BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)

Klasifikasi

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Geraniales

Suku

:

Oxalidaceae

Marga

:

Averrhoa

Jenis

:

Averrhoa bilimbi L.

Nama

Umum/Dagang

:

Blimbing wuluh.

Sumatera

:

Limeng (Aceh), Selemeng (Gayo), Belimbing (Batak Karo), Balimbing (Batak Toba), Malimbi (Nias), Balimbing (Minangkabau), Balimbing (Lampung), Belimbing asam (Melayu).

Jawa

:

Balimbing (Sunda), Blimbing wuluh (Jawa Tengah), Bhalingbhing bulu (Madura).

Bali

:

Blimbing buloh.

Nusa Tenggara

:

Limbi (Bima), Libi (Sawu), Balimbeng (Flores), Ninilu daelok (Roti), Kerbo (Timor).

Sulawesi

:

Lembitue (Gorontalo), Lombituko (Buol), Bainang (Makasar), Calene (Bugis).

Maluku

:

Taprera (Buru), Malibi (Halmahera).

Irian

:

Utekee.

Asia

:

Kamias (Filipina).

Eropa

:

Bilimbi, Cucumber tree (Inggris).

Deskripsi

 

Habitus

:

Pohon, tinggi 5 – 10 m.

Batang

:

Tegak, bercabang-cabang, permukaan kasar, banyak tonjolan, hijau kotor.

Daun

:

Majemuk, menyirip, anak daun 25 – 45 helai, bulat tetur, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 7 – 10 cm, lebar 1 – 3 cm, bertangkai pendek, pertulangan menyirip, hijau muda, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk malai, pada tonjolan batang dan cabang, menggantung, panjang 5 – 20 cm, kelopak ± 6 mm, merah, daun mahkota bergandengan, bentuk lanset, ungu.

Buah

:

Buni, bulat, panjang 4 – 6 cm, hijau kekuningan.

Biji

:

Lanset atau segi tiga, masih muda hijau setelah tua kuning kehijauan.

Akar

:

Tunggang, coklat kehitaman.



Gambar 88.  Averrhoa bilimbi L.

Ekologi dan Persebaran

Belimbing wuluh tumbuh di daerah dengan ketinggian hingga 500 meter di atas permukaan laut.  Tanaman ini dapat ditemui di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab.  Pengembangbiakan tanaman dapat dengan menyemai bijinya atau digunakan teknik pencangkokan.

Khasiat

Bunga Averrhoa bilimbi berkhasiat sebagai obat batuk, buahnya berkhasiat sebagai obat sariawan, dan daunnya berkhasiat sebagai obat encok, obat penurun panas, serta obat gondok.

Obat batuk : a) dipakai bunga segar Averrhoa bilimbi ± 11 gram, diberi gula Jawa ± 5 gram, direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, diaduk, setelah dingin disaring.  Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.  b) Daun, bunga, buah yang masing-masing sama banyaknya direbus dalam air yang mendidih selama ½ jam, dan minum airnya.  c) Segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunga dan 2 buah belimbing, gula batu, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.

Gusi berdarah : a) Mengkonsumsi buah belimbing wuluh baik segar maupun manisan secara rutin setiap hari; b) 2 buah belimbing wuluh dimakan setiap hari.

Jerawat : a) Siapkan 3 buah belimbing wuluh segar, cuci hingga bersih, buah diparut dan diberi sedikit garam, dan tempelkan pada kulit yang berjerawat.  Lakukan 2 kali sehari.  b) 3 belimbing wuluh diparut, remas, beri garam kemudian gosokkan ke jerawat.

Tekanan darah tinggi : a) Siapkan 3 buah belimbing wuluh dan biji srigading 25 gram yang sudah dicuci bersih.  Biji srigading ditumbuk halus.  Masukkan ke dalam panci berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama belimbing wuluh.  Dinginkan lalu saring sebelum diminum.  Cukup diminum 1 gelas sehari.  b) Buah yang besar dan berwarna hijau diparut, ambil airnya dan diminum.  c) 3 buah belimbing wuluh diiris-iris, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, lalu minum 1 kali sehari pada pagi hari.  d) 3 buah belimbing diparut, peras airnya, diminum sekali sehari.

Diabetes : 6 buah belimbing wuluh dilumatkan, direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, dan minum 2 kali sehari.

Gondongan : ½ genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dengan 3 bawang putih.  Kompreskan pada bagian yang gondongan.

