KAYU NI (Berberis fortunei Lindl.)

Klasifikasi

 

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Dicotyledoneae

Bangsa

Ranunculales

Suku

Berberidaceae

Marga

Berberis

Jenis

Berberis fortunei Lindl.

Nama

Umum/Dagang 

Kayu ni.

Jawa

Kayu ni (Jawa Tengah).

Deskripsi

 

 

Habitus

Pohon, tinggi 1 – 5 m.

Batang

Berkayu, kuning, tegak, bulat, bercabang-cabang, putih kotor.

Daun

Majemuk, menyirip ganjil, berpelepah pendek, anak daun sembilan sampai lima belas, lanset, ujung meruncing, tepi berombak dan berduri, panjang ± 11 cm, lebar 2 – 3½ cm, pertulangan menjari, hijau muda, hijau.

Bunga

Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun atau ujung batang, daun pelindung segi tiga, hijau, kelopak segi tiga, masih muda hijau kekuningan setelah tua kuning jingga, benang sari ± 5 mm, bercabang dua, kuning, putik hijau kekuningan, mahkota bulat telur, panjang 5 – 8 cm, kuning.

Buah

Kotak, bulat, masih muda hijau setelah tua abu-abu.

Biji

Bulat telur, panjang ± 5 cm, lebar ± 2 cm, coklat.

Akar

Tunggang, kuning.



Gambar 104.  Berberis fortunei Lindl.

Khasiat

Batang Berberis fortunei berkhasiat sebagai obat penurun panas.

Obat penurun panas : dipakai ± 5 gram batang Berberis fortunei, dipotong kecil-kecil, direbus dengan 2 gelas air selama 20 menit, setelah dingin disaring.  Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Daun Berberis fortunei mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, dan tanin.

.

BROJO LINTANG (Belamcanda chinensis (L.) DC.)

Botani

Sinonim

Belamcanda punctata Moench.

Pardanthus chinensis Kergawl.

Klasifikasi

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Monocotyledoneae

Bangsa

Liliflorae

Suku

Iridaceae

Marga

Belamcanda

Jenis

Belamcanda chinensis (L.) DC.

Nama

Umum/Dagang 

Brojo lintang.

Jawa

Sulinga (Sunda), Brojo lintang (Jawa).

Sulawesi

Kiris (Minahasa).

Deskripsi 

Habitus

Semak, tinggi 1 – 1½ m.

Batang

Tegak, masif, pipih, berbuku-buku, halus, kuning kehijauan.

Daun

Tunggal, menutupi batang, lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal terbelah, pertulangan sejajar, panjang 50 – 60 cm, lebar 2 – 4 cm, hijau kebiruan.

Bunga

Majemuk, berkelamin dua, di ujung batang, kelopak segi tiga memanjang, ungu, benang sari tiga buah, panjang 1 – 1½ cm, kuning, kepala sari pipih, kuning, putik kuning, mahkota bentuk bintang, segi enam, halus, jingga.

Buah

Kotak, bulat memanjang, berparuh, hijau.

Biji

Bulat pipih, putih.

Akar

Serabut, putih kotor.



Gambar 102.  Belamcanda chinensis (L.) DC.

Khasiat

Bunga dan daun Belamcanda chinensis berkhasiat sebagai obat penurun panas dan akarnya berkhasiat untuk urus-urus.

Obat penurun panas : dipakai ± 15 gram bunga dan daun segar Belamcanda chinensis, dicuci, ditumbuk sampai lumat, diparamkan pada badan.

Kandungan Kimia

Bunga, daun, dan akar Belamcanda chinensis mengandung saponin; bunganya juga mengandung alkaloida dan tanin; serta daunnya juga mengandung polifenol.

.

BEGONIA (Begonia fimbristipulata Hance.)

Klasifikasi

 

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Dicotyledoneae

Bangsa

Cistales

Suku

Begoniaceae

Marga

Begonia

Jenis

Begonia fimbristipulata Hance.

Nama

Umum/Dagang

Begonia

Jawa

Begonia (Jawa).

Deskripsi

  

 

Habitus

Terna menahun, tinggi 15 – 25 cm.

Batang

Silindris, berambut, sukulen, beruas-ruas, bercabang-cabang, melata di atas tanah, warna hijau kemerahan.

Daun

Tunggal, berseling, tangkai daun silindris, panjang 10 – 15 cm, berbulu kasar, berwarna hijau pucat dengan rambut kecoklatan, bentuk daun jantung, panjang 5 – 15 cm, lebar 3 – 12 cm, ujung runcing, pangkal bertoreh membulat, tepi rata, pertulangan daun menonjol di permukaan bawah, permukaan berbulu kasar, warna hijau bergaris putih, permukaan bawah warna hijau keunguan.

Bunga

Majemuk, bentuk payung, terletak di ketiak daun, tangkai panjang 5 – 10 cm, tanpa kelopak, mahkota bentuk kuku, duduk di atas bakal buah, halus, lebar 1 cm, warna putih kemerahan.

