BEGONIA (Begonia laciniata Roxb.)

Klasifikasi

 

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Dicotyledoneae

Bangsa

Cistales

Suku

Begoniaceae

Marga

Begonia

Jenis

Begonia laciniata Roxb.

Nama

Umum/Dagang 

Begonia.

Jawa

Begonia (Jawa).

Deskripsi

 

 

Habitus

Semak, tinggi 60 – 75 cm.

Batang

Lunak, merah kecoklatan.

Daun

Tunggal, duduk seperti roset akar, bentuk jantung, berbulu halus, tepi beringgit, pangkal tumpul, berbelah dua, ujung runcing, pertulangan menjari, hijau.

Bunga

Majemuk, bentuk malai, tangkai panjang 80 – 90 cm, daun pelindung satu, tipis, panjang 5 – 6 cm, lebar 3 – 4 cm, berbulu halus, benang sari terbagi tiga, berpasang-pasangan, mahkota bersayap tiga, satu lebar, dua lainnya pendek, merah keputih-putihan.

Buah

Kotak, masih muda hijau setelan tua coklat.

Biji

Bulat, kecil, putih.

Akar

Tunggang, putih kotor.



Gambar 101.   Begonia laciniata Roxb.

Khasiat

Daun Begonia laciniata berkhasiat sebagai obat luka baru.

Obat luka baru : dipakai ± 15 gram daun segar Begonia laciniata, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada luka baru.

Kandungan Kimia

Daun dan batang Begonia laciniata mengandung saponin; di samping itu daunnya juga mengandung tanin; dan batangnya juga mengandung flavonoida dan polifenol.

.

BEGONIA (Begonia glabra Kuiz. ex Pav.)

Klasifikasi

 

Divisi

Spermatophyta

Sub Divisi

Angiospermae

Kelas

Dicotyledoneae

Bangsa

Cistales

Suku

Begoniaceae

Marga

Begonia

Jenis

Begonia glabra Kuiz. ex Pav.

Nama

Umum/Dagang 

Begonia.

Sumatera

Begonia (Melayu).

Jawa

Begonia (Jawa).

Deskripsi

Habitus

Semak, tinggi 60 – 75 cm.

Batang

Lunak, banyak mengandung air, berbuku-buku, merah kehijauan.

Daun

Tunggal, bentuk jantung, pangkal tumpul, belah dua, ujung runcing, tepi beringgit, pertulangan menyirip, panjang 12 – 15 cm, lebar 7 – 10 cm, hijau berbintik-bintik putih.

Bunga

Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun, kelopak merah kehijauan, benang sari terletak di tengah, kuning, mahkota terdiri dari empat helai, dua bulat, dua lainnya lanset, merah.

Buah

Buni, lonjong, panjang ± 1 cm, bersayap, merah.

Biji

Bulat, kecil, putih.

Akar

Tunggang, merah kecoklatan.



Gambar 100.  Begonia glabra Kuiz. ex Pav.

Khasiat

Daun Begonia glabra berkhasiat sebagai obat luka baru.

Obat luka baru : dipakai ± 15 gram daun segar Begonia glabra, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada yang luka.

Kandungan Kimia

Daun, batang, dan bunga Begonia glabra mengandung saponin; daunnya juga mengandung tanin; batang dan bunganya mengandung flavonoida; di samping itu batangnya juga mengandung polifenol.

.

JAMBE RENDE (Areca pumila Bl.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Arecales

Suku

:

Palmae

Marga

:

Areca

Jenis

:

Areca pumila Bl.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Jambe rende.

Jawa

:

Jambe rende (Sunda), Piji (Jawa).

Deskripsi

 

Habitus

:

Pohon, tinggi 4 – 5 m.

Batang

:

Tegak, bulat, tidak bercabang, hijau.

Daun

:

Majemuk, berupa roset batang, berpelepah, tangkai 15 – 20 cm, anak daun bentuk lanset, menyirip, pangkal tumpul, ujung meruncing, tepi rata, panjang 30 – 40 cm, lebar 3 – 6 cm, pertulangan sejajar, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, di ketiak daun, bunga jantan dan bunga belina tersusun menyatu dalam bulir, panjang 20 – 25 cm, daun kelopak tiga, putih kemerahan, benang sari banyak, kepala sari silindris, mahkota terbagi tiga, putih kemerah-merahan.

Buah

:

Bulat, masih muda hijau kekuningan setelah tua coklat kehitaman.

Biji

:

Bulat, putih.

Akar

:

Serabut, putih kotor.