Rematik : Segenggam daun belimbing wuluh dicuci, tumbuk sampai halus, tambahkan kapur sirih, gosokkan ke bagian yang sakit.

Sariawan : 10 kuntum bunga belimbing wuluh, asam jawa, gula aren direbus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal ¾ bagian, saring, dan minum 2 kali sehari.

Sakit gigi : 5 buah belimbing wuluh setelah dicuci bersih, dikunyah dengan garam.  Ulangi beberapa kali hingga rasa sakit hilang.

Catatan : Belimbing wuluh sebaiknya tidak dimakan oleh penderita sakit maag.

Kandungan Kimia

Daun, buah, dan batang Averrhoa bilimbi mengandung saponin, flavonoida; di samping itu daunnya juga mengandung tanin; dan batangnya mengandung alkaloida dan polifenol.

.

ASPARAGUS (Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.)

Klasifikasi


Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Liliales

Suku

:

Liliaceae

Marga

:

Asparagus

Jenis

:

Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.

Nama

Umum/Dagang

:

Asparagus.

Jawa

:

Asparagus.

Deskripsi

 

Habitus

:

Terna, tahunan, tinggi 20 – 50 cm.

Batang

:

Bulat, licin, berduri, hijau.

Daun

:

Duduk berkarang, reduksi ranting, bentuk jarum, bersegi, panjang 5 – 9 mm, pertulangan daun sejajar, hijau.

Bunga

:

Tunggal, di ketiak daun, benang sari 6, kepala sari bulat, kuning, mahkota 6 helai, kecil, putih.

Buah

:

Buni, bulat, kecil, masih muda hijau pucat setelah tua ungu.

Biji

:

Bulat, keras, hitam.

Akar

:

Serabut membentuk umbi, berwarna putih.



Gambar 84.  Asparagus cochinchinensis (Lour.) Merr.

Khasiat

Umbi akar Asparagus cochinchinensis berkhasiat sebagai obat batuk dan sebagai pelancar air seni.

Obat batuk : dipakai akar segar Asparagus cochinchinensis, dicuci dan dipotong kecil-kecil lalu direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih selama 15 menit, dinginkan dan disaring.  Hasil saringan diminum sekaligus, sehari dua kali pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Daun dan umbi akar Asparagus cochinchinensis mengandung saponin dan polifenol.

.

DRUJU (Argemone mexicana L.)

Klasifikasi

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Brassicales

Suku

:

Papaveraceae

Marga

:

Argemone

Jenis

:

Argemone mexicana L.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Druju.

Jawa

:

Druju (Jawa Tengah).

Deskripsi

 

Habitus

:

Semak, semusim, tinggi ± 1 m.

Batang

:

Bulat, lunak, bercabang, hijau keputih-putihan.

Daun

:

Tunggal, berseling, bulat telur, ujung lancip, pangkal meruncing, tepi berduri, pertulangan menyirip, hijau keputih-putihan, hijau.

Bunga

:

Tunggal, di ketiak daun dan di ujung batang, kelopak bertaju dua, hijau muda, benang sari banyak, tangkai sari kuning muda, kepala sari kuning tua, kepala putik coklat, mahkota enam, membulat, kuning.

Buah

:

Kotak, bentuk tabung, beruang enam, hijau.

Biji

:

Kecil, bulat, ujung lancip, coklat kehitaman.

Akar

:

Tunggang, kuning kecoklatan.



Gambar 71. Argemone mexicana L.

Khasiat

Biji Argemone mexicana berkhasiat sebagai obat batuk dan obat nyeri waktu haid, sementara getahnya berkhasiat sebagai penghilang kutil pada kulit.

Obat batuk : dipakai biji Argemone mexicana yang masih segar ± 4 gram, direbus dengan air sebanyak 1 gelas selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.

Kandungan Kimia

Daun Argemone mexicana mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol.

.

MATA AYAM (Ardisia crenata Roxb.)

Botani

 

Sinonim

:

Ardisia crispa (Thunb.) DC.

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Dicotyledoneae

Bangsa

:

Primulales

Suku

:

Myrsinaecae

Marga

:

Ardisia

Jenis

:

Ardisia crenata Roxb.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Mata ayam.

Sumatera

:

Mata ayam (Bangka), Papinoh (Lampung).

Jawa

:

Mata ayam (Jawa).

Deskripsi

 

Habitus

:

Semak menahun, tegak, tinggi ½ – 1½ m, berkayu, warna batang coklat kehitaman.

Daun

:

Tunggal, bentuk memanjang, tepi bergelombang, ujung meruncing, permukaan licin, bertangkai panjang ½ – 1 cm, tata daun tersebar.

