PAKU PANDAN (Asplenium prolongatum Hook.)

Klasifikasi

Divisi

:

Pteridophyta

Kelas

:

Filicinae

Anak Kelas

:

Filices

Suku

:

Polypodiaceae

Marga

:

Asplenium

Jenis

:

Asplenium prolongatum Hook.

Nama

Umum/Dagang

:

Paku pandan.

Jawa

:

Paku pandan (Jawa).

Sulawesi

:

Matonda (Makasar).

Maluku

:

Totu pupu, Totohu hungu (Halmahera Utara); Kusuma jungtutu (Ternate).

Deskripsi

 

Habitus

:

Terna, merambat, panjang 30 – 50 cm.

Batang

:

Bulat, bersisik atau berambut kasar, hijau dengan rambut berwarna coklat kehitaman.

Daun

:

Majemuk, menyirip ganjil, tersebar, tangkai bulat, licin, panjang 5 – 10 cm, warna coklat kehitaman, anak daun bentuk jarum, ujung tumpul, panjang 2 – 3 mm, hijau.

Spora

:

Sorus bentuk bulat, tersebar merata di bawah anak daun yang fertil, dekat tulang daun, coklat.

Akar

:

Serabut, hitam.



Gambar 86.  Asplenium prolongatum Hook.

Ekologi dan Persebaran

Tumbuhan paku liar yang tumbuh di batang pohon, batu-batu berlumut atau di semak-semak yang basah, pada ketinggian 900 – 1.800 m di atas permukaan laut.  Pengumpulan bahan dapat dilakukan sepanjang tahun.

Bagian yang Digunakan

Daun dan batang dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan

Anti bakteri, pelancar air seni, dan pembersih darah.

Khasiat dan Pemanfaatan

Obat disentri : daun dan batang paku pandan segar sebanyak 30 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus.  Lakukan pengobatan sebanyak 2 – 3 kali sehari.

Pembersih darah : daun dan batang paku pandan segar sebanyak 40 gram, dicuci direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Daun dan batang paku pandan mengandung saponin dan polifenol.

.

SRIKAYA (Annona muricata L.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Ranunculales

Suku

:

Annonaceae

Marga

:

Annona

Jenis

:

Annona muricata L.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Srikaya.

Sumatera

:

Deureujan (Aceh), Tarutung Belanda (Batak toba), Durio olandra (Nias), Durian batawi (Minangkabau), Jambu landa (Lampung), Durian belanda (Melayu).

Jawa

:

Nangka londo, nangka manila (Jawa); Nangka walanda (Sunda), Srikaya (Jawa Tengah), Nangka boris (Madura).

Bali

:

Srikaya Jawa.

Kalimantan

:

Diam blada (Kenyah).

Nusa Tenggara

:

Naka (Flores).

Sulawesi

:

Lange lo walanta (Gorontalo), Srikaya balanda (Makasar), Srikaya balande (Bugis).

Maluku

:

Naka loanda (Buru), Durian (Halmahera), Naka walanda (Ternate), Naka fada (Tidore).

Deskripsi

 

Habitus

:

Pohon, tinggi ± 8 m.

Batang

:

Berkayu, bulat, bercabang, coklat kotor.

Daun

:

Tunggal, bulat telur atau lanset, ujung runcing, tepi rata, pangkal meruncing, panjang 6 – 18 cm,  lebar 2 – 6 cm, pertulangan menyirip, tangkai ± 5 mm, hijau kekuningan, hijau.

Bunga

:

Tunggal, pada batang dan ranting, daun kelopak kecil, kuning keputih-putihan, benang sari banyak, berambut, kepala putik silindris, mahkota berdaging, bulat telur, panjang 3 – 5 cm, kuning muda.

Buah

:

Majemuk, bulat telur, panjang 15 – 35 cm, diameter 10 – 15 cm, hijau.

Biji

:

Bulat telur, keras, hitam.

Akar

:

Tunggang, bulat, coklat muda.



Gambar 59.  Annona muricata L.

Khasiat

Daun Annona muricata berkhasiat sebagai obat bisul, obat anti kejang, seluruh keringat, obat disentri, dan sumber vitamin C.

