MUNGSI ARAB (Artemisia cina Berg.)

Botani

 


Sinonim

:

Crossostephium arternisioides Less.

Crossostephium chinense (L.) Makino

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Asterales

Suku

:

Composilae

Marga

:

Artemisia

Jenis

:

Artemisia cina Berg.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Mungsi arab.

Jawa

:

Mungsi arab (Jawa Tengah).

Deskripsi

 

Habitus

:

Semak, menahun, tinggi ± 15 cm.

Batang

:

Basah, silindris, berbulu, putih kehijauan.

Daun

:

Tunggal, permukaan atas hijau, permukaan bawah berbulu lebat, bertoreh empat,
tangkai ± 3 cm, berbulu, putih kehijauan permukaan bagian atas hijau, bagian bawah hijau keputih-putihan.

Bunga

:

Majemuk, di ujung batang dan di ketiak daun, bertangkai, kelopak berlekatan, berbulu, mahkota berlepasan, putih kotor.

Akar

:

Tunggang, putih kotor.



Gambar 74. Artemisia cina Berg.

Khasiat

Herba Artemisia cina berkhasiat sebagai obat cacing dan obat rematik.

Obat cacing : dipakai ± 20 gram daun segar Artemisia cina, direbus dengan 2 gelas air selama 20 menit, setelah dingin disaring.  Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Daun Artemisia cina mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, dan polifenol.

.

PINANG (Areca catechu L.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Arecales

Suku

:

Palmae

Marga

:

Areca

Jenis

:

Areca catechu L.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Pinang.

Sumatera

:

Pineng (Aceh), Pinang (Gayo), Batang majang pinang (Batak Karo), Pining (Batak Toba), Batang oinang (Minangkabau), Ugal (Lampung), Batang bangkok (Melayu).

Jawa

:

Jambe (Sunda), Penang (Madura), Jambe (Jawa Tengah).

Bali

:

Buwah.

Nusa Tenggara

:

Oea (Sumba), Pua (Timor), Uhu (Ende), Boea (Sasak), Au (Bima), Keu (Flores), Wuha (Solor).

Sulawesi

:

Luguto (Gorontalo), Luguto (Buol), Poko (Makasar).

Maluku

:

Isue (Tanimbar), Bia (Aru), Aiisu (Kai), Bua (Goram), Hua yain (Seram), Hua (Ambon), Hual (Uleas), Soin (Buru), Elu (Sula), Mela (Halmahera), Hena (Ternate), Ena (Tidore), Molulu (Halmahera).

Deskripsi

 

Habitus

:

Pohon, tinggi ± 25 m.

Batang

:

Berkayu, tegak, diameter ± 15 cm, hijau kecoklatan.

Daun

:

Majemuk, berupa roset batang, bentuk pita, ujung robek, bergerigi, tepi rata, panjang ± 80 cm, tangkai pendek, berpelepah, panjang ± 80 cm, hijau muda, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk bulir, di ketiak daun, bunga betina dan bunga jantan tersusun dalam dua baris, beralur, panjang bunga jantan ± 4 mm, putih kekuningan, benang sari 6, bunga betina panjang ± 1½ cm, hijau.

Buah

:

Buni, bulat telur, merah jingga.

Biji

:

Satu, bulat telur, kuning kecoklatan.

Akar

:

Serabut, kuning kotor.

 

 

Gambar 68. Areca catechu L.

Khasiat

Biji Areca catechu berkhasiat sebagai obat cacing, obat luka baru, obat batuk, peluruh haid, pelangsing tubuh, peluruh air seni, dan untuk urus-urus.

Obat cacing : dipakai serbuk dari biji Areca catechu ± 2 gram, diseduh dengan air matang panas sebanyak ½ gelas, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus sebelum tidur.

Kandungan Kimia

Biji Areca catechu mengandung alkaloida, saponin, dan flavonoida.

.

KAYU KUNING (Arcangelisia flava Merr.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Ranunculales

Suku

:

Menispermaceae

Marga

:

Arcanigelisia

Jenis

:

Arcangelisia flava Merr.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Kayu kuning.

Sumatera

:

Kayu kunino (Palembang).

Jawa

:

Reuy ki koneng (Sunda), Oyod sirawan, sirawan kunyit (Jawa).

Maluku

:

Wall bulan, Wari bulan (Ambon); Gumi modoku, Mololeya gumini (Halmahera Utara).

Deskripsi

 

Habitus

:

Terna, memanjat, menahun, panjang mencapai 20 m.

Batang

:

Bulat, membelit, kasar, berwarna coklat kehitaman, kayu berwarna kuning cerah.

Daun

:

Tunggal, tersebar, berseling, tangkai silindris, pangkal membulat, panjang 10 – 20 cm, bentuk oval, ujung runcing, pangkal tumpul tepi rata, panjang 15 – 20 cm, lebar 10 – 16 cm, pertulangan menjari, permukaan licin, kaku, hijau cerah mengkilat.

Bunga

:

Majemuk, terletak di ketiak daun, bentuk malai dengan daun penumpu, bunga sempurna, berkelamin ganda, kelopak berlepasan, bentuk segitiga, panjang 2 – 8 mm, hijau, benang sari jumlah 6, kepala sari bulat, kepala putik beruang 3, kuning, mahkota berlepasan, bentuk asimetris, 6 helai, halus, kuning.

Buah

:

Kotak, berusuk 3, bulat, permukaan berbulu, hijau.

Biji

:

Bulat, kasar, kecil, coklat.

Akar

:

Tunggang, berwarna coklat kehitaman.

 


Gambar 66. Arcangelisia flava Merr.

Ekologi dan Persebaran

Tanaman ini merupakan tumbuhan liar yang umumnya ditemukan tumbuh di pantai berbatu atau di tepi-tepi hutan, pada ketinggian 100 – 800 m di atas permukaan laut. Berbunga pada bulan Juli – September, pengumpulan bahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.

Bagian yang Digunakan

Kayu dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan

Obat sakit kuning, kecacingan, dan untuk sariawan.

Khasiat dan Pemanfaatan

Obat sakit kuning : kayu kuning sebanyak 30 gram dicuci, direbus dengan 400 ml air sampai mendidih selama 15 menit atau sampai air rebusan tinggal setengahnya, disaring, setelah dingin diminum sekaligus. Lakukan pengobatan sebanyak 3 kali sehari.

Obat kecacingan : kayu kuning sebanyak 20 gram, dicuci direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Kayu dan daun kayu kuning mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

.

Ditulis dalam TANAMAN OBAT. Kaitkata: , . 2 Komentar »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.