 


Gambar 69. Areca pumila Bl.

Khasiat

Biji Areca pumila berkhasiat sebagai obat luka baru, obat cacing, dan peluruh air seni.

Obat luka baru : dipakai ± 10 biji buah Areca pumita, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada luka baru dan dibalut dengan kain yang bersih.

Kandungan Kimia

Biji, bunga, dan daun Areca pumila mengandung flavonoida, di samping itu bunga dan daunnya juga mengandung saponin serta biji dan bunganya juga mengandung tanin.

.

BABANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Asterales

Suku

:

Asteraceae

Marga

:

Ageratum

Jenis

:

Ageratum conyzoides L.

Nama

Umum/Dagang

:

Babandotan.

Sumatera

:

Bandotan (Melayu).

Jawa

:

Babandotan (Sunda), Bandotan (Jawa), Dus bedusan (Madura).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, 1 tahun, tinggi 10 – 120 cm.

Batang

:

Tegak atau terbaring.

Daun

:

Tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, panjang 3 – 4 cm, lebar 1 – 2½ cm, pertulangan menyirip, tangkai pendek, hijau.

Bunga

:

Majemuk, di ketiak daun, bongkol menyatu menjadi karangan, bentuk malai rata, panjang 6 – 8 mm, tangkai berambut, kelopak berbulu, hijau, mahkota bentuk lonceng, putih atau ungu.

Buah

:

Padi, bulat panjang, bersegi lima, gundul atau berambut jarang, hitam.

Biji

:

Kecil, hitam.

Akar

:

Tunggang, putih kotor.

a

a

Gambar 22. Ageratum conyzoides L.

Khasiat

Daun Ageratum conyzoides berkhasiat sebagai obat luka baru dan obat wasir.

Obat luka baru : 1) dipakai ± 5 gram daun segar Ageratum conyzoides, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditempelkan pada luka dan dibalut; 2) Daunnya ditumbuk dan dicampur dengan sedikit kapur sirih, dapat digunakan sebagai obat (obat luar/luka).

Penurun panas dan obat disentri : Akar pohon bandotan direbus selama setengah jam sampai airnya mendidih, kemudian disaring, airnya diminum.

Obat mencret : Daunnya direbus selama lebih kurang ¼ jam, kemudian disaring, airnya dapat diminum.

Kandungan Kimia

Secara umum tanaman ini mengandung kumarine, eugenol 5%, dan HCN. Daun dan bunga Ageratum conyzoides mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, di samping itu daunnya juga mengandung minyak atsiri.

a

DAMAR (Agathis dammara Warb.)

Botani

Sinonim

:

Agathis alba Foxw.

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Araucariales

Suku

:

Araucariaceae

Marga

:

Agathis

Jenis

:

Agathis dammara Warb.

Nama

Umum/Dagang

:

Damar.

Sumatera

:

Damar minyak (Melayu), Bebulu (Bangka).

Jawa

:

Ki damar (Sunda), Damar (Jawa).

Sulawesi

:

Pohon damar (Manado), Kayu damara (Makasar).

Maluku

:

Kamar (Ambon), Hate salo bobudo (Ternate).

Deskripsi

Habitus

:

Pohon, tahunan, tinggi 30 – 40 m.

Batang

:

Tegak, berkayu, bulat, lurus, berlentisel, bergetah, abu-abu.

Daun

:

Tunggal, berhadapan, lonjong, tebal, tepi rata, ujung dan pangkal runcing, panjang ± 10 cm, lebar ±
5 cm, pertulangan menyirip, tangkai panjang ±
2 cm, hijau mengkilat.

Bunga

:

Majemuk, berumah satu, bunga jantan bertumpuk pada tunas yang muda, silindris, ujung runcing, bersisik, merah kecoklatan.

Buah

:

Lonjong, berperisai pipih seperti sisik, panjang ± 6 mm, putih kekuningan.

Biji

:

Pipih, putih.

Akar

:

Tunggang, kuat, coklat.



Gambar 21. Agathis dammara Warb.

Khasiat

Daun dan akar Agathis dammara berkhasiat sebagai obat luka baru.

Obat luka baru : dipakai daun Agathis dammara secukupnya, dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada luka dan dibalut dengan kain yang bersih.

Kandungan Kimia

Daun dan kulit batang Agathis dammara mengandung saponin; kulit batangnya juga mengandung flavonoida dan tanin; serta daunnya juga mengandung polifenol.

.

Ditulis dalam TANAMAN OBAT. Kaitkata: . 2 Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.