INDAHNYA SALING MENASEHATI

oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
.

Setiap orang butuh keselamatan.  Selamat dari kerusakan, kebodohan, kecelakaan, kekurangan, kelalaian, dan kesalahan.  Ia tidak mungkin dapat melihat bahaya-bahaya tadi hanya dengan mata dan telinganya sendiri.  Ada ribuan mata dan telinga saudaranya yang dapat membantu melihat bahaya-bahaya yang mengancam.  Pembaritahuan itu adalah nasehat, saran, atau kritik.  Namun meskipun kita butuh pemberitahuan atau nasehat, tidak semua orang siap menerima nasehat.

Ada beberapa kita yang dapat kita terapkan dalam menerima nasehat atau kritik agar dapat menjadi sarana pembangunan kemuliaan.

Pertama, rindu kritik dan saran.  Setiap kita tidak pernah bosan-bosannya melihat cermin, walaupun wajah yang ada dalam cermin adalah wajah yang itu-itu juga, kita tidak pernah keberatan untuk merapikan rambut bila cermin memperlihatkan gambar rambut yang acak-acakan.  Kita pun tidak pernah marah kepada cermin bila di cermin kita melihat di mata kita ada kotoran.   Reaksi kita adalah membuang kotoran itu dan bukan memecahkan cermin.  Ketahuilah, orang-orang di sekitar kita adalah cermin yang memberitahukan apa kekurangan kita.  Sehingga sepatutnyalah kita bergembira ketika ada yang memperlihatkan kekurangan kita, karena dengan demikian kita menjadi tahu dan dapat memperbaiki diri.

Kedua, bertanya.  Belajarlah bertanya kepada orang tentang kekurangan-kekurangan kita dan belajar pula untuk mendengar dan menerima kritik.  Istri, suami, anak-anak, dan teman-teman adalah cermin yang dapat ditanyakan mengenai kekurangan kita.

Ketiga, nikmati kritik.  Persiapkan diri menghadapi kenyataan tidak sesuai dengan yang kita harapkan.  Kritik selain mengandung isi juga melihatkan cara.  Kadang isinya benar tetapi caranya kurang bijak.  Ada yang isinya salah tetapi caranya benar.  Ada yang isi maupun caranya salah.  Ada pula yang isi dan caranya juga benar.  Namun tidak ada kerugian sedikit pun bagi kita selama cara kita menyikapinya benar.  Dengarkan dengan baik dan jangan memotong apalagi membantah.

Keempat, syukuri.  Adanya orang yang peduli dengan memberikan kritik kepada kita merupakan karunia yang patut disyukuri.  Jangan lupa mengucapkan terima kasih.  Bila kita berubah menjadi lebih baik melalui nasehat seseorang, jangan lupakan ia dalam doa kita dan sebutlah namanya ketika kita menyampaikan nasehat yang sama kepada orang lain.

Kelima, perbaiki diri.  Lihatlah apakah benar ada kekurangan pada diri kita.  Jawaban terbaik ketika dikoreksi bukanlah membela diri tetapi memperbaiki diri.  Sibukkan diri dengan mendengar kritik dan iringi dengan memperbaiki diri.

Keenam, balas budi.  Sebagai orang yang tahu terima kasih dan menghargai sebuah pemberian, sudah selayaknya kita membelas pemberian kritik itu sebagai pemberian hadiah pula.  Kalau tidak mampu memberikan sesuatu yang berharga, paling tidak sebuah ucapan terima kasih yang tulus dan doa yang ikhlas.

KENAPA HARUS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA?

Dikutip dari : http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/01/kenapa-harus-berbakti-kepada-orang-tua/
.

bismillahirahmanirahim.

kawanku semua yang dirahmati Allah, kenapa kita harus berbakti kepada orang tua? pertanyaan konyol sebenarnya… lah kok bisa, kan sudah jelas tentu sudah tahu jawabnya, orang tua yang merawat, mendidik dan mengasuh kita, orang tua yang menyekolahkan kita, yang memberi yang terbaik buat kita dan lainnya yang tidak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara khusus.

Jalan yang haq dalam menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.

sebuah kisah….

Ini cerita dari Jepang kuno. Mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya…

Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya.

Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.

“Bu, kita sudah sampai”,kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya.
Si ibu, dengan tatapan penuh kasih berkata : “Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”.
Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan ,merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

kawanku, apakah kejadian itu mungkin terjadi…. saya akan bilang sangat mungkin. Mungkin cerita diatas hanya dongeng. Tapi di jaman sekarang, tak sedikit kita jumpai kejadian yang mirip cerita diatas. Banyak manula yang terabaikan, entah karena anak-anaknya sibuk bisnis dan lain-lain.  Orang tua terpinggirkan, dan hidup kesepian hingga ajal tiba.  Kadang hanya  dimasukkan panti jompo, ya inilah yang ku maksud dengan meninggalkanya di panti asuhan, hingga seakan kita sudah memberikan yang terbaik buat ibu bapak kita yang sudah tua, dan ditengok kalau ada waktu saja.

