BELIMBING LEGI (Averrhoa carambola L.)

Klasifikasi


Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Geraniales

Suku

:

Oxalidaceae

Marga

:

Averrhoa

Jenis

:

Averrhoa carambola L.

Nama

Umum/Dagang

:

Blimbing legi.

Sumatera

:

Asom jorbing (Batak), Balimbing manih (Minangkabau), Belimbing manis (Melayu).

Jawa

:

Balimbing amis (Sunda), Blimbing legi (Jawa Tengah), Bhalingbhing manis (Madura).

Sulawesi

:

Lembetua (Gorontato), Lombituka gula (Buol), Takule (Baree), Bainang sulapa (Makasar), Balireng (Bugis).

Maluku

:

Baknil kasluir (Kai), Totofuko (Ternate), Toiuo (Tidore), Balibi totofuko (Halmahera).

Deskripsi

 

Habitus

:

Pohon, tinggi ± 12 m.

Batang

:

Berkayu, tegak, bulat, bercabang-cabang, coklat Pohon, tinggi ± 12 m.

Daun

:

Majemuk, menyirip, bulat telur, ujung runcing, pangkal membulat, tepi rata, panjang 1½  – 7½ cm, lebar 1 - 4 cm, bertangkai pendek, anak daun dua belas, pertulangan menyirip, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk malai, pada ranting atau ketiak daun, kelopak ± 4 mm, merah, daun mahkota pada bagian tengah bergandengan, bulat telur 6 – 8 mm, merah keunguan.

Buah

:

Buni, panjang 4 – 13 cm, masih muda hijau setelah tua kuning kehijauan.

Biji

:

Lanset, pipih, masih muda putih setelah tua coklat kehitaman.

Akar

:

Tunggang, bulat, kuning kecoklatan.



Gambar 89.  Averrhoa carambola L.

Khasiat

Buah Averrhoa carambola berkhasiat sebagai obat batuk dan obat tekanan darah tinggi, sedang daunnya berkhasiat sebagai obat pening.

Obat batuk : dipakai ± 300 gram buah Averrhoa carambola dicuci, diparut, kemudian diperas dan disaring.  Hasil saringan diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Daun Averrhoa carambola mengandung alkaloida, saponin, dan flavonoida.

.

SENTE (Alocasia macrorrhiza Schott)

Botani

Sinonim

:

Alocasia alba Schott

Alocasia bantamensis Kds.

Alocasia crassifolia Engl.

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Arales

Suku

:

Araceae

Marga

:

Alocasia

Jenis

:

Alocasia macrorrhiza Schott

Nama

Umum/Dagang

:

Sente.

Sumatera

:

Birah (Batak), Birah (Minangkabau), Bio (Nias).

Jawa

:

Sente (Sunda), Sente (Jawa), Bira (Madura).

Bali

:

Biah.

Nusa Tenggara

:

Wia (Bima), Mael (Timor).

Sulawesi

:

Bira (Makasar), Birah (Manado), Lawira (Bugis).

Maluku

:

Hila (Ambon), Kiha (Halmahera), Kiha (Ternate).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, tahunan, tinggi 1 – 2 m.

Batang

:

Tegak, tidak berkayu, bulat, putih kekuningan.

Daun

:

Tunggal, bentuk jantung, pangkal berlekuk, ujung runcing, tepi rata, panjang 25 – 75 cm, lebar 30 – 60 cm, hijau.

Bunga

:

Tongkol, silindris, di ketiak daun, tangkai 20 – 30 cm, ramping, hijau.

Buah

:

Buni, diameter ± 5 cm, hijau.

Biji

:

Bulat panjang, beralur membujur, hijau.

Akar

:

Serabut, putih.

.

Gambar 34. Alocasia macrorrhiza Schott

Khasiat

Getah tangkai daun Alocasia macrorrhiza berkhasiat sebagai obat batuk.