Obat bisul : dipakai 4 – 5 lembar daun Annona muricata yang muda dan segar, dicuci, diberi kapur, ditumbuk sampai lumat, kemudian ditempelkan pada bisul.

Anti kejang; peluruh keringat : Daunnya direbus lebih kurang setengah jam, kemudian airnya diminum.

Disentri : Buahnya yang masih mentah jika dimakan begitu saja dapat menyembuhkan disentri.

Sumber vitamin C : Buahnya yang sudah masak dapat dimakan begitu saja.

Kandungan Kimia

Tanaman ini mengandung : 1) Buahnya mengandung protein, klasium, fosfor dan vitamin A juga vitamin C; 2) Batang dan daunnya mengandung fitosterol, tanin, Ca-oksalat dan alakaloid murisine; dan 3) Daun Annona muricata mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

.

BAWANG PUTIH (Allium sativum L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Allium

Jenis

:

Allium sativum L.

Nama

Umum/Dagang

:

Bawang putih.

Sumatera

:

Bawang putih (Melayu), Lasun (Aceh), Dasun (Minangkabau), Lasuna (Batak), Bacong landak (Lampung).

Jawa

:

Bawang bodas (Sunda), Bawang (Jawa), Babang pole (Madura).

Kalimantan

:

Bawang kasihong (Dayak).

Sulawesi

:

Lasuna kebo (Makasar), Lasuna pote (Bugis), Pia moputi (Gorontalo).

Nusa Tenggara

:

Incuna.

Deskripsi

Habitus

:

Herba, semusim, tinggi 50 – 60 cm.

Batang

:

Semu, beralur, hijau.

Daun

:

Tunggal, berupa reset akar bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, beralur, panjang 60 cm, lebar ± 1½ cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, bertangkai panjang, putih.

.

Gambar 32. Allium sativum L.

Khasiat

Umbi lapis Allium sativum mempunyai beberapa khasiat sebagai obat selain sebagai bumbu.

Hipertensi : a) Sebanyak 2 – 3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah, lalu ditelan sambil minum air hangat. Lakukan 3 kali sehari; b) Bawang putih dibakar sampai matang, makan. Dua hari pertama makan 6 siung selanjutnya selama seminggu makan 2 siung; c) dipakai ± 4 gram umbi lapis Allium sativum, dikupas dan dicuci, dimakan mentah sebagai lalab.

Sakit kepala : Umbi bawang putih dilumatkan, lalu borehkan pada dahi.

Flu : Bawang putih, bawang merah, jahe dengan takaran yang sama dikupas, cuci, seduh. Tutup selama 15 menit, sisihkan jahenya, makan bawang merah, bawang putih, minum airnya.

Disentri : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, rebus dengan segelas air. Minum sebelum makan. Lakukan 3 kali sehari, selama 2 – 3 hari.

Batuk rejan dan bronkhitis : Sebanyak 30 gram bawang putih, kupas, cuci, lumatkan, campur dengan gula batu dan segelas air matang, diamkan selama 5 – 6 jam. Minum 1 sendok makan penuh setiap hari selama beberapa hari.

Borok : Sebanyak 2 – 3 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, campur dengan 1 sendok minyak kelapa sampa rata. Oleskan pada bagian yang bengkak.

Luka kena benda tajam berkarat : Bawang putih dikupas, cuci, bakar, celupkan ke dalam minyak kelapa, lumatkan. Oleskan pada bagian yang luka.

Cacingan : Sebanyak 3 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah sampai halus, telan dan minum air hangat. Lakukan 1 – 2 kali sehari.

Nyeri haid : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, kunyah halus, telan. Minum 2 sendok makan air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Migrain : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai lumat lalu telan dan minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari.

Perut kembung : Sebanyak 2 siung bawang putih dikupas, cuci, kunyah perlahan sampai halus, telan lalu minum air hangat. Lakukan

3 kali sehari.

Bisul yang baru tumbuh : Sebanyak 1 siung bawang putih, kupas, cuci, belah. Oleskan pada bisul yang baru timbul. Lakukan berkali-kali.

Sakit maag : Bawang putih laki-laki (yang tumbuh sendiri, tunggal, tidak bergerombol), dikupas, cuci, kunyah. Lakukan 3 kali sehari.