kawan, sungguh tidak benar cara-cara seperti itu, karena kesibukan dunia kita, bisnis yang banyak, kesibukan yang padat, hingga mengurus bapak ibunya yang sudah tua pun enggan, apalagi jika ibu bapaknya sedang sakit dan sebagainya… kawan pernahkah kau bayangkan, siapa yang menggantarkanmu sukses hingga sebesar ini, siapa yang mengantarmu memiliki kecerdasan yang gemilang, siapa pula yang mengahntarkanmu meraih puncak tertinggi dalam hidupmu, ya tidak lain karena berkat doa, kasih sayang dan perhatian yang sangat yang diberikan ibu bapak terhadapmu….

kawan kau tahu dimana letak syurga..???

dimanakah letak syurga itu? Dimana syurga yang kita cari dan impikan itu ? Rasulullah SAW bersabda, “Syurga yang kalian cari dan harap-harapkan itu, letaknya ada dibawah telapak kaki ibumu…”.  Artinya jika ridho orang tua sudah kita peroleh, sesungguhnya kita telah membuka jalan ke syurga. Dengan demikian, jika hari ini ada yang orang tuanya sudah tua renta, susah payah sakit-sakitan, butuh perhatian dan asuhan, dan orang tuanya itu berada dalam pangkuannya, maka sesunggunya syurga telah bersamanya. Rasulullah juga pernah menyampaikan, bahwa sungguh merugilah seorang anak yang orang tuanya sudah renta dan sakitan-sakitan tinggal bersamanya, tapi ia tidak mendapat syurga karenanya. Maknanya adalah jika kita merawat orang tua kita yang sudah tua dan sakit-sakitan, maka rawatlah dengan ihklas dan penuh pengabdian. Yang demikian itu Inysa Allah akan mengantarkan kita ke syurganya Allah SWT.

kawan pernah dengar cerita ketika seorang hamba bertanya pada khalifah Umar :

Hamba : “Ya Amirul Mukminin, hari ini orang tuaku sudah tua lanjut usia, hari-harinya ia selalu bersamaku, aku papah ia, akulah sandarannya, akulah kendaraannya, aku bersihkan kotorannya, aku antar kemanapun ia pergi … apakah dengan demikian aku telah membalas jasa orang tua ku ?”

Umar : “Belum.!!”.

Hamba : ”Kenapa Ya Amirul Mukminin ?”

Umar : “Karena semua itu engkau lakukan dengan hati yang berat, penuh keterpaksaan dan apa lagi telah kau doakan kematian yang cepat baginya. Sedangkan ketika ia mendidikmu, membesarkanmu dengan susah payah, tiada ia pernah menjadikanmu beban, bahkan selalu berdoa…. Ya Allah, panjangkalah umur anakku”

Sesungguhnyalah, tidak akan pernah mampu kita membalas jasa-jasa kedua orang tua kita. Maka bagi kita-kita yang orang tuanya masih hidup, bersyukurlah dengan selalu berbuat baik dan berbakti kepadanya, peliharalah dan layanilah mereka dengan penuh ikhlas dan pengabdian, apapun keadaannya.  Insya Allah kebahagiaan mereka dilayani dan dipelihara anaknya, jadi ladang syurga bagi kita. Semoga kelak anak-anak kitapun akan berbakti dan berbuat baik pada kita orang tuanya. Dan sekiranya mereka telah tiada, maka janganlah lewatkan satu doapun untuk mereka, doakanlah orang tua kita dalam setiap ada kesempatan, semoga Allah tempatkan ia di sisiNYA yang paling mulia, Allah ampuni segala dosanya dan Allah terima segala amal ibadahnya. Amin Ya Rabb Al Amin.

kawan renungkan kalimat berikut

Waktu engkau berumur 1 tahun
dia menyuapi dan memandikanmu…
sebagai balasannya…
kau menangis sepanjang malam

Waktu engkau berumur 2 tahun
dia mengajarimu cara berjalan…
sebagai balasannya…
kau kabur saat dia memanggilmu

Waktu engkau berumur 4 tahun
dia memberimu pensil untuk mewarna…
sebagai balasannya…
kau corat coret dinding rumah dan meja makan

Waktu engkau berumur 7 tahun
dia memberikanmu bola…
sebagai balasannya…
kau lemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu engkau berumur 10 tahun
dia mengantarkanmu ke mana saja,
dari kolam renang sampai pesta ulang tahun…
sebagai balasannya…
engkau bermain asyik dengan temanmu
sampai tidak dengar panggilan orang tuamu…

Waktu engkau berumur 13 tahun
dia menyarankanmu untuk memotong rambut
karena sudah waktunya…
sebagai balasannya…
kau bilang “mama tidak tahu mode…”

Waktu engkau berumur 15 tahun
dia pulang kerja ingin memelukmu…
sebagai balasannya…
kau kunci pintu kamarmu

Waktu engkau berumur 18 tahun
dia menangis terharu ketika engkau lulus SMA…
sebagai balasannya…
kau berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi

Waktu engkau berumur 19 tahun
dia membayar semua kuliahmu
dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama…
sebagai balasannya…
kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang
biar nggak malu sama teman-teman
karena orang tuamu jelek

Waktu engkau berumur 20 tahun
dia bertanya “Dari mana saja seharian ini?”
sebagai balasannya…
kau menjawab “Ah cerewet amat sih”
mau tau urusan anak muda

Waktu engkau berumur 25 tahun
dia membantumu membiayai pernikahanmu…
sebagai balasannya…
engkau pindah ke kota lain
menjauhi orang tuamu