Obat batuk : dipakai lebih kurang 10 tetes getah tangkai daun Alocasia macrorrhiza, diseduh dengan ½ gelas air matang panas. Hasil seduhan diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Batang dan tangkai daun Alocasia macrorrhiza mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol; sedang rimpangnya mengandung saponin.

.

Ditulis dalam TANAMAN OBAT. Kaitkata: . 1 Komentar »

BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Allium

Jenis

:

Allium sativum L.

Nama

Umum/Dagang

:

Bawang putih.

Sumatera

:

Bawang putih (Melayu), Lasun (Aceh), Dasun (Minangkabau), Lasuna (Batak), Bacong landak (Lampung).

Jawa

:

Bawang bodas (Sunda), Bawang (Jawa), Babang pole (Madura).

Kalimantan

:

Bawang kasihong (Dayak).

Sulawesi

:

Lasuna kebo (Makasar), Lasuna pote (Bugis), Pia moputi (Gorontalo).

Nusa Tenggara

:

Incuna.

Deskripsi

Habitus

:

Herba, semusim, tinggi 50 – 60 cm.

Batang

:

Semu, beralur, hijau.

Daun

:

Tunggal, berupa reset akar bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm, lebar ± 1½ cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, bertangkai panjang, putih.

.

Gambar 32. Allium sativum L.

Khasiat

Umbi lapis Allium sativum mempunyai beberapa khasiat sebagai obat selain sebagai bumbu.

Hipertensi : a) Sebanyak 2 – 3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah, lalu ditelan sambil minum air hangat. Lakukan 3 kali sehari; b) Bawang putih dibakar sampai matang, makan. Dua hari pertama makan 6 siung selanjutnya selama seminggu makan 2 siung; c) dipakai ± 4 gram umbi lapis Allium sativum, dikupas dan dicuci, dimakan mentah sebagai lalab.

Sakit kepala : Umbi bawang putih dilumatkan, lalu borehkan pada dahi.

Flu : Bawang putih, bawang merah, jahe dengan takaran yang sama dikupas, cuci, seduh. Tutup selama 15 menit, sisihkan jahenya, makan bawang merah, bawang putih, minum airnya.

Disentri : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, rebus dengan segelas air. Minum sebelum makan. Lakukan 3 kali sehari, selama 2 – 3 hari.

Batuk rejan dan bronkhitis : Sebanyak 30 gram bawang putih, kupas, cuci, lumatkan, campur dengan gula batu dan segelas air matang, diamkan selama 5 – 6 jam. Minum 1 sendok makan penuh setiap hari selama beberapa hari.

Borok : Sebanyak 2 – 3 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, campur dengan 1 sendok minyak kelapa sampa rata. Oleskan pada bagian yang bengkak.

Luka kena benda tajam berkarat : Bawang putih dikupas, cuci, bakar, celupkan ke dalam minyak kelapa, lumatkan. Oleskan pada bagian yang luka.

Cacingan : Sebanyak 3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah sampai halus, telan dan minum air hangat. Lakukan 1 – 2 kali sehari.

Nyeri haid : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, kunyah halus, telan. Minum 2 sendok makan air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Migrain : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai lumat lalu telan dan minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Perut kembung : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai halus, telan lalu minum air hangat. Lakukan

3 kali sehari.

Bisul yang baru tumbuh : Sebanyak 1 siung bawang putih, kupas, cuci, belah. Oleskan pada bisul yang baru timbul. Lakukan berkali-kali.

Sakit maag : Bawang putih laki-laki (yang tumbuh sendiri, tunggal, tidak bergerombol), dikupas, cuci, kunyah. Lakukan 3 kali sehari.

Asma, batuk, masuk angin : Sebanyak 3 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan. Beri 1 sendok makan madu dan gula batu yang sudah dicairkan. Campurkan semua bahan, aduk rata, saring.
Minum setiap pagi sampai sembuh.