Bunga

:

Majemuk, bentuk payung, terletak di ketiak daun, kelopak berlekatan, ujung meruncing, panjang 0,2 – 0,4 cm, warna hijau kekuningan, perhiasan mahkota berlekatan, berbilang lima, panjang ½ – 1½ cm, ujung runcing, warna putih.

Buah

:

Tunggal, bentuk lanset, kecil, berwarna coklat.

Akar

:

Tunggang, berwarna coklat kehitaman.



Gambar 67. Ardisia crenata Roxb.

Ekologi dan Persebaran

Ardisia crenata merupakan tumbuhan liar di hutan sekunder atau di pantai-pantai pada ketinggian 10 – 200 m di atas permukaan laut.  Berbunga pada bulan Desember – April, pengumpulan bahan sebaiknya dilakukan pada bulan September – Desember.

Bagian yang Digunakan

Daun atau seluruh bagian tanaman dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.

Kegunaan

Memperlancar peredaran darah, anti racun, dan anti radang.

Khasiat dan Pemanfaatan

Pelancar peredaran darah : akar mata ayam segar sebanyak 10 gram, dicuci, direbus dengan 400 ml air sarnpai mendidih selama 15 menit, disaring, setelah dingin diminum sekaligus, dilakukan sehari 2 – 3 kali.

Obat batuk : daun mata ayam segar sebanyak 15 gram, dicuci direbus dengan 200 ml air sampai mendidih selama 10 menit, disaring, setelah dingin diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

Kandungan Kimia

Akar dan daun mata ayam mengandung polifenol; di samping itu akarnya juga mengandung saponin dan flavonoida.

.

SERE (Andropogon nardus L.)

Botani

 

Sinonim

:

Cymbopogon nardus (L.) Rendle

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Poales

Suku

:

Gramineae

Marga

:

Andropogon

Jenis

:

Andropogon nardus L.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Sere.

Sumatera

:

Sere mongthi (Aceh), Sere (Gayo), Sangge-sangge (Batak), Serai batawi (Minangkabau), Sarae (Lampung), Sere (Melayu).

Jawa

:

Sereh (Sunda), Sere (Jawa Tengah), Sere (Madura).

Kalimantan

:

Belangkak, senggalau, salai.

Bali

:

See.

Nusa Tenggara

:

Kendong witu (Sumba), Nausina (Roti), Humuku (Timor).

Sulawesi

:

Sare (Makasar), Sare (Bugis).

Maluku

:

Serai (Ambon), Lauwariso (Seram).

Deskripsi

 

Habitus

:

Rumput, tahunan, tinggi 50 – 100 cm.

Batang

:

Tidak berkayu, beruas-ruas pendek, putih.

Daun

:

Tunggal, lanset, berpelepah, pangkal pelepah memeluk batang, ujung runcing, tepi rata, panjang 25 – 75 cm, lebar 5 – 15 mm, pertulangan sejajar, hijau.

Bunga

:

Majemuk, bentuk malai, karangan bunga berseludang, terletak dalam satu tangkai, bulir kecil, benang sari berlepasan, kepala putik muncul dari sisi, putih.

Buah

:

Padi, bulat panjang, pipih, putih kekuningan.

Biji

:

Bulat panjang, coklat.

Akar

:

Serabut, putih kekuningan.



Gambar 56. Andropogon nardus L.

Ekologi dan Persebaran

Sere menyukai lahan yang berada di dekat air dengan tanah yang gembur. Tak heran bila sere dapat ditemukan tumbuh liar di tepi sungai, rawa, atau saluran irigasi. Pengembangbiakan tanaman sere cukup mudah. Pisahkanlah sere bagian rumputnya dengan mengikutkan akarnya dan tanamlah.

Khasiat

Daun dan akar Andropogon nardus berkhasiat sebagai penghangat badan, peluruh keringat, dan obat kumur.

Penghangat badan : dipakai ± 5 gram akar segar Andropogon nardus, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sehari dua kali ½ gelas pagi dan sore.

Badan terasa pegal : Siapkanlah 600 gram batang sere segar berikut akar. Rebus dengan air. Air rebusan digunakan untuk mandi. Mandilah saat air masih hangat.

Obat batuk : Siapkan 600 gram sere segar dan keringkan. Setelah itu, rebuslah dengan air secukupnya. Minum air rebusan sere ini.