Waktu engkau berumur 30 tahun
dia memberimu nasehat
bagaimana merawat bayimu…
sebagai balasannya…
engkau katakan
“Sekarang zamannya sudah beda, Ma…”

Waktu engkau sudah jadi orang sukses
dia menelponmu untuk diantar ke acara syukuran
salah satu saudara dekatmu…
sebagai balasannya…
engkau jawab “Aku sibuk sekali,
Banyak kerjaan kantor, Ma…”

Waktu engkau berumur 35 tahun
dia sakit-sakitan sehingga
memerlukan perawatanmu…
sebagai balasannya…
engkau baca tentang pengaruh negatif orang tua
yang numpang tinggal di rumah anaknya

Dan hingga SUATU HARI
dia meninggal dunia dengan tenang…
dan tiba-tiba engkau teringat semua
yang belum pernah engkau lakukan…
dan itu menghantam
HATIMU bagaikan pukulan QODAM

Maka…
JIKA ORANG TUAMU MASIH ADA…
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN
PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH
ENGKAU BERIKAN SELAMA INI

JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA…
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA
YANG TELAH DIBERIKANNYA
DENGAN TULUS IKHLAS KEPADAMU…
DAN DOAKANLAH…
MOHONKANLAH KEPADA ALLAH
AMPUNAN BAGI KEDUANYA

Kiranya cerita diatas bisa membuka mata hati kita, untuk bisa mencintai orang tua dan manula. Mereka justru butuh perhatian lebih dari kita, disaat mereka menunggu waktu dipanggil Tuhan yang maha kuasa. Ingatlah perjuangan mereka pada waktu mereka muda, membesarkan kita dengan penuh kasih sayang, membekali kita hingga menjadi seperti sekarang ini.

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”
(QS. Al Israa’ : 24)

semoga bermanfaat
.

KISAH UANG SERIBU DAN SERATUS RIBU

Dikutip dari : http://aliefqu.wordpress.com/2012/04/20/kisah-uang-seribu-dan-seratus-ribu/
.

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di bank Indonesia dengan bahan dan alat-alat yang oke.

http://faith4hope4love.files.wordpress.com/2011/01/kisah_uang_100_ribu_dan_seribu.jpg?w=300&h=207&h=207

Pertama kali keluar dari bank Indonesia, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari bank Indonesia, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :

“Ya, ampuunnnn. ……… darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan….. bau!

Padahal waktu kita sama-sama keluar dari bank Indonesia, kita sama-sama keren kan ….

Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :

“Ya, beginilah nasibku , kawan.. Sejak kita keluar dari bank Indonesia, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk.

Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:

“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari bank Indonesia itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis.

Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. ”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :

“Ya. Nasib kita memang berbeda.. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman. Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Walaupun keadaanku seperti ini, setiap jum’at aku selalu mampir di masjid-masjid dan di tangan anak yatim. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…. Karena itu, aku selalu bersyukur kepada Allah SWT. Aku dipandang manusia bukan sebuah nilai, tapi yang mereka pandang adalah sebuah manfaat….”

Akhirnya menangislah uang seratus ribu karena merasa besar, hebat dan tinggi nilainya tetapi tidak begitu bermanfaat dalam kebaikan selama ini.
.

Kisah Motivasi Tentang Al-Qur’an dan Seorang Anak

Dikutip dari : http://serpihankalbu.wordpress.com/2012/03/30/kisah-motivasi-tentang-al-quran-dan-seorang-anak/
.

Mengapa kita membaca Al-Qur’an meskipun tidak mengerti satupun artinnya?
.. mungkin hal itu pernah hinggap dipikiran pembaca sekalian

Dan tidak bisa dipungkiri kalo cuma sedikit orang yang memahami arti dan makna dari Al-Qur’an ? namun demikian cerita berikut ini akan memotivasi pembaca sekalian tentang arti penting membaca Al-Qur’an . Selamat menyimak !

Story..

Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan mencoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya.  Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya?”

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, menjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air”.

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali”.

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.

Kakeknya mengatakan : “Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras”.  dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah.

Anak itu kembali mengambil/mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : “Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.

Sang kakek menjawab : “Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu”.

Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam.  “Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an?  Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam”.

Di sinilah kita lihat betapa menakjubkan nya Al-Qur’an, di saat kita membacanya mampu memberi perubahan yang dahsyat terhadap kita, apalagi jikalau kita memahami arti dan maknanya.

Demikianlah pembaca budiman sekalian dengan membaca Alquran berarti kita mampu mengubah diri kita menjadi lebih baik dan pastinya mendapat limpahan pahala dari Allah SWT.
.

MENAIKKAN HARGA BBM = MENYENGSARAKAN RAKYAT

Sumber : Buletin Jumat AL-ISLAM; edisi : 598, 16 Maret 2012 H / 23 Rabiuts Tsani 1433 H
.

Menteri ESDM Jero Wacik di depan Raker Komisi VII DPR RI (Selasa, 6/3/2012), mewakili pemerintah menyodorkan opsi kenaikan BBM sebesar Rp. 1.500,- per liter menjadi Rp. 6.000,- per liter mulai April 2012.  Rencana kenaikan harga BBM itu juga sudah dimasukkan dalam RAPBN-P 2012 yang sudah diajukan kepada DPR.

