.

Kandungan Kimia

Daun dan bunga Acalypha hispida mengandung saponin dan tanin, di samping itu daunnya juga mengandung flavonoida.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.