Nyeri atau ngilu : Tanaman sere sudah disuling untuk diambil minyak atsirinya. Minyak sere ini digosokkan pada bagian yang sakit. Selain itu, dapat juga batang sere segar direbus dengan sedikit air, lalu dicampur dengan air dan dioleskan pada sendi yang ngilu.

Sakit kepala, nyeri lambung, diare : Beberapa tetes minyak sere langsung diminum.

Kandungan Kimia

Daun dan akar Andropogon nardus mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, di samping itu daunnya juga mengandung minyak atsiri.

.

KAPULAGA (Amomum cardamomum Willd.)

Botani

 


Sinonim

:

Amomum kapulaga Sprague

Amomum compactum Solad ex Maton

Alpinia striata Horst.

Cardamomum minum Rumph.

Elettaria cardamomum Maton

Elettaria major Smith.

Klasifikasi

 

 

Divisi

:

Spermatophyta

Sub Divisi

:

Angiospermae

Kelas

:

Monocotyledoneae

Bangsa

:

Zingiberales

Suku

:

Zingiberaceae

Marga

:

Amomum

Jenis

:

Amomum cardamomum Willd.

Nama

 

 

Umum/Dagang

:

Kapulaga.

Sumatera

:

Roude cardemom (Aceh); Kapulaga (Melayu); Pelaga puwar (Minangkabau).

Jawa

:

Kapol, Kapol sebrang, Pelaga Palago (Sunda); Kapulaga; Kapulogo sabrang, Pulogo, Kapol sabrang (Jawa); Kapulaga; Kapolagha, Palagha (Madura).

Bali

:

Kapolagha, korkolaka.

Sulawesi

:

Kapulaga (Makasar); Gandimong, Gandimong (Bugis).

Asia

:

Pelaga (Malaysia), Luk grawan (Thailand).

Eropa

:

Cardamom (Inggris).

Deskripsi

 

 

Habitus

:

Tumbuhan berupa herba tahunan, tingginya dapat mencapai 1 – 5 meter.

Batang

:

Semu, bulat, membentuk anakan, hijau.

Daun

:

Daun tunggal, tersebar, berwarna hijau tua.  Helai daun licin atau agak berbulu, berbentuk lanset atau tombak, dengan pangkal dan ujung runcing, dan tepi daun rata.  Panjang daun sekitar 30 – 60 cm, dan lebarnya 10 – 12 cm.  Pertulangan menyirip.  Tangkai daun sangat pendek.  Panjang pelepah dan tangkai daun sekitar 1 – 1½ meter.  Antara palepah dan helai daun terdapat lidah yang ujungnya tumpul,
panjang sekitar ½ cm.

Bunga

:

Perbungaan berupa bulir (bongkol) yang kecil terletak di ujung batang, berwarna putih atau putih kekuningan.  Tangkai bunga muncul dari umbi batang, menjuntai, ramping.  Kelopak panjang, lebih kurang 1 – 1½ cm, berbulu, berwarna hijau.  Bunga berwarna putih, bergaris-garis lembayung, dengan warna kemerah-merahan di bagian tengahnya.  Mahkota berbentuk tabung, panjang 1 – 1½ cm, berwarna putih atau putih kekuningan.  Taju biasanya lebih panjang dari tabungnya.  Bibir bunga berwarna biru berlajur putih, tepinya kuning.  Benang sari panjangnya 1 – 1½ cm, kepala sari bentuk elips, panjang sekitar 2 mm.  Tangkai putik tidak berbulu, kepala putik berbulu, berbentuk mangkok.

Buah

:

Buahnya berupa buah kotak, terdapat, dalam tandan kecil-kecil dan pendek.  Buah bulat memanjang, berlekuk, bersegi tiga, agak pipih, kadang-kadang berbulu, berwarna putih kekuningan atau kuning kelabu.  Buah beruang 3, setiap ruang dipisahkan oleh selaput tipis setebal kertas.  Tiap ruang berisi 5 - 7 biji kecil-kecil, berwarna coklat atau hitam, beraroma harum yang khas.  Dalam ruang biji-biji ini tersusun memanjang 2 baris, melekat satu sama lain.

Biji

:

Kecil, hitam.

Akar

:

Akar serabut, berwarna putih kotor.  Rimpang bulat panjang, bercabang simpodial, berwarna putih kekuningan.  Pada awalnya cabang-cabang rimpang ini dibungkus oleh sisik-sisik yang pendek.  Semua bagian dari tumbuhan ini berbau harum.

.

Gambar 48. Amomum cardamomum Willd.