Asma, batuk, masuk angin : Sebanyak 3 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan. Beri 1 sendok makan madu dan gula batu yang sudah dicairkan. Campurkan semua bahan, aduk rata, saring.
Minum setiap pagi sampai sembuh.

Mengeluarkan serpihan kaca, kayu, atau duri : Bawang putih dikupas, cuci, lumatkan. Tempelkan pada bagian yang dimaksud.

Ambeien : Bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, peras, oleskan airnya di sekitar anus setiap hari.

Cantengan : Cuci 2 siung bawang putih yang sudah dikupas dan 2 kemiri. Lumatkan dan beri garam dapur. Tempelkan pada kuku yang bengkak, balut. Ganti sehari 2 kali, pagi dan sore.

Asma : Sebanyak 10 siung bawang putih dikupas, cuci, iris, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal ¾. Setelah dingin, saring, minum 3 kali sehari @ ½ gelas dengan 1 sendok makan madu.

Digigit serangga beracun : Sebanyak 6 siung bawang putih dikupas, cuci, lumatkan, oleskan pada bagian yang disengat, balut.

Catatan : Sebaiknya bawang putih tidak dimakan mentah, karena mengganggu lambung, lebih baik direbus, digoreng, atau dipanggang lebih dulu.

Kandungan Kimia

Umbi lapis Allium sativum mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol; di samping minyak atsiri, aliin, kalium, saltivine, dan diallysulfide.

.

BAWANG MERAH (Allium cepa L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Allium

Jenis

:

Allium cepa L.

Nama

Umum/Dagang

:

Bawang merah.

Sumatera

:

Bawang abang mirah (Aceh), Pia (Batak Karo), Bawang abang (Palembang), Bawang sirah (Minangkau), Bawang suluh (Lampung), Bawang merah (Melayu).

Jawa

:

Bawang beureum (Sunda), Brambang (Jawa), Bharjang Merah (Madura).

Bali

:

Jasun bang.

Nusa Tenggara

:

Kalpeomeh (Timor), Laisona pras (Roti).

Sulawesi

:

Bawangi (Gorontalo), Lasuna (Bugis), Pia (Buol), Lasuma (Makasar).

Maluku

:

Bawa (Halmahera), Bawa roriha (Ternate), Kosai miha (Buru), Bawa Koriri (Tidore).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, semusim, tinggi 40 – 60 cm.

Batang

:

Keputihan, berlobang, bentuk lurus, ujung runcing, tapi rata, panjang ± 50 cm, lebar ± ½ cm, menebal dan berdaging serta mengandung persediaan makanan yang terdiri atas subang yang dilapisi daun sehingga menjadi umbi lapis, hijau.

Daun

:

Tunggal, memeluk umbi lapis.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bongkol, bertangkai silindris, panjang ± 40 cm, hijau, benang sari enam, tangkai sari putih, kepala sari hijau, putik menancap pada dasar bunga, mahkota bentuk bulat telur, ujung runcing, tengahnya bergaris putih.

Buah

:

Batu, bulat, hijau.

Biji

:

Segi tiga, hitam.

Akar

:

Serabut, putih.



Gambar 29. Allium cepa L.

Khasiat

Umbi lapis Allium cepa berkhasiat sebagai obat selain sebagai bumbu.

Obat penurun panas : Dipakai ± 20 gram umbi lapis Allium cepa, dicuci dan diparut. Hasil parutan dicampur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, dibalurkan pada badan.

Demam pada anak : Kupas 2 – 3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, ½ sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke ketiak, punggung, perut. Jika panasnya tinggi gosokkan di kepala, ketiak, dan semua lipatan badan, perut, telapak kaki, serta bagian tubuh yang terasa panas kalau dipegang.

Perut kembung : Kupas 2 – 3 bawang merah, cuci, parut. Ambil 2 sendok makan minyak goreng, ½ sendok makan minyak kayu putih, seiris jeruk nipis diambil airnya atau air dari sedikit asam jawa, campurkan. Gosokkan ke perut dan sekitarnya. Jika belum kentut ulangi kira-kira seperempat jam kemudian.