Buah

Kotak, bentuk prisma, bersayap, panjang ½ – 1 cm, berwarna putih kehijauan.

Biji

Berbentuk serbuk halus, berwarna coklat.

Akar

Serabut, berwarna putih kotor.



Gambar 99.  Begonia fimbristipulata Hance.

Ekologi dan Persebaran

Tanaman ini merupakan tumbuhan liar di hutan-hutan basah atau kadang ditanam sebagai tanaman hias.  Tumbuh baik di tempat-tempat lembab, tanah berhumus dan di tempat yang sedikit ternaungi, mulai dari ketinggian 900 – 2.300 m di atas permukaan laut.  Berbunga pada bulan Juni – September.  Waktu panen yang tepat bulan September – November.

Bagian yang Digunakan

Daun atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan 

Penurun panas, pembersih darah, dan penekan batuk.

Khasiat

Obat penurun panas : seluruh bagian tanaman begonia dalam keadaan segar sebanyak 30 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih dan air rebusan tinggal setengahnya, saring dan setelah dingin diminum sekaligus, dilakukan sehari 2 – 3 kali.

Obat nyeri haid : seluruh bagian tanaman begonia segar sebanyak 50 gram, dicuci direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.  Tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita yang sedang hamil.

Kandungan Kimia

Seluruh bagian tanaman begonia mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol.

,

GOBO (Arctium lappa L.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Asterales

Suku

:

Asteraceae

Marga

:

Arctium

Jenis

:

Arctium lappa L.

Nama

Umum/Dagang

:

Gobo.

Jawa

:

Gobo.

Deskripsi


Habitus

:

Terna, semusim, tinggi 20 – 30 cm, tidak berbatang.

Daun

:

Tunggal, roset akar, bentuk oval atau bulat, panjang 20 – 30 cm, lebar 15 – 20 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan daun tegas berwarna hijau bergaris ungu, permukaan bawah berbulu halus putih, permukaan atas kasar, warna hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, terletak di ujung batang, panjang mencapai 30 cm, kelopak hijau, bentuk cawan berduri, diameter 4 – 6 cm, warna hijau, mahkota balus bentuk sudip, ujung runcing, lepas, mengelilingi cawan bunga tempat benang sari dan putik, warna putih atau ungu.

Biji

:

Bentuk lanset, ujung tumpul, panjang 4 – 5 mm, berwarna coklat tua atau coklat kehitaman.

Akar

:

Tunggang, bentuk silindris, diameter 3 – 5 cm, berwarna putih kehitaman.



Gambar 77.  Arctium lappa L.

Ekologi dan Persebaran

Gobo merupakan tumbuhan yang umum dibudidayakan sebagai tanaman sayur atau hias di kebun-kebun atau pekarangan.  Tumbuh di dataran menengah sampai pegunungan pada ketinggian 800 – 1.800 m di atas permukaan laut.  Tanaman ini menyukai tanah yang gembur dan subur serta dapat dipanen setelah berumur 4 – 5 bulan setelah tanam.

Bagian yang Digunakan

Akar atau umbi akar dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan

Peluruh air seni dan anti radang.

Khasiat dan Pemanfaatan

Pelancar air seni : Akar gobo segar sebanyak 100 – 200 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 5 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus, sehari sekali dan sebaiknya diminum pada pagi hari.

Obat turun panas : akar gobo segar sebanyak 100 gram, dicuci direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 10 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Akar dan daun gobo mengandung saponin, kardenolin, flavonoida, dan polifenol.

.

BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Allium

Jenis

:

Allium cepa L.

Nama

Umum/Dagang

:

Bawang merah.

Sumatera

:

Bawang abang mirah (Aceh), Pia (Batak Karo), Bawang abang (Palembang), Bawang sirah (Minangkau), Bawang suluh (Lampung), Bawang merah (Melayu).

Jawa

:

Bawang beureum (Sunda), Brambang (Jawa), Bharjang Merah (Madura).

Bali

:

Jasun bang.

Nusa Tenggara

:

Kalpeomeh (Timor), Laisona pras (Roti).

Sulawesi

:

Bawangi (Gorontalo), Lasuna (Bugis), Pia (Buol), Lasuma (Makasar).

Maluku

:

Bawa (Halmahera), Bawa roriha (Ternate), Kosai miha (Buru), Bawa Koriri (Tidore).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, semusim, tinggi 40 – 60 cm.

Batang

:

Keputihan, berlobang, bentuk lurus, ujung runcing, tapi rata, panjang ± 50 cm, lebar ± ½ cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, hijau.

Daun

:

Tunggal, memeluk umbi lapis.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bongkol, bertangkai silindris, panjang ± 40 cm, hijau, benang sari enam, tangkai sari putih, kepala sari hijau, putik menancap pada dasar bunga, mahkota bentuk bulat telur, ujung runcing, tengahnya bergaris putih.

Buah

:

Batu, bulat, hijau.

Biji

:

Segi tiga, hitam.