Rencana itu menuai banyak penolakan dari hampir semua kalangan masyarakat.  Bahkan menurut hasil survey LSI dengan responden dari seluruh propinsi di Indonesia, 86% masyarakat menolak kenaikan harga BBM.  Tapi rupanya pemerintah sudah tipis nuraninya (atau mungkin tidak punya lagi) sehingga tetap ngotot mengajukan rencana kenaikan BBM untuk disetujui DPR.  Jika DPR juga menyetujuinya, lengkap sudah kenyataan pahit negeri ini dimana pemerintah dan wakil rakyatnya telah kehilangan nurani, tidak mau repot dan lebih memilih kebijakan yang menyengsarakan rakyatnya sendiri.  Mungkin jika tetap ngotot menaikkan BBM, kiranya pantas dikatakan bahwa pemerintah telah bohong, khiana, dan zalim terhadap rakyatnya sendiri.

DAMPAK KENAIKAN HARGA BBM

Menurut kajian pemerintah, jika harga BBM naik Rp. 1.500,- per liter, inflasi diperkirakan bertambah 2,15%.  Penghematan yang diperoleh pemerintah mencapai Rp. 31,58 triliyun.  Jumlah penduduk miskin naik sekitar 0,98% dan daya beli masyarakat hanya menurun 2,1%.  Pemerintah yakin har-harga nantinya masih bisa dikontrol dan harga pangan tidak akan melonjak.  Hitung-hitungan di atas kertas itu memberi kesan, begitu sederhananya imbas/dampak kenaikan harga BBM di mata pemerintah.  Seolah-olah nasib rakyat kecil di mata pemerintah begitu remeh.

Bisa dipastikan, kenaikan harga BBM akan makin menyengsarakan rakyat.  Pemerintah sadar dan tahu akan hal itu, tapi tetap ngotot ingin menaikkan harga BBM.  Berbagai dampak langsung dan tak langsung akan diderita oleh rakyat.  Ibaratnya, akibat kenaikan BBM, rakyat dipukuli dari kiri, kanan, depan, dan belakang.  Wajar jika nanti banyak rakyat yang KO, pingsan karenanya.

Dampak pertama yang langsung dirasakan masyarakat adalah naiknya harga-harga barang terutama kebutuhan pokok.  Bahkan dampak itu sudah terjadi saat ini ketika harga BBM belum naik.  Koar-koar pemerintah yang akan menaikkan harga BBM telah mendorong harga berbagai bahan kebutuhan naik.  Seperti yang diberitakan Kompas (13/3) harga-harga kebutuhan pokok di berbagai daerah mengalami kenaikan seperti di Magelang Jawa Tengah, Mojokerto Jawa Timur, Kediri Jawa Timur, Manokwari Papua, Padang, dan daerah lainnya.  Kenaikan harga bahan sembako sekitar Rp. 500 – Rp. 1.000 per kilogram, bahkan beberapa barang naik beberapa ribu rupiah per kilogram.  Kenaikan harga-harga saat ini saja sudah sangat dirasakan memberatkan masyarakat.  Jika nanti harga BBM naik, bukan tidak mungkin harga-harga barang itu akan naik lagi.  Artinya, dampak kenaikan harga BBM kenaikan harga-harga barang akan menjadi dua kali, sebelum dan sesudah harga BBM naik.  Tentu hal itu akan menambah beban pikiran dan psikis bagi masyarakat.  Bukan tidak mungkin, dampak lanjutannya akan makin banyak orang yang mengalami depresi dan gangguan jiwa.

Dampak pasti kenaikan harga BBM lainnya adalah naiknya ongkos transportasi dan distribusi barang dan jasa.  Menurut Ketua Umum Organda, Eka Sari Lorena Soerbakti, pengeluaran untuk membeli BBM memakan porsi 30 – 40 persen dari biaya operasional angkutan umum.  Jika harga BBM naik Rp. 1.500,- per liter, diperkirakan pengeluaran untuk BBM akan bertambah sekitar 15 – 17 persen.  Beban itu bertambah dengan tingginya biaya perawatan dan pemeliharaan akibat buruknya infrastruktur.  Harga suku cadang yang sudah tinggi saat ini bisa dipastikan akan naik lagi seiring dengan naiknya harga BBM itu.  Dan semua faktor itu, menurut perkiraan Soerbakti, tarif angkutan umum akan naik 30 – 35 persen dari tarif saat ini.

Naiknya ongkos angkutan umum itu bukan hanya memukul pengguna angkutan umum, tetapi juga akan memukul para sopir angkot.  Sebab dengan naiknya ongkos, masyarakat akan mengurangi untuk bepergian.  Tidak sedikit yang akan memilih menggunakan sepeda motor.  Artinya penumpang akan makin sedikit dan buntutnya pendapatan para sopir dan penyedia jasa angkutan juga terancam.

Kenaikan harga BBM otomatis akan meningkatkan laju inflasi.  Dalam hitungan pemerintah menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Armida, kenaikan harga BBM akan membuat laju inflasi menjadi 7% atau naik dari asumsi sebelumnya yaitu 5,3%.  Kenaikan inflasi itu akan menyebabkan angka kemiskinan naik menjadi sekitar 11,93% – 12,08%.  Kenyataannya nanti biasanya lebih besar dari angka-angka prediksi pemerintah itu.

Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS), Said Iqbal, mencatat, kenaikan BBM sebesar 28,75% di tahun 2008 mengakibatkan inflasi naik menjadi 11,01% (RMOL, 5/3).  Maka rencana kenaikan harga BBM sebesar 33,3% nanti dimungkinkan bisa menyebabkan inflasi lebih dari 11%.