Mengeluarkan serpihan kaca, kayu, atau duri : Bawang putih dikupas, cuci, lumatkan. Tempelkan pada bagian yang dimaksud.

Ambeien : Bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, peras, oleskan airnya di sekitar anus setiap hari.

Cantengan : Cuci 2 siung bawang putih yang sudah dikupas dan 2 kemiri. Lumatkan dan beri garam dapur. Tempelkan pada kuku yang bengkak, balut. Ganti sehari 2 kali, pagi dan sore.

Asma : Sebanyak 10 siung bawang putih dikupas, cuci, iris, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal ¾. Setelah dingin, saring, minum 3 kali sehari @ ½ gelas dengan 1 sendok makan madu.

Digigit serangga beracun : Sebanyak 6 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, oleskan pada bagian yang disengat, balut.

Catatan : Sebaiknya bawang putih tidak dimakan mentah, karena mengganggu lambung, lebih baik direbus, digoreng, atau dipanggang lebih dulu.

Kandungan Kimia

Umbi lapis Allium sativum mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol; di samping minyak atsiri, aliin, kalium, saltivine, dan diallysulfide.

.

BAWANG PREY (Allium porrum Bl.)

Botani

Sinonim

:

Allium ampeloprasum L var. porum (L.) Regel

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Amarylidaceae

Marga

:

Allium

Jenis

:

Allium porrum Bl.

Nama

Umum/Dagang

:

Bawang prey.

Jawa

:

Bawang pere (Sunda); Bawang sayur, bawang prey (Jawa).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, tahunan, tinggi 0,2 – 1 m.

Batang

:

Semu, terbentuk dari kumpulan pelepah daun, masif, bulat, hijau.

Daun

:

Tunggal, berseling, bentuk pita, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 10 – 25 cm, lebar 0,5 – 2 cm, pertulangan sejajar, licin, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, bertangkai silindris, panjang 13 – 25 cm, hijau, benang sari 6, tangkai sari putih, kepala sari hitam, kepala putik bulat, kuning, mahkota 6 helai, ujung runcing, putih.

Buah

:

Kotak, berruang tiga, garis tengah ½ cm, hijau.

Biji

:

Pipih, hitam.

Akar

:

Serabut, kuning muda.

.


Gambar 31. Allium porrum Bl.

Khasiat

Daun Allium porrum digunakan sebagai obat batuk.

Obat batuk : dipakai 10 gram daun segar Allium porrum, dicuci dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Daun Allium porrum mengandung saponin, kardenofin, dan minyak atsiri.

.

Ditulis dalam TANAMAN OBAT. Kaitkata: . 1 Komentar »

OTOTAN (Ajuga reptans Bugle)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Solanales

Suku

:

Lamiaceae

Marga

:

Ajuga

Jenis

:

Ajuga reptans Bugle

Nama

Umum/Dagang

:

Ototan.

Jawa

:

Ototan.

Deskripsi


Habitus

:

Herba, tahunan, membentuk stolon.

Batang

:

Masif, bulat, hijau.

Daun

:

Tunggal, roset akar, lonjong, ujung meruncing, pangkal runcing, panjang 5 – 15 cm, lebar 2 – 5 cm, pertulangan melengkung, berbulu, tepi berombak, hijau keunguan.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, di ujung batang, panjang bulir 5 – 15 cm, mahkota bentuk tabung, panjang 1 – 2 cm, ungu.

Buah

:

Kotak, tiap kotak terdapat 2 – 4 biji, hijau.

Biji

:

Bulat, kecil, masih muda coklat setelah tua hitam.

Akar

:

Serabut, kuning kecoklatan.



Gambar 24.  Ajuga reptans Bugle

Khasiat

Daun Ajuga reptans berkhasiat sebagai obat batuk dan bisul.

Obat batuk : dipakai ± 10 gram daun segar Ajuga reptans, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring.   Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Daun Ajuga reptans mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, dan
polifenol.

.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.