GOBO (Arctium lappa L.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Asterales

Suku

:

Asteraceae

Marga

:

Arctium

Jenis

:

Arctium lappa L.

Nama

Umum/Dagang

:

Gobo.

Jawa

:

Gobo.

Deskripsi


Habitus

:

Terna, semusim, tinggi 20 – 30 cm, tidak berbatang.

Daun

:

Tunggal, roset akar, bentuk oval atau bulat, panjang 20 – 30 cm, lebar 15 – 20 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan daun tegas berwarna hijau bergaris ungu, permukaan bawah berbulu halus putih, permukaan atas kasar, warna hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, terletak di ujung batang, panjang mencapai 30 cm, kelopak hijau, bentuk cawan berduri, diameter 4 – 6 cm, warna hijau, mahkota balus bentuk sudip, ujung runcing, lepas, mengelilingi cawan bunga tempat benang sari dan putik, warna putih atau ungu.

Biji

:

Bentuk lanset, ujung tumpul, panjang 4 – 5 mm, berwarna coklat tua atau coklat kehitaman.

Akar

:

Tunggang, bentuk silindris, diameter 3 – 5 cm, berwarna putih kehitaman.



Gambar 77.  Arctium lappa L.

Ekologi dan Persebaran

Gobo merupakan tumbuhan yang umum dibudidayakan sebagai tanaman sayur atau hias di kebun-kebun atau pekarangan.  Tumbuh di dataran menengah sampai pegunungan pada ketinggian 800 – 1.800 m di atas permukaan laut.  Tanaman ini menyukai tanah yang gembur dan subur serta dapat dipanen setelah berumur 4 – 5 bulan setelah tanam.

Bagian yang Digunakan

Akar atau umbi akar dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan

Peluruh air seni dan anti radang.

Khasiat dan Pemanfaatan

Pelancar air seni : Akar gobo segar sebanyak 100 – 200 gram, dicuci, direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 5 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus, sehari sekali dan sebaiknya diminum pada pagi hari.

Obat turun panas : akar gobo segar sebanyak 100 gram, dicuci direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 10 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Akar dan daun gobo mengandung saponin, kardenolin, flavonoida, dan polifenol.

.

BRAMBANGAN (Aneilema malabaricum (L.) Merr.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Bromeliales

Suku

:

Commelinaceae

Marga

:

Aneilema

Jenis

:

Aneilema malabaricum (L.) Merr.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Brambangan.

Jawa

:

Gewor (Sunda), Brambangan (Jawa), Djeboran (Madura).

Deskripsi

 


Habitus

:

Herba, semusim, membentuk stolon, panjang 10 - 50 cm.

Batang

:

Menjalar dan merambat, bulat, hijau keunguan.

Daun

:

Tunggal, roset akar, berseling, bentuk pita, panjang 3 – 15 cm, lebar 1 – 3 cm, tepi rata, pertulangan sejajar, hijau.

Bunga

:

Majemuk, di ujung batang atau di ketiak daun, terdiri dari 2 – 3 cabang, benang sari 6, mahkota 3 helai, ungu atau biru.

Buah

:

Kotak, lonjong, panjang 0,4 – 0,6 cm, hijau.

Biji

:

Lonjong, keras, coklat.

Akar

:

Serabut, putih.



Gambar 58. Aneilema malabaricum (L.) Merr.

Khasiat

Herba Aneilema malabaricum berkhasiat untuk pelancar air seni.

Pelancar air seni : dipakai ± 10 gram herba segar Aneilema malabaricum, dicuci, diseduh dengan 1 gelas air matang panas selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus..

Kandungan Kimia

Daun Aneilema malabaricum mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol.

.

BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Allium

Jenis

:

Allium cepa L.

Nama

Umum/Dagang

:

Bawang merah.

Sumatera

:

Bawang abang mirah (Aceh), Pia (Batak Karo), Bawang abang (Palembang), Bawang sirah (Minangkau), Bawang suluh (Lampung), Bawang merah (Melayu).

Jawa

:

Bawang beureum (Sunda), Brambang (Jawa), Bharjang Merah (Madura).

Bali

:

Jasun bang.

Nusa Tenggara

:

Kalpeomeh (Timor), Laisona pras (Roti).

Sulawesi

:

Bawangi (Gorontalo), Lasuna (Bugis), Pia (Buol), Lasuma (Makasar).

Maluku

:

Bawa (Halmahera), Bawa roriha (Ternate), Kosai miha (Buru), Bawa Koriri (Tidore).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, semusim, tinggi 40 – 60 cm.

Batang

:

Keputihan, berlobang, bentuk lurus, ujung runcing, tapi rata, panjang ± 50 cm, lebar ± ½ cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, hijau.