Dengan semua itu, otomastis daya beli masyarakat akan turun dan hampir dipastikan jumlah orang miskin akan meningkat.  Pengalaman tahun 2005, dampak kenaikan BBM jumlah orang miskin melonjak menjadi 16% meski saat itu ada program BLT.  Fakta tahun 2005 itu bisa terulang pada tahun 2012 ini.  HS Dillon, utusan khusus Presiden untuk penanggulangan kemiskinan, memperkirakan jumlah orang miskin akan bertambah 1,5% dari jumlah penduduk atau bertambah 3,5 juta orang (tempo.com, 7/3).  Bahkan sebagian pihak memperkirakan jumlah orang miskin akan bertambah jauh lebih banyak dari angka itu.  Di samping itu, akibat menurunnya daya beli dan naiknya harga pangan, pemenuhan gizi masyarakat pun akan menurun.  Akibatnya, jumlah anak gizi akan makin banyak.

Kenaikan harga BBM juga akan menambah jumlah anak putus sekolah.  Data tahun 2011, ada 10,268 juta siswa usia wajib belajar (SD dan SMP) yang putus sekolah.  Selain ada sekitar 3,8 juta siswa yang tidak dapat melanjutkan ke tingkat SMA.  Berdasarkan pengalaman tahun 2010 akibat kemiskinan yang menimpa masyarakat terjadi lonjakan angka putus sekolah sebesar 30%.  Karenya, hampir bisa dipastikan akibat kenaikan harga BBM angka putus sekolah semakin tinggi.  Hal itu sama saja makin banyak rakyat bawah yang tidak punya kesempatan memperbaiki taraf hidupnya dan terpaksa terjerat dalam siklus kemiskinan dan kebodohan.

Selain itu, kenaikan harga BBM juga berdampak pada para pelaku usaha.  UKM yang selama ini sudah tumbuh menjadi 50 juta dan menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat akan sangat terpengaruh.  Bukan mustahil dampak kenaikan BBM akan banyak UKM yang gulung tikar.

Semua beban kenaikan harga BBM itu akan makin besar dengan rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik per 1 Mei 2012.  Makin lengkaplah penderitaan yang akan diderita oleh rakyat.

HARGA BBM NAIK DEMI SIAPA?

Jika harga BBM naik Rp. 1.500,- per liter, menurut Wamen ESDM pemerintah akan menghemat hingga Rp. 31,5 triliyun (sindonews, 02/03/2012).  Di sisi lain, pemerintah tahu dan sadar, kenaikan harga BBM akan menyusahkan rakyat.  Karena itu menurut Menko Kesra, Agung Laksono, menyiapkan anggaran sebesar Rp. 30 triliyun bagi program kompensasi (bisnis.com, 29/2).  Bentuknya berupa Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), sebesar 150 ribu per rumah tangga sasaran per bulan selama 9 bulan, beasiswa siswa miskin (BSM), beras bagi masyarakat miskin (raskin) selama 14 bulan, dan kupon transportasi.

Bisa dilihat, jumlah yang dihemat sebanding dengan biaya kompensasi.  Lalu untuk apa pemerintah repot-repot menaikkan harga BBM?  Apalagi harus diingat, kompensasi itu hanya sementara dan tidak semua masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga BBM mendapat kompensasi.  Sementara, dampak buruk kenaikan harga BBM bersifat permanen dan terus berlanjut mendera seluruh masyarakat.  Jika pemerintah sudah tahu dan sadar kebijakan itu akan menyusahkan masyarakat, dan jumlah yang bisa dihemat pun habis untuk kompensasi, lalu sebenarnya untuk kepentingan siapa kebijakan kenaikan BBM itu?  Yang jelas, bukan demi rakyat sebab rakyat hampir dipastikan akan makin susah.

Saat harga BBM naik, selisihnya dengan harga BBM yang dijual SPBU swasta terutama asing tidak terlalu tinggi.  Dengan begitu, akan makin banyak pengguna kendaraan yang beralih membeli BBM di SPBU-SPBU asing itu.  Itu artinya, kenaikan harga BBM memperbesar pasar dan memperbanyak konsumen bagi SPBU-SPBU asing.  Di antara pihak yang langsung diuntungkan dari kenaikan harga BBM ada SPBU-SPBU asing.

WAHAI KAUM MUSLIMIN

Itulah akibat ideologi kapitalisme liberal yang diterapkan di negeri ini.  Semua itu dilegalkan melalui liberalisasi migas yang dilegalkan melalui UU MIGAS No. 22 Tahun 2001.  Yang jelas diuntungkan adalah asing.  Sebaliknya yang jelas buntung adalah rakyat.

Pemerintah hendaknya takut akan tertimpa do’a Nabi saw. : “Ya Allah siapa saja mengurusi sesuatu dari urusan umatku lalu ia menyusahkan mereka maka timpakan kesulitan padanya (balaslah dia)”.  (HR. Muslim).