Akar

:

Serabut, putih.



Gambar 29. Allium cepa L.

Khasiat

Umbi lapis Allium cepa berkhasiat sebagai obat selain sebagai bumbu.

Obat penurun panas : Dipakai ± 20 gram umbi lapis Allium cepa, dicuci dan diparut. Hasil parutan dicampur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, dibalurkan pada badan.

Demam pada anak : Kupas 2 – 3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, ½ sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke ketiak, punggung, perut. Jika panasnya tinggi gosokkan di kepala, ketiak, dan semua lipatan badan, perut, telapak kaki, serta bagian tubuh yang terasa panas kalau dipegang.

Perut kembung : Kupas 2 – 3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, ½ sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke perut dan sekitarnya. Jika belum kentut ulangi kira-kira seperempat jam kemudian.

Masuk angin : 5 bawang merah dikupas, cuci, parut; tambahkan 1 sendok makan air larutan kapur sirih (kapur sirihnya cukup seujung kelingking). Gosokkan ke perut, punggung, tengkuk, dan kaki.

Kerokan : 2 bawang merah dikupas, cuci, parut, dan campurkan 2 sendok makan minyak goreng.

Kerokan pada anak-anak : 1 bawang merah dikupas, cuci, dan potong jadi 2 lalu digosokkan ke kulit anak.

Disentri : 3 bawang merah dikupas, ½ cangkir daun patikan cina, 5 cm pulasari, cuci, iris, taruh di mangkuk, lalu dikukus kira-kira 1 jam. Saring dengan kain bersama cairan yang terkumpul di mangkuk. Takaran itu untuk 2 kali minum. Ulangi hingga sembuh.

Hipertensi : 3 bawang merah, dikupas, cuci, telan utuh, atau diiris kasar dulu baru dimakan.

Diabetes : 3 bawang merah, 10 buncis, 10 daun salam dicuci, iris, rebus dengan ½ gelas air, saring, minum airnya sekali sehari. Periksakan gula darah 2 minggu kemudian.

Kutu air/kaki rangen : 3 bawang merah dikupas, cuci, parut, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan. Hangat-hangat dioleskan ke sela-sela jari kaki yang telah dicuci dengan air hangat dan dikeringkan. Hindari tempat becek dan kaki basah.

Bisul/luka : 1 bawang merah dikupas, cuci, parut, lalu tempelkan ke bisul/luka.

Payudara bengkak/mastitis : 5 bawang merah dikupas, cuci dengan air hangat, diparut, tempelkan ke payudara, tetapi jangan kena putingnya.

Melancarkan air seni pada anak disertai demam : Gejala ini biasanya diikuti dengan kejang. Untuk mencegahnya tempelkan dan balut ramuan ini di perut bagian bawah; 5 bawang merah dikupas, cuci, secangkir peterseli dicuci, seujung kelingking tawas, semua dihaluskan.

Kandungan Kimia

Bawang merah mengandung senyawa flavonglikosida dan sulfur.

.

BABANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Asterales

Suku

:

Asteraceae

Marga

:

Ageratum

Jenis

:

Ageratum conyzoides L.

Nama

Umum/Dagang

:

Babandotan.

Sumatera

:

Bandotan (Melayu).

Jawa

:

Babandotan (Sunda), Bandotan (Jawa), Dus bedusan (Madura).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, 1 tahun, tinggi 10 – 120 cm.

Batang

:

Tegak atau terbaring.

Daun

:

Tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, panjang 3 – 4 cm, lebar 1 – 2½ cm, pertulangan menyirip, tangkai pendek, hijau.

Bunga

:

Majemuk, di ketiak daun, bongkol menyatu menjadi karangan, bentuk malai rata, panjang 6 – 8 mm, tangkai berambut, kelopak berbulu, hijau, mahkota bentuk lonceng, putih atau ungu.

Buah

:

Padi, bulat panjang, bersegi lima, gundul atau berambut jarang, hitam.

Biji

:

Kecil, hitam.

Akar

:

Tunggang, putih kotor.

a

a

Gambar 22. Ageratum conyzoides L.

Khasiat

Daun Ageratum conyzoides berkhasiat sebagai obat luka baru dan obat wasir.

Obat luka baru : 1) dipakai ± 5 gram daun segar Ageratum conyzoides, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditempelkan pada luka dan dibalut; 2) Daunnya ditumbuk dan dicampur dengan sedikit kapur sirih, dapat digunakan sebagai obat (obat luar/luka).

Penurun panas dan obat disentri : Akar pohon bandotan direbus selama setengah jam sampai airnya mendidih, kemudian disaring, airnya diminum.

Obat mencret : Daunnya direbus selama lebih kurang ¼ jam, kemudian disaring, airnya dapat diminum.

Kandungan Kimia

Secara umum tanaman ini mengandung kumarine, eugenol 5%, dan HCN. Daun dan bunga Ageratum conyzoides mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, di samping itu daunnya juga mengandung minyak atsiri.

a

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.