Daun

:

Tunggal, memeluk umbi lapis.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bongkol, bertangkai silindris, panjang ± 40 cm, hijau, benang sari enam, tangkai sari putih, kepala sari hijau, putik menancap pada dasar bunga, mahkota bentuk bulat telur, ujung runcing, tengahnya bergaris putih.

Buah

:

Batu, bulat, hijau.

Biji

:

Segi tiga, hitam.

Akar

:

Serabut, putih.



Gambar 29. Allium cepa L.

Khasiat

Umbi lapis Allium cepa berkhasiat sebagai obat selain sebagai bumbu.

Obat penurun panas : Dipakai ± 20 gram umbi lapis Allium cepa, dicuci dan diparut. Hasil parutan dicampur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, dibalurkan pada badan.

Demam pada anak : Kupas 2 – 3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, ½ sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke ketiak, punggung, perut. Jika panasnya tinggi gosokkan di kepala, ketiak, dan semua lipatan badan, perut, telapak kaki, serta bagian tubuh yang terasa panas kalau dipegang.

Perut kembung : Kupas 2 – 3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, ½ sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke perut dan sekitarnya. Jika belum kentut ulangi kira-kira seperempat jam kemudian.

Masuk angin : 5 bawang merah dikupas, cuci, parut; tambahkan 1 sendok makan air larutan kapur sirih (kapur sirihnya cukup seujung kelingking). Gosokkan ke perut, punggung, tengkuk, dan kaki.

Kerokan : 2 bawang merah dikupas, cuci, parut, dan campurkan 2 sendok makan minyak goreng.

Kerokan pada anak-anak : 1 bawang merah dikupas, cuci, dan potong jadi 2 lalu digosokkan ke kulit anak.

Disentri : 3 bawang merah dikupas, ½ cangkir daun patikan cina, 5 cm pulasari, cuci, iris, taruh di mangkuk, lalu dikukus kira-kira 1 jam. Saring dengan kain bersama cairan yang terkumpul di mangkuk. Takaran itu untuk 2 kali minum. Ulangi hingga sembuh.

Hipertensi : 3 bawang merah, dikupas, cuci, telan utuh, atau diiris kasar dulu baru dimakan.

Diabetes : 3 bawang merah, 10 buncis, 10 daun salam dicuci, iris, rebus dengan ½ gelas air, saring, minum airnya sekali sehari. Periksakan gula darah 2 minggu kemudian.

Kutu air/kaki rangen : 3 bawang merah dikupas, cuci, parut, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan. Hangat-hangat dioleskan ke sela-sela jari kaki yang telah dicuci dengan air hangat dan dikeringkan. Hindari tempat becek dan kaki basah.

Bisul/luka : 1 bawang merah dikupas, cuci, parut, lalu tempelkan ke bisul/luka.

Payudara bengkak/mastitis : 5 bawang merah dikupas, cuci dengan air hangat, diparut, tempelkan ke payudara, tetapi jangan kena putingnya.

Melancarkan air seni pada anak disertai demam : Gejala ini biasanya diikuti dengan kejang. Untuk mencegahnya tempelkan dan balut ramuan ini di perut bagian bawah; 5 bawang merah dikupas, cuci, secangkir peterseli dicuci, seujung kelingking tawas, semua dihaluskan.

Kandungan Kimia

Bawang merah mengandung senyawa flavonglikosida dan sulfur.

.

SUPLIR (Adiantum cuneatum Langs. & Fisch.)

Klasifikasi

Divisi

:

Pteridophyta

Kelas

:

Filicinae

Bangsa

:

Eufilicales

Suku

:

Polypodiaceae

Marga

:

Adiantum

Jenis

:

Adiantum cuneatum Langs. & Fisch.


Nama

Umum/Dagang

:

Suplir.

Jawa

:

Suplir.


Deskripsi


Habitus

:

Semak, semusim, tinggi ± 1,3 m.

Batang

:

Tegak, mudah retak, silindris, permukaan licin, percabangan tumbuh dari pangkal, hitam.

Daun

:

Tunggal, di ujung cabang atau batang, lonjong, tepi berlekuk, ujung runcing, pangkal bertoreh, pada sisi bawah daun terdapat spora untuk berkembang biak, panjang 20 – 40 cm, lebar 15 – 25 cm, hijau.

Bunga

:

Tanaman berspora.

Akar

:

Serabut, bulat, putih.



Gambar 18. Adiantum cuneatum Langs. & Fisch.


Khasiat

Daun Adiantum cuneatum berkhasiat untuk pelancar air seni dan akarnya berkhasiat sebagai obat cacing.

Pelancar air seni : dipakai ± 10 gram daun segar Adiantum cuneatum, dicuci, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkari dan disaring.  Hasil saringan diminum dua kali sehari sama banyak pagi dan sore.


Kandungan Kimia

Daun Adiantum cuneatum mengandung saponin, flavonoida, dan tanin serta akarnya mengandung saponin.

.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.