Tidak ada jalan untuk menyudahi nestapa bagi umat ini, kecuali dengan menerapkan syariah Islam secara utuh dalam ningkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah.  Maka wahai Kaum Muslimin mari segera kita wujudkan.
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu”. (QS. al-Anfal [8] : 24)

Wallah a’lam bi ash-shawab
L

TANDA-TANDA BERIMAN KEPADA RASUL ALLAH

Dikutip dari : http://andiweb3.wordpress.com/2012/03/15/tanda-tanda-beriman-kepada-rasul-allah/
.

1. Teguh Keimanannya Kepada Allah SWT
Ketaatan kepada rasul adalah bukti keimanan kepada Allah swt. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menyuruh kita untuk taat kepada Allah swt, disertai ketaatan pada para rasul-NYA, antara lain dalam surah An Nisa: 59, Ali Imran: 32, Muhammad: 33.

2. Meyakini Kebenaran Yang Dibawa Para Rasul
Kebenaran yang dibawa rasul tidak lain adalah wahyu Allah baik yang berupa Al-Qur’an maupun hadis-hadisnya. Seseorang akan bisa meyakini kebenaran wahyu Allah, jika terlebih dahulu ia beriman kepada rasul Allah sebagai pembawa wahyu. Mustahil ada orang langsung bisa menerima suatu kebenaran yang dibawa oleh orang lain, apabila ia tidak yakin pada si pembawa.

Allah menjelaskan dalam surah Al-Baqarah: 285 yang artinya sebagai berikut :
“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman jepada Allah, malikat-malaikat-NYA, kitab-kitab-NYA, dan rasul-rasul-NYA.” (QS Al-Baqarah:285).

3. Tidak Membeda-Bedakan Antara Rasul Yang Satu Dengan Yang Lain
Seorang mukmin dituntut untuk meyakini kepada semua rasul yang pernah diutus oleh Allah swt, seperti yang telah digambarkan Allah swt dalam surah Al-Baqarah: 285

“…kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun(dengan yang lain) dari rasul-rasul-NYA.”Dan mereka mengatakan:”kami dengar dan kami taat.”(Mereka berdo’a):”Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulahtempat kami kembali.”(QS.Al-aqarah:285).

4. Menjadikan Para Rasul Sebagai Uswatun Hasanah
Sebelum menerima wahyu dari Allah swt rasul adalah orang-orang yang terpandang di lingkungan umatnya, sehingga selalu menjadi acuan perilaku bagi orang-orang di lingkungannya. Setelah menerima wahyu, keteladanan mereka tidak diragukan lagi, karena mereka selalu mendapat bimbingan dari Allah swt.

Dalam surah Al-Ahzab: 21 Allah swt menegaskan “sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri yauladan yang baik bagi kamu.”(QS. Al-Ahzab:21)

5. Meyakini Rasul-Rasul Allah SWT Sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta
Setiap rasul yang diutus Allah swt. Pasti membawa rahmat bagi umatnya. Artinya kedatangan rasul dengan membawa wahyu Allah adalah bukti kasih sayang (rahmat) Allah terhadap manusia.

Di dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa : ”Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta.”(QS.Al-Anbiya:107)

6. Meyakini Nabi Muhammad saw SeBagai Nabi dan Rasul Terakhir
Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus Allah swt ke muka bumi ini, didasarkan kepada dalil-dalil naqli sbg berikut :

a. QS. Al-Ahzab: 40 yang artinya: ”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah mengetahui terhadap segala sesuatu.(QS. Al-Ahzab:40).
Dalam ayat ini Allah menyatakan secara jelas bahwa Muhammad adalah khatamannabiyin (penutup para nabi).

b. Dalam hadis Mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik sbg berikut:
“Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul sesudahku”.(HR.Ahmad bin Hambal)

c. Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari, Ahmad Ibnu Hibban dari Abi Hurairah sbg berikut:
“Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah; diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang dipersiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya :”Mengapa engkau belum memasang batu bata itu?” Nabipun berkata :” Sayalah batu bata (terakhir) sebagai penyempurna itu, dan sayalah penutup para nabi.” (HR. Bukhari)

d. Dalam hadis Shahih Bukhari Muslim dari Abi Hurairah r.a. dinyatakan sbg berikut :
“Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah.”(HR. Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).

e. Al-Maidah ayat 3 yang artinya :
“Pada hari ini Ku sempurnakan untuk kamu agama kamu , dan telah Ku cukupkan nikmatKu, dan telah Ku ridhai Islam menjadi agama buat kamu.”

Ayat diatas adalah wahyu Allah swt. yang terakhir diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Dalam wahyu-NYA telah sempurna. Artinya tidak perlu lagi ada tambahan atau pengurangan yang menggambarkan ketidaksempurnaannya.

7. Mencintai Nabi Muhammad saw.
Renungkan firman Allah swt dalam QS. At-Taubah:24 yang artinya sbg berikut :

“Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri dan kaum keluarga kalian ; juga harta kekayaan yang kalian khawatirkan keruginnya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai adalah lebihg kalian cintai daripada Allah dan rasulNYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan (azab)-NYA.”Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang fasiq.”(QS.At-Taubah:24)
.

Inilah Gaya “69″ yang Diajarkan Islam!!!

Dikutip dari : http://kusumakomp.wordpress.com/2012/03/14/inilah-gaya-69-yang-diajarkan-islam/
.

