NANAS (Ananas comosus Merr.)

Botani

 

Sinonim

:

Ananas sativus Schult.

Ananas sativa Lindl.

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Bromeliales

Suku

:

Bromeliaceae

Marga

:

Ananas

Jenis

:

Ananas comosus Merr.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Nanas.

Sumatera

:

Anes (Aceh), Mas (Gayo), Nonas (Batak), Aneh (Minangkabau), Kanos (Lampung).

Jawa

:

Danas (Sunda), Nanas (Jawa Tengah), Nanas (Madura).

Bali

:

Manas.

Nusa Tenggara

:

Panda jawa (Sumba), Pedang (Flores), Pedang (Solor), Nanas (Ternate), Nanasi (Tidore).

Sulawesi

:

Tuis mangandow (Makasar).

Maluku

:

Arnasiun (Ambon), Kalnasi (Buru), Manasi (Halmahera).

Deskripsi

 


Habitus

:

Herba, tahunan, tinggi 50 – 150 cm.

Batang

:

Dalam rosel akar, pangkal melebar menjadi pelepah, hijau kekuningan atau keunguan.

Daun

:

Tunggal, beniuk pedang, tebal, liat, ujung lancip serupa duri, tepi berduri tempel, hijau atau hijau kemerahan.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, di ujung batang, daun pelindung bergigi tajam 2 – 5 cm, kelopak terbenam dalam poros bulir, membentuk tonjolan bersegi lima, taju segi tiga, berdaging, panjang ± 1 cm, putih, daun mahkota lonjong, panjang 1½ – 2½ cm, putih atau ungu.

Buah

:

Semu, bulat panjang, berdaging, hijau atau jingga.

Biji

:

Pipih, kecil, coklat.

Akar

:

Serabut, hitam keputih-putihan.

.

Gambar 52. Ananas comosus Merr.

Khasiat

Buah Ananas comosus berkhasiat sebagai obat cacing, obat demam, pelancar air seni, dan memperbaiki pencernaan.

Obat cacing : dipakai 1 buah muda Ananas comosus, dikupas, dicuci dan diparut kemudian diperas. Hasil perasan diminum sekaligus. Bagi wanita yang sedang hamil dilarang.

Kandungan Kimia

Daun, buah, dan akar Ananas comosus mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol.

.

BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Allium

Jenis

:

Allium sativum L.

Nama

Umum/Dagang

:

Bawang putih.

Sumatera

:

Bawang putih (Melayu), Lasun (Aceh), Dasun (Minangkabau), Lasuna (Batak), Bacong landak (Lampung).

Jawa

:

Bawang bodas (Sunda), Bawang (Jawa), Babang pole (Madura).

Kalimantan

:

Bawang kasihong (Dayak).

Sulawesi

:

Lasuna kebo (Makasar), Lasuna pote (Bugis), Pia moputi (Gorontalo).

Nusa Tenggara

:

Incuna.

Deskripsi

Habitus

:

Herba, semusim, tinggi 50 – 60 cm.

Batang

:

Semu, beralur, hijau.

Daun

:

Tunggal, berupa reset akar bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm, lebar ± 1½ cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, bertangkai panjang, putih.

.

Gambar 32. Allium sativum L.

Khasiat

Umbi lapis Allium sativum mempunyai beberapa khasiat sebagai obat selain sebagai bumbu.

Hipertensi : a) Sebanyak 2 – 3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah, lalu ditelan sambil minum air hangat. Lakukan 3 kali sehari; b) Bawang putih dibakar sampai matang, makan. Dua hari pertama makan 6 siung selanjutnya selama seminggu makan 2 siung; c) dipakai ± 4 gram umbi lapis Allium sativum, dikupas dan dicuci, dimakan mentah sebagai lalab.

Sakit kepala : Umbi bawang putih dilumatkan, lalu borehkan pada dahi.

Flu : Bawang putih, bawang merah, jahe dengan takaran yang sama dikupas, cuci, seduh. Tutup selama 15 menit, sisihkan jahenya, makan bawang merah, bawang putih, minum airnya.

Disentri : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, rebus dengan segelas air. Minum sebelum makan. Lakukan 3 kali sehari, selama 2 – 3 hari.

Batuk rejan dan bronkhitis : Sebanyak 30 gram bawang putih, kupas, cuci, lumatkan, campur dengan gula batu dan segelas air matang, diamkan selama 5 – 6 jam. Minum 1 sendok makan penuh setiap hari selama beberapa hari.