Ekologi dan Persebaran

Tumbuh bergerombol, membentuk banyak anakan.  Batang semu yang tersusun oleh pelepah-pelepah daun, berbentuk silindris, berwarna hijau. Umbi batang agak besar dan gemuk. Tumbuh liar di hutan primer dan hutan jati, di daerah pegunungan yang rendah dan
tanahnya agak basah, bercurah hujar tinggi, atau di daerah yang selalu berawan, pada ketinggian 200 – 1.000 m di atas permukaan laut.

Tumbuh subur di bawah naungan pohon-pohon kayu hutan, di tempat-tempat yang sangat terlindung. Tumbuhan ini juga banyak dibudidayakan, sebab buahnya dipergunakan sebagai rempah pada berbagai jenis masakan.

Tumbuhan ini tersebar hampir di seluruh Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Sumatera Selatan.  Selain di Indonesia, kapulaga banyak ditemukan di Srilangka, India, Guatemala, Tanzania, Papua Nugini, dan Malabar.

Penggunaan Tradisional

Air rebusan seluruh bagian tanaman digunakan untuk obat kuat bagi orang yang merasa lemas atau lemah akibat kecapaian.  Juga berguna bagi orang yang berpenyakit encok atau rematik.  Kadang-kadang juga digunakan sebagai afrodisiaka (untuk meningkatkan libido).  Air rebusan batang digunakan sebagai obat menurunkan panas (demam). Buahnya dipergunakan untuk bahan penyedap dan penyegar makanan dan minuman.

Buah juga berkhasiat menghilangkan rasa gatal pada tenggorokan, sebagai obat batuk, dan obat sakit perut.

Rimpang sering digunakan untuk menghilangkan bau mulut, untuk obat batuk, dan menurunkan panas (sebagai antipiretikum). Rimpang yang dikeringkan, digiling, 1alu direbus dapat menjadi minuman penghangat bagi orang yang kedinginan, terutama bagi yang tinggal di pegunungan, di daerah beriklim dingin atau di hutan yang sangat lembab.  Minuman ini sekaligus dapat mengobati sakit panas dalam.

Khasiat

Semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan mulai dari batang, buah, hingga rimpang.  Buah Amomum cardamomum berkhasiat sebagai obat batuk dan obat perut kembung.

Obat batuk : a) Dipakai ± 6 gram buah Amomum cardamomum, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit.  Hasil rebusan diminum sekaligus.; b) Biji kapulaga dicuci, dikunyak-kunyah.  Cairannya ditelan.

Batuk pada anak-anak : 15 butir buah kapulaga, 2 cabai jawa, 10 iris lempuyang, 5 cm kayu manis dicuci.  Dua bawang merah dikupas, dicuci, diparut.  Diseduh dengan ½ liter air, tutup tempatnya. Diminum setiap 2 jam sampai sembuh.

Perut kembung : 5 biji kapulaga dicuci, 5 iris jahe dicuci sebelum diiris. Rebus dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Setelah dingin diminum satu kali sehari.

Mual : 5 biji kapulaga, sepotong kencur 3 cm, cuci, lumatkan.  Seduh dengan segelas air Sesudah dingin disaring dan airnya diminum.

Radang tenggorok : 10 buah kapulaga, sepotong kunyit 5 cm dicuci, dimemarkan, diseduh dengan segelas air.  Setelah dingin disaring, airnya separuh diminum pagi, separuh lagi malam.  Diulangi selama beberapa hari.

Bau mulut : 8 buah kapulaga, 1 cangkir daun pegagan dicuci lalu diseduh dengan ½ gelas air, tutupi.  Setelah dingin, disaring dan diminum pagi-pagi pada saat perut masih kosong.

Perut mulas karena kedinginan : 4 buah kapulaga dicuci, direbus dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring, minum hangat-hangat.

Kandungan Kimia

Buahnya mengandung minyak atsiri yang terutama mengandung sineol, terpineol, dan borneol.  Kadar sineol dalam buah lebih kurang 12%.  Di samping itu buah kapulaga banyak mengandung saponin, flavonoida, senyawa-senyawa polifenol, mangan, pati, gula, lemak, protein, dan silikat.

Biji mengandung 3 – 7% minyak atsiri yang terdiri atas terpineol, terpinil asetat, sineol, alfa borneol, dan beta kamfer.  Di samping itu biji juga mengandung minyak lemak, protein, kalsium oksalat, dan asam kersik.  Dengan penyulingan dari biji diperoleh minyak atsiri yang disebut Oleum Cardamomi yang digunakan sebagai stimulans dan pemberi aroma.

.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.