Apakah anda tahu gaya 69 yang baik dan benar?  Anda pernah melaksanakan gaya 69 ini dalam kehidupan rumah tangga?  Dalam kehidupan sehari-hari penerapan gaya 69 sering tidak dilakukan dengan semestinya ini sehingga tidak jarang tidak mendapat ketenangan hidup.  Inilah gaya 69 yang baik dan benar sesuai dengan ajaran islam.  Jika anda seorang muslim anda harus melaksanakan 69 menurut aturan ini agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Coba laksanakan 6 gaya dan hindarkan 9 gaya ini maka anda akan mendapatkan kenikmatan yang sempurna….

6 Gaya hidup yang harus dilaksanakan :

  1. Yakin dengan sebenarnya kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
  2. Sholat 5 waktu jangan sampai ditinggalkan usahakan berjamaah di Masjid.
  3. Belajar terus ilmu agama dan jangan lupa zikir/ ingat selalu kepada Allah.
  4. Sayangi sesama saudara muslim dan beraklak mulia kepada semua makhluk ciptaan Allah SWT.
  5. Ikhlas dalam berbuat sesuatu tanpa mengharap imbalan semata-mata karena Allah SWT.
  6. Berjuang membela agama dengan cara mendakwahkan agama dimanapun agan berada.

9 Gaya hidup yang harus dihindari :

  1. Syirik (yakin kepada selain Allah).
  2. Ingkar kepada Nabi dengan cara mendustakan sunnah-sunnahnya.
  3. Mengikuti gaya dan pola hidup yang tidak islami dalam perbuatansehari-hari (terikut arus modernisasi).
  4. Menghabiskan waktu dengan pekerjaan sia-sia demi kesenangan sesaat (malas sholat).
  5. Tidak mau belajar agama.
  6. Tidak pernah ingat kepada Allah.
  7. Egois dan individualistis.
  8. Semua tindakan yang dilakukan harus ada imbalan.
  9. Terlalu cinta dunia dan takut mati.

.

DUA HAL YANG MEMBUAT KITA TIDAK BERSYUKUR DENGAN KEADAAN KITA SEKARANG

Dikutip dari : http://smpn98.wordpress.com/2012/03/05/2-hal-yang-membuat-kita-tidak-bersyukur-dengan-keadaan-kita-sekarang/
.
.

Pertama :

Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi target dan keinginan.

Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yg mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan.

Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”.

Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.

Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yg sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah :

Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung.

Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Ada sebuah kisah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.

Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab,

”Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang.”

“Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.”

Bersyukurlah!

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar …

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …
Di masa itulah kamu tumbuh …

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru …
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat …
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih …
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan …

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik …
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut …

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …
.

Ditulis dalam ARTIKEL ISLAM. Kaitkata: . 6 Komentar »

MENOLAK BENCANA DENGAN SEDEKAH

Dikutip dari : http://kangbardja.wordpress.com/2012/02/28/menolak-bencana-dengan-sedekah/
.

“Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah “ (Nabi Muhammad SAW).

Banyak sekali hadis yang menyatakan betapa pentingnya seorang Mukmin untuk melakukan sedekah. Di antara keistimewaannya ialah :

Pertama, bisa melepaskan pelakunya dari bencana. Sebab Rasul SAW bersabda : “Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu bencana “.
Kedua, merupakan obat penyakit pada tubuh. Rasul SAW. menjelaskan : “ Obatilah penyakitmu dengan bersedekah “.
Ketiga, sebagai benteng buat diri kita. Nabi SAW.menerangkan : “ Bentengilah harta bendamu dengan sedekah “.
Keempat, sebagai pemadam kemurkaan Allah. Rasul SAW.berwasiat : “Sedekah dapat menutup kemurkaan Allah”.
Kelima, menambah keakraban sesama Muslim“. Rasul mengingatkan : “Sedekah adalah hadiah. Maka berikanlah hadiah kepada teman pergaulanmu dan berkasih–sayanglah kalian dengan saling memberi sedekah“.
Keenam, mampu menanamkan rasa belas kasihan dalam hati. Rasul SAW.berpesan : “Barang siapa mendapatkan kesedihan di dalam hati, maka berikanlah sedekah“.
Ketujuh, dapat menambah umur. Ujar Rasul SAW : “Sedekah dapat menolak musibah serta dapat menambah keberkahan umur“.
Kedelapan, sebagai safaat kelak di akhirat. Rasul SAW menjelaskan : “Sesungguhnya yang akan menaungi orang Mukmin pada hari kiamat kelak, adalah sedekah“.
Kesembilan, menuai pahala yang teramat besar. Dalam sebuah atsar disebutkan : “Barang siapa bersedekah dengan sebiji tamar, kelak di hari kiamat dia akan mendapat pahala sebesar gunung yang berada di atas timbangan amalnya“.
Kesepuluh, sebagai wasilah“ menambah“ rezeki. Rasul SAW. menjanjikan “Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan, bahkan akan bertambah, akan bertambah dan akan bertambah“. Ali bin Abi Thalib KW berkata : “Pancinglah rezeki dengan bersedekah“.