Borok : Sebanyak 2 – 3 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, campur dengan 1 sendok minyak kelapa sampa rata. Oleskan pada bagian yang bengkak.

Luka kena benda tajam berkarat : Bawang putih dikupas, cuci, bakar, celupkan ke dalam minyak kelapa, lumatkan. Oleskan pada bagian yang luka.

Cacingan : Sebanyak 3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah sampai halus, telan dan minum air hangat. Lakukan 1 – 2 kali sehari.

Nyeri haid : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, kunyah halus, telan. Minum 2 sendok makan air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Migrain : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai lumat lalu telan dan minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Perut kembung : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai halus, telan lalu minum air hangat. Lakukan

3 kali sehari.

Bisul yang baru tumbuh : Sebanyak 1 siung bawang putih, kupas, cuci, belah. Oleskan pada bisul yang baru timbul. Lakukan berkali-kali.

Sakit maag : Bawang putih laki-laki (yang tumbuh sendiri, tunggal, tidak bergerombol), dikupas, cuci, kunyah. Lakukan 3 kali sehari.

Asma, batuk, masuk angin : Sebanyak 3 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan. Beri 1 sendok makan madu dan gula batu yang sudah dicairkan. Campurkan semua bahan, aduk rata, saring.
Minum setiap pagi sampai sembuh.

Mengeluarkan serpihan kaca, kayu, atau duri : Bawang putih dikupas, cuci, lumatkan. Tempelkan pada bagian yang dimaksud.

Ambeien : Bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, peras, oleskan airnya di sekitar anus setiap hari.

Cantengan : Cuci 2 siung bawang putih yang sudah dikupas dan 2 kemiri. Lumatkan dan beri garam dapur. Tempelkan pada kuku yang bengkak, balut. Ganti sehari 2 kali, pagi dan sore.

Asma : Sebanyak 10 siung bawang putih dikupas, cuci, iris, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal ¾. Setelah dingin, saring, minum 3 kali sehari @ ½ gelas dengan 1 sendok makan madu.

Digigit serangga beracun : Sebanyak 6 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, oleskan pada bagian yang disengat, balut.

Catatan : Sebaiknya bawang putih tidak dimakan mentah, karena mengganggu lambung, lebih baik direbus, digoreng, atau dipanggang lebih dulu.

Kandungan Kimia

Umbi lapis Allium sativum mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol; di samping minyak atsiri, aliin, kalium, saltivine, dan diallysulfide.

.

TEPUS SIGUNG (Acanthus ilicifolius L.)

Botani

 

 

Sinonim

:

Acanthus ebracteatus Val.; Acanthus volubilis Wall.

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Solanales

Suku

:

Acanthaceae

Marga

:

Acanthus

Jenis

:

Acanthus ilicifolius L.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Tepus sigung.

Sumatera

:

Jeruju (Melayu).

Jawa

:

Daruju.

Deskripsi

 

 

Habitus

:

Semak, tahunan, tinggi ¾ – 1½ m.

Batang

:

Berkayu, bulat, permukaan licin, berduri pada sekitar duduk daun, bercabang, hijau.

Daun

:

Tunggal, bersilang berhadapan, bulat panjang, ujung dan pangkal runcing, tepi berduri, panjang 10 – 20 cm, lebar 5 – 6 cm,
pertulangan menyirip, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, di ujung batang, panjang 6 – 30 cm, daun pelindung berlapis dua, bagian dalam lebih kecil, gugur sebelum bunga mekar, kelopak panjang 12½ – 15 mm, berbagi empat, mahkota panjang 3 – 4½ cm, bertabung putih, bibir bulat telur, ujung bertaju tiga, ungu kebiruan.

Buah

:

Kotak, bulat telur, panjang ± 3 cm, coklat kehitaman.

Biji

:

Bentuk ginjal, dua sampai empat, hitam.

Akar

:

Tunggang, putih kekuningan.

 

 

Gambar 9.  Acanthus ilicifolius L.

Khasiat

Daun, biji, dan akar Acanthus ilicifolius berkhasiat sebagai obat cacing, di samping itu daun muda berkhasiat sebagai obat sakit perut.

Obat cacing : dipakai ± 10 gram akar Acanthus ilicifolius, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit.  Hasil rebusan diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Daun, akar, dan biji Acanthus ilicifolius mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol; di samping itu bijinya juga mengandung alkaloida.

 

 

Ditulis dalam TANAMAN OBAT. Kaitkata: . 1 Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.