Masuk angin : 5 bawang merah dikupas, cuci, parut; tambahkan 1 sendok makan air larutan kapur sirih (kapur sirihnya cukup seujung kelingking). Gosokkan ke perut, punggung, tengkuk, dan kaki.

Kerokan : 2 bawang merah dikupas, cuci, parut, dan campurkan 2 sendok makan minyak goreng.

Kerokan pada anak-anak : 1 bawang merah dikupas, cuci, dan potong jadi 2 lalu digosokkan ke kulit anak.

Disentri : 3 bawang merah dikupas, ½ cangkir daun patikan cina, 5 cm pulasari, cuci, iris, taruh di mangkuk, lalu dikukus kira-kira 1 jam. Saring dengan kain bersama cairan yang terkumpul di mangkuk. Takaran itu untuk 2 kali minum. Ulangi hingga sembuh.

Hipertensi : 3 bawang merah, dikupas, cuci, telan utuh, atau diiris kasar dulu baru dimakan.

Diabetes : 3 bawang merah, 10 buncis, 10 daun salam dicuci, iris, rebus dengan ½ gelas air, saring, minum airnya sekali sehari. Periksakan gula darah 2 minggu kemudian.

Kutu air/kaki rangen : 3 bawang merah dikupas, cuci, parut, campur dengan 1 sendok makan minyak kelapa, didihkan. Hangat-hangat dioleskan ke sela-sela jari kaki yang telah dicuci dengan air hangat dan dikeringkan. Hindari tempat becek dan kaki basah.

Bisul/luka : 1 bawang merah dikupas, cuci, parut, lalu tempelkan ke bisul/luka.

Payudara bengkak/mastitis : 5 bawang merah dikupas, cuci dengan air hangat, diparut, tempelkan ke payudara, tetapi jangan kena putingnya.

Melancarkan air seni pada anak disertai demam : Gejala ini biasanya diikuti dengan kejang. Untuk mencegahnya tempelkan dan balut ramuan ini di perut bagian bawah; 5 bawang merah dikupas, cuci, secangkir peterseli dicuci, seujung kelingking tawas, semua dihaluskan.

Kandungan Kimia

Bawang merah mengandung senyawa flavonglikosida dan sulfur.

.

BABANDOTAN (Ageratum conyzoides L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Asterales

Suku

:

Asteraceae

Marga

:

Ageratum

Jenis

:

Ageratum conyzoides L.

Nama

Umum/Dagang

:

Babandotan.

Sumatera

:

Bandotan (Melayu).

Jawa

:

Babandotan (Sunda), Bandotan (Jawa), Dus bedusan (Madura).

Deskripsi

Habitus

:

Herba, 1 tahun, tinggi 10 – 120 cm.

Batang

:

Tegak atau terbaring.

Daun

:

Tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, panjang 3 – 4 cm, lebar 1 – 2½ cm, pertulangan menyirip, tangkai pendek, hijau.

Bunga

:

Majemuk, di ketiak daun, bongkol menyatu menjadi karangan, bentuk malai rata, panjang 6 – 8 mm, tangkai berambut, kelopak berbulu, hijau, mahkota bentuk lonceng, putih atau ungu.

Buah

:

Padi, bulat panjang, bersegi lima, gundul atau berambut jarang, hitam.

Biji

:

Kecil, hitam.

Akar

:

Tunggang, putih kotor.

a

a

Gambar 22. Ageratum conyzoides L.

Khasiat

Daun Ageratum conyzoides berkhasiat sebagai obat luka baru dan obat wasir.

Obat luka baru : 1) dipakai ± 5 gram daun segar Ageratum conyzoides, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditempelkan pada luka dan dibalut; 2) Daunnya ditumbuk dan dicampur dengan sedikit kapur sirih, dapat digunakan sebagai obat (obat luar/luka).

Penurun panas dan obat disentri : Akar pohon bandotan direbus selama setengah jam sampai airnya mendidih, kemudian disaring, airnya diminum.

Obat mencret : Daunnya direbus selama lebih kurang ¼ jam, kemudian disaring, airnya dapat diminum.

Kandungan Kimia

Secara umum tanaman ini mengandung kumarine, eugenol 5%, dan HCN. Daun dan bunga Ageratum conyzoides mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, di samping itu daunnya juga mengandung minyak atsiri.

a

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.