Imam Ibnul Qoyyim RA berkata : “Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana sekalipun pelakunya orang yang Fajir (pendosa), zolim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT. akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantaraan sedekah tersebut. Hal ini sudah menjadi rahasia umum bagi umat manusia, baik yang berpendidikan maupun orang yang masih awam. Seluruh penduduk muka bumi sepakat tentang hal ini karena mereka telah mencobanya“ ( Al- Wabilu ‘Sh Shoyyib karya Ibnul Qoyyim– sudah ditarjamahkan. Dalam kesempatan lain beliau menambahkan : “Sesungguhnya sedekah dapat membebaskan dari azab-Nya. Seseorang yang melakukan dosa dan kesalahan, ia patut celaka. Tetapi kalau ia segera mau menyusulinya dengan bersedekah, niscaya hal itu bisa membebaskan dan melepakannya dari azab. Oleh karena itulah Nabi SAW. bersabda : “Sesungguhnya Allah akan menolak kematian yang buruk atas seseorang karena sedekah yang dikeluarkannya“ (Al Mustraghitsun Billahi Ta’ala karya Ibnu Basykiwal – sudah ditarjamahkan).

Ada sebuah kisah dalam Al Quran tentang nabi Musa AS yang meminta agar Allah menghilangkan azab dari suatu bangsa. Allah SWT. menjawab bahwa azab tersebut sudah terlanjur ditetapkan. Namun, rahmat Allah meliputi seluruh bumi. Di samping itu pernyataan Allah yang sangat penting adalah : “Azab itu tidak akan menimpa orang-orang yang memelihara dirinya, menafkahkan sebagian rezekinya dan beriman kepada ayat-ayat-Ku”. Jadi, sedekah bisa menyelamatkan bangsa dari bencana (Buku Keajaiban Sedekah oleh Muhammad Muhyidin).

Murad Khan Hasan menuturkan bahwa pada suatu musim, seluruh ladang Pertanian di daerah Faris Mesir, telah diserang hama belalang. Tetapi anehnya ada sebidang ladang milik seorang petani yang selamat. Ketika ditanyai sebabnya, si Petani itu menjawab : “Pertama, aku tidak pernah makan milik orang lain secara tidak syah sehingga belalang juga tidak ingin memakan milikku. Kedua, aku selalu mengeluarkan zakat dari hasil tanamanku, setelah tananan itu aku petik. Kuberikan zakat itu kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Kemudian sisanya kubawa pulang ke rumah“. Maka terbukti dan terujilah sabda Rasul SAW .: “Jagalah harta kamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah segala cobaan dan bahaya dengan doa serta tawadhu (kerendahan hati)“ (HR. Abu Hurairah).

Doeloe ada seorang wanita sedang berjalan bersama seorang anaknya yang masih kecil. Mendadak muncul seekor serigala yang menerkam buah hatinya. Si Ibu sepontan mengejar serigala itu. Di tengah perjalanan muncul seorang pengemis yang meminta sesuatu kepadanya. Kebetulan si Ibu itu memiliki sepotong roti dan diberikanlah roti itu kepada sang pengemis. Menakjubkan. Serigala yang menerkam anaknya segera balik menuju wanita yang bersedekah itu, lalu serigala itu pun berlalu. Masya Allah.

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi Yahya AS. bertemu dengan Iblis. Ia bertanya : “ Hai iblis. Siapa oang yang paling kamu sukai dan siapa orang yang paling kamu benci ?“. Iblis menjawab : “Yang paling aku sukai adalah orang Mukmin yang bakhil, sedangkan yang paling aku benci adalah orang Fasik yang dermawan“. Ketika ditanya sebabnya, Iblis menjawab : “Karena orang bakhil telah memuaskanku dengan kebakhilannya. Sedangkan orang Fasik yang dermawan, aku khawatir Allah memandang kedermawanannya lalu Dia menerimanya dan menolongnya“.

.

KEUTAMAAN MENGHAFAL AL QURAN

Dikutip dari : http://theadiokecenter.wordpress.com/2011/07/12/keutamaan-menghafal-alquran/
.

Al Qur’an adalah kemuliaan yang paling tinggi. Al Quran adalah kalam Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah, Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Qur’an) dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al Quran) (QS. Al Kahfi : 27)

Dan firman-Nya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al Quran)… (QS. Al Ankabut : 45)

Dan firman-Nya: Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. * Dan supaya aku membacakan al-Qur’an (kepada manusia). “. (QS. an-Naml: 91-92)

Seseorang yang berpegang  teguh pada Al Qur’an, sebagai modal kekuatan pegangan dan landasan filsafat hidup maka orang itu akan mampu tegar, tidak gampang menyerah, sigap dalam menentukan sikap, dan tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh ketidakpastian situasi, tidak mudah terpengaruh oleh prinsip hidup lain, hal itu karena prinsip dalam kepribadiannya sudah mantap dan semua itu akan tercermin dalam sikapnya dalam menyelesaikan persoalan hidup

Alangkah indahnya hidup kita, bila kita tidak hanya sekedar bisa membaca Al Quran, tetapi juga menghafalnya dan mengamalkannya. Banyak hadits Rasulullah Saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt.  Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda:  “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan”  (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih)

Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :

  1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”” (HR. Muslim)
  2. Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
  3. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)
  4. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al
  5. Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, :Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
  6. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
  7. Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
  8. “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun alaih)
  9. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
  10. Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
  11. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”  (HR. At Turmudzi).
  12. Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat’” (HR. Bukhari)

Begitu banyak keutamaan menghafal Al Quran, tapi karena kesibukan dunia dan segala pesonanya yang menggoda, membuat kita jadi malas melakukannya, karena itu mulai sekarang, sebaiknya kita mulai meluangkan waktu untuk mulai kembali menghafal Al Quran.
.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.